Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
56 - Aku Ingin Mengembalikan Ini.


__ADS_3

"Oh, benar, kenapa tak terpikirkan olehku?" kata Gerald yang biasanya tanggap karena syok menjadi sedikit lambat berpikir.


"Tugasmu sekarang adalah menutupi tentang identitas asliku dan setelah pernikahan ini, minta formulir pembatalan pernikahan atau perceraian, aku mau kau menyiapkannya saat kita pulang nanti," bisik Archie lagi merintahkan Gerald.


"Baik," kata Gerald langsung.


"Ehm, setelah aku pikir-pikir, kau boleh tidak menikah dengannya, uang ini saja cukup," kata bibi Ceyasa berubah pikiran, kalau mereka menikah, dia akan kehilangan hak walinya dan dia tidak akan bisa mengatur Ceyasa sama sekali.


"Tidak, aku ingin menikah dengannya," kata Ceyasa cepat dan mantap, dia tidak mau seperti itu, dia tahu otak kotor dari bibinya.


"Anda sangat licik, setelah mendapatkan uang malah ingin membatalkan pernikahan, Anda pikir aku bodoh? Kami akan menikah sekarang, siapkan semuanya," kata Archie melihat ke arah petugas catatan sipil itu.


"Tidak ada  perjanjian tertulis, kalau aku mau membatalkannya bagaimana?" kata bibi Ceyasa dengan senyum licik.


"Oh, sayangnya, aku sudah merekam semuanya, jadi Anda tak bisa mengelak," kata Archie menunjukkan ponselnya yang sedang merekam.


Bibi Ceyasa menggertakkan gigi, ternyata anak muda ini tidak bisa dipermainkan, padahal dia hanya ingin menggertaknya saja tadi, memerasnya agar mau menyerahkan uang itu, tapi karena petugas pencatatan sipil itu mengatakan dia akan kehilangan hak wali terhadap Ceyasa, dia jadi berubah pikiran.


"Baiklah, kalian menikahlah," kata bibi Ceyasa mati kutu, tak bisa melakukan apa pun lagi.


Archie segera duduk, Ceyasa juga duduk di sampingnya.


"Aku membutuhkan kartu identitas Anda," kata petugas catatan sipil yang sudah memiliki kartu identitas Ceyasa.


"Gerald, ambil kartu identitasku di kamar itu, " kata Archie memerintahkan.

__ADS_1


"Baik," kata Gerald segera masuk ke kamar Archie dan segera mengambil dompet Archie yang ada di samping tempat tidurnya. Dia segera keluar dan menyerahkan dompet itu.


Archie membuka dompetnya, mengeluarkan kartu identitas palsunya dan menyerahkan pada petugas itu, petugas itu langsung memasukan data mereka pada laptopnya, memfoto Archie dan Ceyasa bersamaan dengan alat yang dibawanya dan segera mencetak sebuah surat pernikahan di sana, Archie dan Ceyasa diminta untuk menandatanginya.


Ceyasa segera menandatanginya setelah itu Archie pun segera menandatangi surat nikah itu, setelah semua selesai, petugas itu menyerahkan surat pernikahan itu pada Ceyasa dan Archie, semua berjalan lancar, Ceyasa menghembuskan napas leganya.


Archie melihat sekilas kartu pernikahan itu, tertulis di sana namanya adalah Cendro, dia hanya sedikit menaikkan sudut bibirnya. Ceyasa yang melihat hal itu tak percaya, tiba-tiba dia sudah menikah saja dengan pria menyebalkan ini dan begini saja? mereka sudah menjadi suami istri, mengapa begitu mudah?


"Tuan Cendro, Nyonya Ceyasa, selamat kalian berdua sudah menjadi suami istri yang sah secara negara," kata petugas sipil itu. Ceyasa masih sedikit bengong, benarkah? dia melirik ke arah Archie, pria ini sudah jadi suaminya.


Gerald langsung memberikan sejumlah uang pada petugas catatan sipil yang kaget dengan tebalnya uang yang diberikan Gerald, Gerald langsung membisikan sesuatu dan petugas sipil itu segera mengangguk, Gerald meminta surat perceraian untuk Ceyasa dan Cendro.


Bibi Ceyasa yang licik melirik surat pernikahan dan dia ingin mengambil surat pernikahan itu dari tangan Ceyasa yang masih tampak syok dan bingung, namun untunglah Archie segera merebutnya dan menyerahkannya pada Gerald, Gerald langsung memasukkannya ke dalam jasnya, menjaganya dengan baik.


Archie berdiri dan melihat wajah bibi Ceyasa yang tampak kesal, dia tersenyum dengan sedikit  sinis.


Bibi Ceyasa tak bisa mengatakan apapun, hanya bisa menahan kesal yang amat sangat, Ceyasa lalu segera berdiri perlahan dan Archie membantunya sedikit, Ceyasa langsung melihat wajah bibinya yang masih kesal dan Ceyasa tersenyum manis.


"Aku sangat senang malam ini, akhirnya aku bebas dari keluarga ini," kata Ceyasa sangat sumringah, tampak sekali begitu lega dan senang.


"Awas saja kau kembali lagi pada kami, suatu saat kau akan butuh keluargamu," ancam bibinya.


"Tenang saja, aku pastikan dia tidak akan membutuhkan keluarga seperti kalian, karena aku akan memberikan dia keluarga yang diimpikannya," kata Archie merangkul pundak Ceyasa, Ceyasa yang dirangkul begitu langsung kaget, apalagi mendengar kata-kata Archie, entah kenapa perasaannya berubah menjadi perasaan yang belum pernah di rasakannya, hangat sekali rasanya dan sekarang malah jantungnya berdetak lebih keras hingga membuatnya tak bisa berkata apa-apa, hanya melihat wajah pria yang sekarang sudah resmi jadi suaminya.


"Kalau begitu kalian keluar, ini adalah rumah kami! pergi dari sini!" kata paman Ceyasa tampak tak bisa lagi menahan emosi karena istrinya diserang bertubi-tubi,

__ADS_1


"Tenang saja Paman, aku tidak punya keinginan untuk tinggal di sini lebih lama," kata Archie, " Ayo. "


Archie berjalan duluan, Ceyasa berjalan tertatih bersama dengan Nadia yang masih cukup syok dengan kejadian hari ini, tiba-tiba saja temannya menikah dengan seorang pangeran, iya benar! Ini bagaikan dalam dongeng, ah, kenapa bukan dia saja?


"Kau tahu siapa dia?" kata Nadia berbisik pada Ceyasa yang mungkin karena kesenangan dan lega, kakinya malah lebih terasa baikkan.


"Cendro," kata Ceyasa yang bingung apa yang ditanyakan oleh Nadia.


"Bodoh, bukan namanya, dia itu Pangeran tau, Pangeran yang ada di kerajaan di Ibu kota," kata Nadia.


Ceyasa memandang wajah Nadia yang serius mengatakan hal itu pada Ceyasa, namun Ceyasa hanya memandangnya tidak percaya, pria menyebalkan dan tak tahu malu itu mana mungkin seorang pangeran.


"Tadi saat kau membantuku, kau tidak jatuh tersungkur dan kepalamu terbentur, kan?" tanya Ceyasa cemas melihat temannya yang setia membantunya berjalan.


"Tidak, apa maksudmu?" tanya Nadia polos.


"Soalnya ucapanmu malam ini cukup tak masuk akal," kata Ceyasa lagi.


"Kau ini! benar tahu, dia itu Pangeran, lagi pula apa yang masuk akal hari ini, semuanya benar-benar tak masuk akal," kata Nadia lagi bersikeras.


"Ok, terserahlah," kata Ceyasa tak mau berdebat.


Mereka segera berjalan menuju ke arah helikopter Archie diparkirkan dan tak lama sampai di tengah desa yang sudah ramai dengan orang-orang yang ingin melihat Archie, mereka tambah terkejut melihat Ceyasa yang ada di belakangnya, apa yang terjadi?


Ceyasa yang melihat Nathan dan Carla yang menatapnya, Ceyasa segara berhenti sebentar, membuka gelang yang pernah diberikan Nathan untuknya, dia kira Nathan adalah pria penyelamatnya, tapi ternyata ….

__ADS_1


"Aku mau mengembalikan ini," kata Ceyasa.


__ADS_2