Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
233 - Inikah balasanmu setelah aku menolongmu.


__ADS_3

Archie menjejakkan kakiknya di depan istana pangerannya, dia segera masuk bersamaan dengan Gerald di belakangnya.


"Tanya Lusy dimana Ceyasa sekarang," kata Archie memerintahkan Gerald sambil berjalan menuju pintu utama istananya, pintu itu segera dibukakan dan dia segara memasuki istananya.


"Lusy bilang mereka sedang ada di taman belakang istana, " kata Gerald yang terus mengikuti langkah cepat Archie. Archie mengerutkan dahinya, untuk apa siang-siang seperti ini dia ada di sana.


"Sedang apa dia disana?" tanya Archie lagi.


"Sedang menemani Ibunda Ratu dan Nyonya Nakesha minum teh," kata Gerald yang kembali melihat apa yang dikirimkan oleh Lusy padanya.


"Benarkah?" kata Archie yang mendengar itu sedikit terkejut, namun dia sedikit tertawa kecil, membayangkan wanita itu harus duduk tegap dan bersikap kaku karena duduk bersama neneknya, dia jadi tak sabar melihat bagaimana Ceyasa sedang ditatar oleh neneknya.


"Ya, ini," kata Gerald menunjukan ponselnya, menampakkan foto Ceyasa yang duduk tegak dengan gayanya yang sangat tegang sedang duduk bersama ibu dan neneknya, melihat hal itu membuat Archie tertawa, pasti sekarang istrinya itu merasa sangat pegal harus bersikap sempurna seperti itu, padahal biasanya dia duduk di lantai sambil mengangkat satu kakinya, makan dengan mulut yang terbuka, sesuka hatinya.


"Kirimkan padaku, dia lucu sekali," kata Archie yang terlihat senang istrinya seperti itu, dia menyerahkan ponsel Gerald kembali dan segera melanjutkan perjalanannya menuju taman belakang istananya yang luas.


Dia segera mendekati pintu belakang kerajaannya yang terdiri dari kaca-kaca kecil yang tersusun, sebelum membuka pintu itu dia melirik ke arah bangku taman yang sekarang di duduki oleh Ibu, nenek dan istrinya, dari sana dia bisa melihat wajah Ceyasa yang tampak bingung juga tampak hanya diam saja, benar-benar mati kutu karena berhadapan langsung dengan neneknya, hal itu sekali lagi mengundang tawa Archie, sepertinya dia harus kembali menculik istrinya itu.

__ADS_1


"Gerald, pergilah ke istana utama, beritahu mereka aku ingin mengadakan pertemuan, ini perintah langsung dari Yang Mulia Raja, aku harus memberitahu Nenekku dulu, setelah itu kita akan mengurusi semuanya," kata Archie lagi melihat ke arah Gerald.


"Baiklah, Pangeran," kata Gerald memberikan sedikit salam lalu pergi meninggalkan Archie, sekali lagi Archie melirik ke arah istrinya, tampak begitu lugu dan polos disana membuatnya menjadi tak tahan untuk segera menemuinya, Archie segera membuka pintu belakang istananya, berjalan dengan gayanya yang sempurna menuju ke arah ketiga wanita yang hanya menatap indahnya kebun belakang.


Ceyasa hanya bisa mengerutkan dahi, pinggangnya terasa sangat panas dan ingin patah, bukan saja pinggangnya, pundaknya pun sudah pegal sekali, dia harus duduk tegak selama 1 jam terakhir ini, apalagi dia dilarang untuk menyenderkan tubuhnya, padahal dia sudah ingin sekali melemaskan punggung dan pinggangnya itu.


Ibunda Ratu mengajaknya untuk menikmati kebun belakang istana yang penuh dengan bunga, terlihat sangat indah apalagi hari sedang sangat cerah, matahari cukup ganas menyinari hari itu, siang ini terasa panas, untunglah ada payung yang menaungi mereka.


Ceyasa tak mengerti, kenapa Ibunda Ratu bisa menikmati acara minum teh ini begitu lama, tak ada yang diobrolkan, bahkan selama 1 jam Ceyasa sama sekali tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya memperhatikan bagaimana Ibunda Ratu Ayana meminum teh, tangannya sangat lentik hanya untuk meminum secangkir teh yang sama sekali tidak berkurang 1 jam ini, Ratu Ayana hanya meminumnya sedikit demi sedikit, Ibu Archie juga tampak mulai bosan, wajahnya tampak kusut jika melihat Ceyasa, namun tersenyum manis ketika Ibunda Ratu Ayana melihatnya, hal itu membuat Ceyasa lucu, namun tak kuasa bahkan untuk tersenyum.


Saat Ceyasa hampir melamun tiba-tiba dia melihat pintu belakang terbuka, menunjukkan sosok Archie yang berjalan ke arahnya, Ceyasa mengerutkan dahi namun cukup senang melihat suaminya itu berjalan begitu gagahnya, kenapa dia baru sadar Archie tampak begitu menarik jika berjalan seperti itu.


"Selamat Siang Ibunda Ratu, Selamat siang Ibu," kata Archie memberikan salam formalnya, Ibunda Ratu Ayana kaget melihat kedatangan cucu kesayangannya itu.


"Bangkitlah, bukannya Ceyasa menagatakan kau hari ini sedang bekerja?" tanya Ibunda Ratu Ayana yang merasa kenapa Archie sudah pulang pukul 11 seperti ini?


Archie bangkit, dia segera bergerak menedekati istrinya, awalnya meletakkan tangannya di sandaran kursi istrinya. Ceyasa melirik ke arah Archie dengan senyuman kecil.

__ADS_1


"Ya, Yang Mulia Raja ingin aku mengurusi sesuatu, ini tentang Suri dan Jared, Nenek, aku akan memimpin pertemuan di istana utama, bisakah Nenek datang juga ke sana agar aku bisa membicarakannya dengan baik di sana nantinya?" kata Archie memberitahukan neneknya, namun bersamaan dengan itu dia mengelus lembut punggung istrinya, tahu betapa tegangnya otot istrinya yang sudah duduk 1 jam dengan pose sempurna itu, mendapatkan elusan dari Archie, Ceyasa menatap suaminya yang hanya menatapnya sekilas dengan senyuman, Nakesha yang bisa melihat apa yang anaknya lakukan hanya senyum-senyum saja, seandainya Daihan ada di sini, dia pasti ingin dielus juga karena pinggannya juga sudah begitu kaku.


"Baiklah, kapan aku harus kesana?" tanya Ibunda Ratu Ayana.


"Sekarang, Ibu bisa bawa Nenek ke istana utama sekarang, masih ada yang harus aku katakan pada istriku sebelum aku memimpin pertemuannya," kata Archie dengan senyuman manisnya pada dua orang wanita yang sangat dia sayangi itu.


"Ya, tentu, tentu ibu bisa," kata Nakesha begitu semangat, akhirnya dia bisa berdiri dan sedikit melemaskan tubuhnya.


"Baiklah, jangan terlalu lama membuat orang menunggu," kata Ibunda Ratu Ayana melihat ke arah Archie dan Ceyasa, Ceyasa hanya bisa memberikan senyuman terpaksanya, Ibunda Ratu Ayana segera berdiri dan berjalan perlahan.


"Terima kasih," kata Nakesha mencubit pelan pipi anaknya, selalu dilakukannya bahkan hingga sekarang.


"Nakesha, temani aku," Suara Ibunda Ratu Ayana yang terdengar memanggil Nakesha.


"Iya, Ibu," kata Nakesha segera berjalan sedikit lebih cepat sambil memegangi pinggangnya yang pegal, umurnya lebih muda dari Ibunda Ratu, tapi kenapa Ibunda Ratu masih sangat betah duduk berlama-lama seperti itu, pikir Nakesha.


"Ugh, terima kasih," kata Ceyasa sesaat setelah memastikan Ibunda Ratu Ayana dan Nakesha sudah masuk ke dalam istana, dia mencubit pipi suaminya seperti yang Nakesha lakukan, namun dengan sedikit kekuatan, membuat Archie meringis.

__ADS_1


"Au, ini balasamu setelah aku menolongmu?" tanya Archie kesal melihat Ceyasa yang sekarang menyandarkan punggungnya, terasa sangat nyaman, Archie lalu duduk di tempat duduk ibunya tadi, di samping Ceyasa.


__ADS_2