
"Aku mengantikannya, dia tampak begitu lelah, tapi aku malah tertidur," kata Ceyasa yang masih tidak melepaskan genggaman tangannya pada Suri.
"Oh, benarkah? Ya, dia pasti sangat terpukul, hari ini seharusnya adalah hari pesta pertunangan mereka, Jared juga baru tahu tentang penyakit Suri, dia pasti sangat memikirkannya, terima kasih Ceyasa, kau sudah menyuruhnya untuk istirahat dan menjaga Suri," kata Bella lagi dengan senyuman keibuannya.
"Ya, tidak apa-apa Bi, kalau begitu ...." kata Ceyasa yang baru saja ingin melepas tangan Suri, ingin kembali ke kamarnya, takut Archie bangun tanpa dirinya di sampingnya, namun saat itu pula dia merasa pergerakan jari jemari Suri, Ceyasa mengerutkan dahi, melihat ke arah tangan Suri yang mulai bergerak.
Bella yang melihat wajah Ceyasa yang berubah juga segera melihat ke arah yang dilihat Ceyasa, dia kaget melihat jari jemari Suri yang bergerak. Ceyasa sedikit cemas, jangan-jangan Suri akan kembali kejang, karena itu dia segera berdiri dan memperhatikan seluruh keadaan Suri, Bella pun memperhatikan anaknya, dia segera memegangi tangan Suri.
"Suri?
" tanya Bella dengan suara yang sangat lembut, memanggil anaknya untuk bangun.
Mata Suri perlahan terbuka, membuat tangis Bella seketika pecah bersemu dengan senyum haru karena kebahagiaan. Ceyasa yang melihat hal itu pun hanya bisa tak percaya sekaligus bahagia melihat akhirnya Suri bisa sadar juga dari tidurnya yang cukup panjang.
Ceyasa yang melihat hal itu segera mendatangi Jared, menguncang sedikit tubuh pria itu agar dia tidak kaget, namun seberapa lembut pun Ceyasa membangunkan Jared, pria itu tetap saja terkaget hingga duduk, dia lalu melihat Ceyasa yang wajahnya sumringah.
"Suri sudah sadar," kata Ceyasa pada Jared, ingin secepatnya mengatakannya agar Jared bisa langsung ada di sisi Suri, pasti wanita itu mencari-cari sosok Jared.
"Benarkah?" kata Jared dengan wajah tak percaya, dia langsung terlonjak berdiri dan segera berjalan ke arah Suri denga buru-buru, melihat Suri yang sudah sepenuhnya membuka matanya, menatap ibunya yang ada di sisi kanannya, dan Jared yang berdiri di sisi kirinya, Ceyasa mengambil posisi di dekat kaki Suri.
"Hei, sudah bangun?" bisik Jared pada Suri yang tampak begitu bahagia melihat orang-orang yang dia sayangi, raut wajahnya tampak begitu cerah menatap mereka, Suri mengangguk pelan merespon pertanyaan Jared.
__ADS_1
"Mama akan membangunkan Papa, sebentar," kata Bella yang sebenarnya tak ingin meninggalkan sisi Suri namun tetap saja dia harus memberitahu Angga, melihat Suri seperti ini, Bella jadi tahu setiap detik itu sangat berharga, kita tak pernah tahu kapan seseorang tak lagi bisa kita ajak bicara.
Bella langsung pergi, Suri memperhatikan ibunya yang pergi hingga matanya menangkap sosok Ceyasa, dia lalu menatap Ceyasa, memberikan sedikit senyuman yang dia bisa, Ceyasa membalasnya dengan senyumannya. Ceyasa meninggalkan mereka berdua, tak ingin mengganggu momen Jared dan Suri.
"Bagaimana keadaanmu?@ "kata Jared lagi melihat ke arah Suri.
"Aku tidak apa-apa," kata Suri dengan suara serak, "Kau tidak tidur? " tanya Suri lagi melihat wajah tunangannya itu sangat kusut tapi tetap menutup ketampanannya.
"Tidur, aku tidur, tak perlu memikirkanku, sekarang kau yang harus dipikirkan, tolong jangan seperti ini lagi lain kali," kata Jared mencium tangan Suri.
"Aku kan hanya mengikuti kata-katamu, aku istirahat seharian bukan?" kata Suri sedikit ingin membuat tunangannya jangan berwajah begitu tegang.
"Tapi bukan begini caranya, tolong jangan buat aku cemas kembali," kata Jared lagi, melihat wajah cemas Jared yang sedikit kesal, Suri tersenyum manis.
"Papa?" kata Suri yang melihat wajah ayahnya yang sangat cemas itu.
"Bagaimana keadaanmu?" kata Angga langsung.
"Aku rasa aku tidak apa-apa, kenapa semua orang menanyakan itu? Aku hanya tidur," kata Suri yang tidak tahu betapa parah keadaannya kemarin, baginya dia hanya jatuh tertidur, dan tiba-tiba semuanya ada di sini, dia hanya merasa bermimpi bertemu Ceyasa yang mengatakan hal-hal tentang jangan menyerah, bahkan sekarang ingatan tentang itu sudah samar.
Semua orang yang mendengar itu hanya sedikit berwajah heran, apa Suri tidak ingat dia pingsan, tak merasakankah dia kejang sebelumnya.
__ADS_1
"Ya, Suri memang tak apa-apa, Suri hanya kelelahan," kata Bella dengan suara keibuannya mencoba untuk menghilangkan kerutan di wajah anaknya, membiarkan dia hanya berpikir dirinya tidak apa-apa.
"Bolehkah aku pulang sekarang, bukannya hari ini hari pesta pertunangan kita? Kalian belum membatalkannya kan?" tanya Suri menatap ibu dan ayahnya lalu berakhir pada Jared.
"Ya, tapi aku akan meminta Dokter untuk memeriksa dirimu, jika dokter sudah mengatakan kau boleh pulang, kita akan pulang," kata Jared melihat wajah memelas Suri, Jared melirik ke arah Angga, Angga hanya diam, tak tahu apakah Suri bisa pulang sekarang atau tidak, Angga lalu mengangguk.
Jared segera menekan tombol untuk memanggil dokter, setelah itu dia kembali ke sisi Suri yang tampak senang, dia terus menyunggingkan senyuman, saat bangun dan di kelilingi oleh orang-orang tercintanya, siapa yang tak akan bahagia.
"Sudah sadar?" tanya Archie yang tiba-tiba bergabung di sana, Ceyasa memang sengaja membangunkannya untuk melihat keadaan Suri.
"Kakak? Kau di sini juga?" kata Suri yang kanget, tapi sebenarnya dia harusnya sudah menebak, jika Ceyasa ada di sini, pasti Archie juga ada di sini.
"Ya," kata Archie seadanya, memeluk pinggang kecil Ceyasa yang berdiri di sampingnya.
Tak lama pintu ruangan itu terbuka, sekelompok dokter dan beberapa perawat langsung sigap masuk ke dalam ruangan itu, mereka berpikir yang terburuk kalau saja Suri kembali kejang, untungnya yang mereka lihat bahwa Suri sudah sadar. Semua orang mundur untuk memberikan ruang bagi petugas medis memeriksa keadaan Suri, apakah dia memang sudah membaik?
"Selamat pagi Putri Suri, apa yang Anda rasakan pagi ini?" kata kepala dokter itu pada Suri yang cukup bingung, karena yang lain tampak sibuk memeriksa tubuhnya.
"Aku merasa baik-baik saja," kata Suri menatap seorang petugas yang memeriksa tangannya yang lain seolah dia ingin mengambil darah Suri.
"Putri Suri, saya harus mengambil darah Anda untuk diperiksa pagi ini, maaf jika sedikit nyeri," kata dokter itu, dan bersamaan dengan itu dokter yang tadi memeriksa keadaan vena Suri segera menusukkan jarum suntik itu pada lipatan sikunya, membuat Suri sedikit meringis kesakitan, menatap kedua orang tuanya juga Jared yang hanya bisa diam melihat hal itu.
__ADS_1
"Apakah setelah ini aku boleh pulang?" tanya Suri yang tampak begitu tak betah ada di ranjang rumah sakit itu.