Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
38 - Setiap Bersamaku, Jadilah Dirimu Sendiri


__ADS_3

Jared menatap wajah Suri yang dihiasi senyuman kecut.


"Aku hanya marah dan bingung, kenapa dia harus pergi meninggalkanku? Apa salahku sampai dia tidak mengatakan apa pun  padaku dan pergi begitu saja," kata Suri menatap lautan yang sudah menggelap, lampu-lampu jalan di sekitar mereka mulai menggantikan cahaya matahari.


"Tak ada yang salah, dalam cinta tidak pernah ada kata salah karena semua hal terjadi di luar kontrol kita, bukannya cinta itu bisa mengalahkan logika? Bibiku sering berkata pada Jenny, bahkan seorang yang tergila-gila pada mawar tak akan pernah menyalahkan sang mawar ketika jarinya tertusuk begitu dalam," kata Jared terlihat menerawang jauh ke lautan luas tak berujung.


Suri tersenyum kembali mendengar kata-kata Jared, benar, cinta membutakan segalanya, bahkan salah dianggap benar dan yang benar belum tentu benar dalam cinta.


"Kau benar, aku hanya berharap dia segera kembali," kata Suri menatap lautan yang menggelap.


" Archie akan kembali, dia tidak akan pergi selamanya, jadi tersenyumlah, saat dia kembali kau harus terlihat secantik saat dia pergi hingga dia akan bahagia ketika melihat dirimu kembali, aku yakin dia juga merindukanmu," kata Jared lagi menatap Suri, mendengar itu persaan Suri menjadi tenang dan lega, ternyata dia memang hanya butuh orang yang memberikannya sebuah kata-kata pengharapan, walau pun belum tentu hal itu terjadi namun pengharapan itu benar-benar sangat di butuhkan Suri. Suri melirik ke arah Jared yang masih menatap lautan.


"Aku tidak tahu kau begitu mengerti tentang hal ini, apakah kau pernah jatuh cinta?" tanya Suri yang penasaran ternyata Jared begitu mengerti hati seorang wanita.


Jared tersenyum lebih lebar, dia melirik ke arah Suri, dia menggelengkan kepalanya perlahan.


"Aku dibesarkan oleh wanita yang menunjukkan aku arti cinta sebenarnya sejak aku kecil," kata Jared mengulas senyum manis, jauh dalam ingatannya bagaimana Bibinya membesarkannya dengan ketulusan dan kelembutan dan cinta yang penuh pengorbanan tanpa mengharap balasan apa pun.


Suri terdiam menatap senyuman manis dari Jared, baru kali ini melihat wajahnya terhiasi senyuman tulus itu, tentu saja langsung bisa membuat setiap wanita yang melihatnya terkesima.


"Mari berjalan di pantai sebelum pulang," kata Suri dengan nada sedikit ceria.

__ADS_1


Jared mendengar nada ceria itu sedikit senang, setidaknya dia sedikit berhasil membuat Suri tak semurung yang tadi. Suri mulai membuka high heel yang dipakainya, dia meletakkannya di atas kap mobil, lalu mulai berjalan, gaun panjang yang dipakainya tampak berkibar karena angin, dia melepaskan rambutnya yang dari tadi diikatnya membiarkan rambut panjangnya yang dibuat ikal itu berterbangan dengan bebas, Suri mengangkat tangannya tinggi-tinggi merasakan terpaan angin malam pantai itu, ingin membebaskan perasaanya sesaat, suara ombak malam itu terdengar lebih nyaring.


Jared mengikutinya dari belakang, mencium wangi lembut dari tubuh Suri yang diterbangkan angin sampai ke dirinya.


"ARCHIE BODOH! KENAPA MENINGGALKANKU?!" teriak Suri keras menghadap ke arah lautan yang luas, Jared yang  mendengar itu hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya, membiarkan Suri melampiaskan kekesalannya dan segala perasaannya, "ARCHIE! KAU BENAR-BENAR JAHAT!" teriak Suri lagi dengan segala emosi yang ada, bahkan dia sampai terengah-engah mengeluarkan emosinya. Suri lalu melirik Jared yang baru sampai di sampingnya sambil tersenyum puas.


"Tak apa sesekali tak harus jadi seorang putri kan?" tanya Suri tersenyum puas.


"Ya, setiap bersamaku, jadilah dirimu sendiri," kata Jared tersenyum.


Suri mendengar itu terdiam, menatap pria di sampingnya yang terlihat tulus tersenyum padanya, kata-kata Jared menyentuh hatinya yang dalam, namun dia segera mengalihkan perasaannya.


"Nenek pasti menghukumku jika mendengar aku mengucapkan  hal itu pada Archie," kata Suri dengan nada manja yang mengadu.


"Tidak ada nenek di sini, kau bebas mengatakan apa pun, aku tidak akan mengadukanmu," kata Jared lembut, lagi-lagi berhasil membuat terdiam karena kelembutan yang baru Suri dengar dari Jared, seolah-olah setiap kata-kata dari Jared membuat Suri terdiam dan menyentuh perasaannya.


"Terima kasih, rasanya aku sudah puas, perjalanan pulang akan lama bukan? ini sudah hampir malam, kita harus sampai di istana sebelum makan malam, Mama dan Papa akan cemas jika pulang terlalu lama," kata Suri dengan senyuman manis.


"Baiklah, tapi berjanjilah, tersenyum semanis itu pada Paman dan Bibi nantinya,"


"Baik," jawab Suri mempertahankan senyumannya.

__ADS_1


Jared mengangguk, mereka pergi berjalan ke arah mobil dan segera meninggalkan pantai itu. perjalanan mereka hanya dihabiskan dengan keheningan namun perasaan Suri jauh lebih lega dan saat mereka sampai, Bella yang sudah khawatir menunggu di depan pintu utama istananya.


Jared langsung membukakan pintu untuk Suri sesaat setelah dia memarkirkan mobilnya di depan pintu utama, Suri turun dan segera melihat ke arah ibunya yang tampak berwajah cemas, Suri segera berjalan ke arah ibunya dan langsung memeluknya, Bella yang tadinya cemas langsung bingung karena seminggu ini anaknya bahkan tak ingin melihatnya, mengurung diri di kamarnya.


"Ada apa? apa kau tidak apa-apa?” tanya Bella semakin cemas, ingin melepaskan pelukan Suri untuk melihat keadaan Suri, Bella berpikir terjadi sesuatu yang memperburuk keadaan Suri namun Suri semakin memeluknya erat.


"Tidak, tidak apa-apa Ma, maafkan aku Ma, aku sudah membuatmu cemas," kata Suri melepaskan pelukannya, mencoba tersenyum di depan Bella diantara air matanya. Suri menghapus air matanya dan tetap tersenyum.


Bella yang mendengar dan melihat senyuman Suri membuatnya cukup kaget dan hanya bisa terdiam, dia bingung apa yang sudah terjadi sampai anaknya seperti ini, Bella melirik ke arah Jared, Jared hanya tersenyum sedikit, hal itu tentu membuat Bella senang.


"Ma, aku lapar, kita makan ya," kata Suri lagi pada ibunya sambil tetap menghapus air matanya, hal itu juga membuat Bella semakin terkejut, sudah beberapa hari Suri tidak mau makan.


"Baiklah, ayo, kita semua masuk, Papamu sudah menunggu," kata Bella yang masih tidak percaya Jared bisa mengubah Suri seperti ini dengan sangat cepat.


Suri dan Bella berjalan di depan, sedangkan Jared berjalan di belakang mereka, mereka segera masuk ke dalam ruang makan di mana Angga sedang menunggu mereka.


Angga yang melihat ke arah istri dan anaknya yang saling tersenyum langsung mengerutkan dahi, melihat perubahan Suri itu yang membuat Angga cukup terdiam kaget.


"Ayo kita makan, Suri sudah lapar," ujar Bella, Angga hanya mengangguk walau pun wajahnya masih begitu terkejut, tak percaya anaknya berubah dengan sangat cepat.


Angga melirik ke arah Jared, Jared hanya memberikan salam dan segera duduk dikursinya, Angga segera melirik ke arah Bella, Bella hanya tersenyum, Angga tak ingin merusak suasana yang sudah tampak membaik itu, jadi dia putuskan untuk diam saja dan mereka makan bersama seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2