
Suasana ruangan Suri cukup remang, dia tampak tertidur di ranjangnya, di sebelahnya tampak seseorang yang juga tertidur, Bella sepertinya tidur di ruang yang lain, keadaan di sana tenang dan dingin, sangat menenangkan dan juga nyaman untuk pasiennya.
Seorang pria dengan penampilan seperti seorang dokter datang di ikuti 2 orang pria yang berbaju perawat melewati lorong ruangan menuju ruangan Suri, mereka menyerahkan kartu identitas pada penjaga Suri yang hanya melirik mereka sekilas dari balik masker.
"Buka maskernya," kata penjaga itu ingin melihat wajah para pria yang masuk ke lantai itu.
"Tidak bisa, saya sedang terserang flu, tak akan baik untuk keadaan Putri Suri," kata pria itu yang suaranya memang terdengar cukup serak.
Penjaga itu mengerutkan dahinya sejenak, melihat ke arah para pria yang seperti perawat itu.
"Mereka akan membantuku untuk memeriksa keadaan Putri Suri," kata dokter itu sambil sesekali batuk menandakan dia memang sedang terserang flu.
"Baiklah," kata penjaga itu, kedua penjaga itu memberikan jalan untuk dokter dan perawat itu.
Lorong itu kosong karena sekali lagi disterilkan hanya untuk merawat Suri, lampu lorong yang diaktifkan dengan gerakan, menyala saat mereka mulai menyusurinya membuat suasana sedikit mencekam, saat mereka sudah ada di depan pintu Suri, mereka saling memandang, dari mimik wajah mereka, mereka tampak menyeringaikan senyuman.
Pria yang mengaku dokter itu membuka pintu ruangan Suri, merasa ternyata untuk masuk ke dalam ruangan seorang putri sangat mudah, walaupun ada beberapa penjaga yang sekarang bahkan sudah tidak terlihat lagi tapi mereka sangat mudah untuk dikelabui, sama seperti saat mereka membuatnya pingsan di hotel kemarin cukup memakai identitas seorang pelayan yang mereka buat pingsan sebelumnya, dia bisa masuk ke dalam hotel itu dengan mudah, dan membuat Suri pingsan.
__ADS_1
Ruangan itu remang, dia bisa melihat seseorang yang tidur di atas ranjang rumah sakit, di sofa terlihat pria yang mereka asumsikan sebagai suaminya tertidur pulas bahkan ketika mereka masuk, pria itu bergeming dalam posisinya. Satu orang dari perawat itu seperti menjaga Jared yang tertidur di sana.
Mereka segera berjalan mendekati ranjang rawat Suri, saat mereka sampai di dekatnya, pria yang mengaku dokter itu segera memberikan sebuah kode untuk perawat yang ada di sampingnya, perawat itu langsung tahu dan segera mengeluarkan sebuah suntikan yang berisi cairan bening tak berwarna, dia segera menyerahkannya pada pria itu.
Dia membuka penutup jarum dari suntikan itu, segera menggenggamnya dengan posisi pasti, lalu segera menyibakkan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuh Suri.
Saat dia menyibakkan selimut itu, tiba-tiba tangannya yang memegang jarum suntik itu disambar dan segera pergelangan tangan pria itu tergenggam erat, jarum suntik yang dipengangnya jatuh karena eratnya genggaman yang rasanya mengoyak nadi dan meremukkan tulangnya, sosok yang tadinya mereka kira Suri itu langsung bangkit, sorot mata Jared tampak tajam melihat pria itu, dia bangkit dengan wajah penuh amarahnya, Dia tahu pria ini pasti ingin menyerang Suri karena dokter yang menangani Suri dan Suri sendiri bersama ibunya sudah dipindahkan ke tempat perlindungan khusus, jadi jika ada orang yang masuk ke ruangan ini, dia pasti ingin mencelakakan Suri.
Sedangkan pria yang mengaku dokter itu juga tak ingin menunggu lama, dia segera mencoba memukul Jared yang masih terduduk di ranjang itu, namun Jared yang sangat fokus melihat pria itu segera menangkap tinjunya, menarik kedua tangan pria itu dan segara membenturkan kepalanya ke kepala pria itu, pria itu lepas dari genggaman tangan Jared namun dia terhuyung ke belakang merasakan sakit di kepalanya.
Jared langsung berdiri dan tak menunggu untuk pria itu bersiap, Jared langsung melayangkan tinjunya pada rahang pria itu sehingga membuatnya telak terjatuh, tapi pria yang ditendang oleh Asisten Lin tadi segera ingin menyerang Jared dengan salah satu kursi yang ada di sana.
Jared yang melihat itu langsung mengelak, mundur beberapa langkah agar tidak terkena kursi itu, tapi pria itu terus menyerang membabi buta, Jared yang tersudut karena terhalang ranjang segera melengkungkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari sekali lagi ayunan kursi itu, namun dia melihat celahnya, pria itu dalam jangkauan tendangannya, tanpa pikir panjang lagi Jared langsung menendang keras pria itu hingga pria itu sampai mundur dan terjatuh karena kerasnya tendangan Jared.
__ADS_1
Baru saja Jared ingin bangkit, pria yang mengaku dokter itu segera ingin memukul Jared, untung saja dia segera mengelak, Jared melihat pria itu dia lalu sekali lagi memegang pergelangan tangan pria itu, menariknya lalu menendang belakang lutut pria itu hingga pria itu jatuh berlutut di lantai, Jared mengubah posisinya menarik tangan pria itu ke belakang dan menahan tangannya juga mengunci posisi pria itu sehingga pria itu tidak bisa lagi bergerak.
Jared melihat ke sekeliling, pria yang membawa kursi ingin kembali menyerang Jared, namun tiba-tiba terdengar letusan senjata, membuat pria itu terdiam seketika, Jared pun kaget melihatnya, Asisten Lin mengarahkan moncong senjata itu ke arah pria yang membawa kursi itu, di depannya pria perawat yang lain itu sudah dikuncinya, seolah menjadi tameng tubuhnya.
"Jatuhkah, tiarap!" kata Asisten Lin yang memang memiliki kemampuan militer, pria itu menjatuhkan kursinya dan mengangkat tangannya dan perlahan Tiarap di lantai, Asisten Lin segera melihat ke arah pintu, 2 penjaga yang memang di minta untuk menjaga di depan segera mengerti, mereka masuk dan menahan 2 orang berbaju perawat itu. Asisten Lin lalu menyerahkan pistol itu pada Jared dan menggantikan posisi Jared untuk menahan pria dokter itu.
"Siapa yang memerintahkanmu?" tanya Jared geram, Asisten Lin menekan tangan pria itu dengan sangat erat, membuatnya meringis kesakitan, Jared mendekati pria itu dan tetap mengacungkan pistol ke arahnya, dia berjongkok sebentar untuk memposisikan kepalanya agar sejajar dengan dokter itu, dia menggunakan ujung pistolnya untuk membuka masker pria itu, seorang dengan wajah sedikit bengis terlihat, wajahnya asing.
"Siapa kau?" tanya Jared lagi
"Aku tidak akan memberitahumu," kata pria itu walaupun sudah terjepit masih saja tersenyum, Jared benci mendengar hal itu, dia segera menodongkan pistolnya ke kepala pria itu.
"Siapa yang mengirimmu?" kata Jared lagi, kali ini dia sedikit berteriak.
__ADS_1
"Jika kau ingin membunuhku, bunuh saja, aku tidak akan memberitahu kalian," kata pria berumur setengah baya itu tampak menikmati suasana ini.