Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
45 - Kau Tak Boleh Seperti Ini.


__ADS_3

Jared baru saja tiba di istana itu, dia masuk ke dalam istana dari pintu samping, saat dia berjalan melewati ruang tengah yang di lengkapi dengan meja bar, dia melihat Suri sedang duduk di sana sendirian, dia mengerutkan dahinya, dia melihat jam yang tempampang besar di sana, ini masih jam 12 siang, apa yang dilakukan Suri di meja bar itu.


Jared mendekati Suri yang tampak menuang minuman ke gelas kecilnya, Jared segera duduk di samping Suri, melihat Suri dengan entengnya meminum minuman keras yang dituangkannya, Suri melirik ke arah Jared yang memandangnya dengan wajah cemas. Dia sedikit tersenyum mabuk.


Jared menatap wajah Suri yang tampak sedikit kacau, jejak hitam air mata ada di bawah matanya dan pipinya, pipinya memerah, matanya tampak sayu, senyumnya yang terus mengembang itu menandakan dia sudah cukup mabuk.


Suri kembali menuangkan minuman berwarna kuning keemasan itu ke gelas kristal kecilnya, saat dia ingin mengambilnya lagi, Jared segera menarik gelas itu. Suri yang melihat itu mengerutkan dahinya menatap Jared yang hanya melihat Suri dengan wajah dingin yang tenang.


"Itu punyaku," kata Suri terdengar mabuk. Bau alkohol menyengat keluar dari mulut Suri.


"Sudah berapa banyak yang kau minum?" tanya Jared membuang minuman keras itu ke sebuah tempat yang ada di sana, Jared juga menarik botol minuman yang tinggal terisi seperempatnya, Suri yang melihat hal itu sedikit kaget dan merasa sayang, dia ingin minum minuman itu.


"Aku ingin meminumnya," kata Suri manja dan mabuk mencoba menggapai botol minuman keras yang ada di tangan Jared.


"Tidak, kau tidak boleh minum lagi, ada apa denganmu?" kata Jared dengan wajah prihatin melihat Suri, wajah Suri terdiam, matanya yang memerah itu tampak mulai berair, berkaca-kaca dan tak lama untaian air mata lolos ke pipinya yang putih.


"Aku patah hati, kau tahu rasanya, rasa seperti ingin mati, rasanya seperti tak bisa bernapas karena sakit sekali, sangat sakit, tega sekali dia tidak mengatakan apa pun padaku, aku menuggunya siang dan malam dan saat aku bisa menghubunginya, dia hanya diam dan mematikan panggilanku! Menurutmu bagiamana?" racau Suri menggebu-gebu, menumpahkan segala perasaan di hatinya pada Jared yang hanya memandangnya, menunjukkan perhatiannya dari caranya memandang.


"Kau berhasil menghubunginya?" kata Jared lembut terlihat sangat tenang menangani Suri.

__ADS_1


"YA! Aku hampir gila karenanya, karena itu kembalikan minumanku," kata Suri sambil menyusupkan jari-jarinya ke rambutnya mencoba memegangi kepalanya yang sangat berat, tak tahu karena mabuk atau karena masalahnya.


"Tidak," kata Jared lagi.


"Kenapa kau begitu kejam? Aku ingin melupakan semuanya," Suri memelas.


"Bukan begini caranya Suri, jika orang tuamu melihat kau seperti ini mereka pasti sangat sedih," Jared memandang wajah Suri yang mencoba menahan kesadarannya lebih lama, mata Jared sendu penuh perhatian.


"Mama dan Papa sedang pergi, mereka tidak akan kembali sampai besok atau kapan lah, jadi tenang saja," kata Suri masih mencoba menggapai minuman itu.


"Tidak, sudah Suri, kau butuh istirahat, ayo aku akan mengantarmu ke kamarmu," kata Jared segera turun dari kursi bar, dia lalu mengarahkan Suri yang tampak berdiri pun sudah tak mampu, Jared yakin Suri sudah minum cukup banyak minuman keras itu, bahkan wangi tubuhnya juga sangat terasa alkoholnya.


Jared berjalan ke arah kamar Suri namun mendapati kamar itu terkunci, Jared tidak tahu kunci kamar Suri ada di mana, Suri pun sudah tidak lagi sadar hanya untuk ditanyai.


"Aku membencimu," racau Suri.


Jared yang melihat keadaan Suri merasa miris, bagaimana seorang putri yang cantik berakhir seperti ini, Jared lalu berjalan menuju kamarnya yang tidak terlalu jauh dari sana, membuka pintu dan merebahkan tubuh Suri di atas ranjangnya, Suri langsung mengeliat, mencoba mencari posisi nyamannya.


Jared langsung menyelimuti tubuh Suri yang tampak tidur dengan sangat nyaman, dia lalu segera mengambil handuk dan air hangat dari westafel kamarnya, mencelupkan handuk ke air hangat, lalu memera*snya hingga hampir kering dan segera mengelapkannya dengan sangat lembut ke wajah Suri yang tampak kacau.

__ADS_1


Sangat pelan dan halus dia membersihkan sisa sisa air mata dari wajah Suri agar Suri tidak terbangun, setelah dia selesai, dia membiarkan Suri terus tidur di ranjangnya, dia memutuskan untuk duduk di dekat ranjangnya sambil membaca buku.


Suri menggeliat merasakan gejolak di dalam perutnya yang seperti mengaduk-aduk perutnya, dia segera terduduk, membuat Jared yang duduk di dekatnya sedikit kaget karena Suri bangun tiba-tiba.


"Mual," kata Suri yang masih terlihat tak sadar, dari gayanya Jared tahu Suri akan muntah, dia melihat kesekitarnya, takut terlambat mencari wadah untuk Suri, dia mengambil handuk dan wadah air yang digunakannya untuk mengelap wajah Suri dan langsung menyerahkannya di depan mulut Suri, Jared duduk di depan Suri dan menahan wadah itu agar Suri bisa mengeluarkan semua yang sudah begejolak di perutnya dan untunglah Jared cepat melakukannya karna benar saja, Suri langsung memuntahkan semuanya, bau alkohol yang sangat menyengat terasa menyeruak.


Jared terus menahan tempat itu di depan wajah Suri, menatapnya dengan penuh perasaan, membiarkan Suri mengeluarkannya sampai selesai, setelah beberapa kali muntah dan cukup banyak akhirnya Suri tampak sudah selesai.


"Sudah?" tanya Jared lembut.


Suri mengangguk sambil menutup matanya, ternyata efek alkohol tak semenyenangkan yang dia kira, kepalanya pusing, perutnya mual dan sekarang muntah itu bukan hal yang enak. Jared mengelap sedikit bekas muntahan di sudut bibir Suri dengan handuk.


"Sebentar," kata Jared, Suri yang sudah tak bisa lagi berkata-kata dia hanya mengangguk-angguk.


Jared mengambil air hangat lalu membawanya untuk Suri, dia menyodorkannya pada bibir tipis, Suri lalu meminumnya, namun begitu dia menelannya, perutnya kembali mual dan langsung begejolak.


"Mau muntah lagi?" tanya Jared yang melihat tingkah Suri yang hendak kembali muntah. Suri mengangguk, Jared langsung mengambil tempat itu, sudah hampir penuh, dia melihat tempat sampah di sisi meja kerjanya, dia lalu segera mengambil itu dan meletakkannya di posisi untuk menampung muntahan Suri, dan Suri langsung membuang semua isi perutnya kembali, setelah dia selesai, dia langsung terlentang dan kembali tak sadarkan diri.


Jared kembali memakaikan Suri selimut, menutupi tubuh Suri agar dia lebih nyaman, jared lalu mengurusi semua yang di tinggalkan oleh Suri, membersihkan muntahan itu agar tidak meninggalkan bau yang tak menyenangkan di ruangan tidurnya saat Suri sadar nantinya. Setelah itu dia kembali duduk di kursi samping ranjang memandang tubuh Suri yang terlentang tak berdaya, menjaganya hingga Suri sadar nantinya.

__ADS_1


__ADS_2