
Jared masuk ke kamar Suri, sekali lagi melihat kamar itu kosong, mungkin Suri masih ada di dalam kamar mandi, suara air di kamar mandi itu sayup-sayup terdengar, Jared mencoba menunggu di depan pintu kamar mandi itu, namun walau sudah memunggu beberapa menit, dia tidak mendengar aktifitas apapun di dalam, bahkan airnya tetap saja hidup.
Saat Jared ingin mengetuk kamar mandi itu seorang dayang masuk dan mengantarkan nampan yang penuh dengan makanan untuk sarapan Suri, dia meletakkannya di meja dekat tempat tidur Suri.
"Permisi Tuan," pamit dayang itu, Jared hanya mengangguk dan dayang itu keluar dari ruangan Suri.
"Suri, makananmu sudah datang, jangan terlalu lama, nanti makananmu akan dingin," ujar Jared sambil mengetuk pintu kamar mandi Suri, namun anehnya tidak ada jawaban, air tetap saja terdengar mengalir deras, "Suri?" kata Jared lagi yang merasa ini sudah tidak biasanya, apa Suri kembali menggodanya? Tapi kalau terjadi apa-apa bagaimana? jadi Jared langsung memutuskan untuk membuka pintu kamar mandi itu.
Matanya langsung membesar, melihat tubuh Suri tergeletak di lantai kamar mandi yang dingin, air westafelnya terbuka, Jared langsung mematikan air itu dan segera melihat keadaan Suri, Suri tampak tidak sadar, dan dari hidungnya mengeluarkan darah segar yang mengalir ke bibirnya.
"Suri? Suri? bangunlah!" Jared mencoba menyadarkan Suri dengan menguncangkan tubuh Suri, dia juga beberapa kali memukul pipi Suri, namun Suri tak merespon, wajahnya bahkan tampak lebih pucat.
Jared yang melihat itu segera mengendong Suri, dengan cepat membawanya keluar dari kamar mandi yang terasa dingin dan lembab itu, dia juga langsung membawa Suri keluar dari kamarnya, mengendongnya menuju ke gerbang utama.
Bella yang baru saja mengantar kepergian Angga dan ingin masuk langsung kaget melihat Jared berlari mengendong tubuh Suri mendekatinya, Bella langsung terlihat cemas dan khawatir dengan keadaan Suri.
"Ada apa ini?" tanya Bella yang kaget melihat anaknya ada dalam gendongan Jared, mencoba melihat wajah anaknya.
"Dia pingsan, aku butuh mobil untuk membawanya ke rumah sakit sekarang," kata Jared lagi tak peduli dengan siapa dia berkata sekarang, pelayan yang ada di sana langsung mengangguk, dia segera bergegas untuk menyiapkan mobil.
Bella yang melihat anaknya terkulai lemas itu hanya bisa tampak begitu cemas, saat melihat hidung Suri yang berdarah, Bella bahkan rasanya ingin pingsan, namun dia mencoba untuk tegar dan tak panik.
__ADS_1
"Suri! Suri! bangun Nak! Bagaimana dia bisa begini?" tanya Bella lagi mengusap wajah Suri, mencoba membangunkannya, dengan tangan bergetar mengusap darah dari hidung anaknya dengan ibu jarinya.
"Dia aku temukan pingsan di kamar mandi, Ratu, maafkan aku kita harus cepat," kata Jared yang melihat sebuah mobil sudah di parkirkan di depan pintu utama.
"Ya, ya, aku harus ikut," kata Bella lagi, Jared hanya mengangguk lalu berjalan ke arah mobil itu, tubuh Suri dia letakkan di jok belakang mobil itu, kepala Suri diletakkan di atas paha ibunya, Jared langsung menyambar kunci yang di serahkan oleh supir itu.
"Tolong, kabarkan pada Yang Mulia," kata Bella pada Kepala urusan rumah tangga istananya.
"Baik Yang Mulia Ratu," kata Kepala urusan rumah tangga itu dan setelah dia melakukan itu, Jared langsung menginjak gas mobilnya, membawa mobil itu menuju rumah sakit yang bisa dia ingat.
---***---
Angga segera melewati beberapa orang penjaganya yang segaja di perintahkan untuk menjaga beberapa meter dari tempat anaknya, mensterilkan area tempat Suri di rawat, berjalan secepat mungkin hingga sampai di ruangan Suri.
Dia segera membuka pintu ruangan Suri itu sendiri, begitu dia membuka pintu, Bella dan Jared langsung melihat ke arahnya, Bella yang melihat suaminya datang langsung menghampirnya dan segera menumpahkan perasaannya di pelukan Angga, Angga memeluk Bella, menepuk pundaknya untuk menenangkan tubuh istirinya yang bergetar, menangis.
Mata Angga langsung terlihat nanar, melihat tubuh anaknya tampak berbaring dengan tenang di atas ranjangnya. Infus, selang oksigen terpasang di tubuh anaknya yang bahkan dari kecil belum pernah masuk ke rumah sakit sekali pun, Angga berjalan seraya tetap memeluk Bella, mendekati tubuh Suri yang tampak tertidur pulas, tak sadarkan diri.
Matanya yang biasanya tampak begitu tajam dan serius, kali ini memunculkan kesedihan, seberapa tegar pun dia, melihat anak satu-satunya seperti ini, dia pasti sangat khawatir dan sedih.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Angga pada Jared yang berdiri di belakangnya, tahu tak bisa berbicara pada Bella yang sedang sedih ini.
__ADS_1
"Dokter mengatakan keadaannya stabil, namun mereka sedang mencari apa penyakitnya, Suri sudah menjalani CT-Scan karena mereka takut ada benturan saat dia terjatuh di kamar mandi," Jawab Jared menjelaskan.
"Bagaimana dia bisa begini?" tanya Angga lagi.
"Tadi pagi aku melihatnya sudah sangat pucat, namun dia mengatakan dia sedang lelah, terlalu lelah karena memikirkan pesta untuk besok, aku pergi untuk meminta pelayan mengantarkan sarapan di kamarnya, saat aku kembali aku menemukan Suri sudah tergeletak di kamar mandi dan hidungnya berdarah," kata Jared menjelaskan apa yang terjadi.
Angga menarik napas mendengarkannya, terasa berat mendengarkan penjelasan dari Jared, dia lalu melihat kembali ke wajah anaknya yang tampak pucat.
"Asisten Lin, Panggilkan dokter, aku ingin berbicara dengannya dan tolong carikan berkas tentang riwayat penyakitku dan Archie, sekarang," kata Angga terasa sangat berat, tak percaya sepertinya anaknya juga harus merasakan efek dari penyakit itu.
Bella yang mendengar itu langsung mengangkat kepalanya, kaget dengan apa yang di katakan oleh Angga, apa mungkin Suri mengalami penyakit keturunan itu sekarang? kenapa harus sekarang di saat dia sedang senang-senangnya?
Bella menggeleng melihat ke arah Angga yang tampak juga sedih, namun Angga menjawabnya dengan anggukan.
Melihat itu Bella kembali menangis, tangisnya semakin tersedu hingga membuat Angga harus memeluknya lebih erat, mencoba untuk mengalirkan kesedihannya juga.
Kenapa anaknya harus merasakan penyakit mematikan ini juga? tapi untungya dia masih ada, begitu juga Archie.
"Jared, hubungi Archie sekarang juga, katakan aku ingin bertemu dengannya, aku minta dia datang sekarang!" kata Angga langsung, mereka sangat butuh darah Archie sekarang, mereka tak tahu kapan penyakit itu akan menjadi parah dan merusak seluruh organ Suri.
Jared yang mendengarkan itu hanya mengerutkan dahi, tak tahu kenapa harus ada Archie? namun dia tak bisa membantah,.dia segera melakukan perintah Angga untuk menghubungi Archie.
__ADS_1