Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
279 -


__ADS_3

Suasana malam masih begitu terasa, embun pagi pun belum turun sepenuhnya namun Rain sudah berdiri melihat taman yang dipenuhi bunga yang kembali segar karena titik-titik embun, di luar masih gelap, segelap hati Rain sekarang.


 


"Pagi Tuan Rain," kata Asisten Ken dengan wajah sedikit sungkan.


"Ada apa?" tanya Rain singkat, dia memegang kaca jendela ruangan tengah istananya yang terlalu megah untuk dia tinggali sendiri.


"Penculikan Nona Suri dan ibunya, gagal, kita terjebak dan 3 orang milik kita tertahan," kata Asisten Ken lemah, merasa tak becus dan malu karena gagal dalam misinya.


 


Rain diam, dia tidak bereaksi sedikit pun, tetap tegak melihat lurus ke luar jendela itu.


 


"Tapi ada kabar baik yang harus saya sampaikan, " kata Asisten Ken yang merasa kabar ini akan menjadi kabar baik untuk Rain.


"Apa?" tanya Rain, tetap saja tak tertarik melihat ke arah Asisten Ken.


"Pangeran Archie sudah siuman," kata Asisten Ken dengan wajah percaya diri.


 


Mendengar hal itu Rain mengerutkan dahinya, bagaimana hal seperti itu menjadi kabar baik untuk mereka, kalau Archie sadar, berarti ada 1 orang lagi yang akan menentang dirinya. dia mulai memalingkan mukanya, melirik ke arah Asisten Ken.


"Bagaimana itu bisa menjadi kabar baik untuk kita?" tanya Rain dengan wajah datarnya.


"Tentu Tuan, karena setelah Pangeran Archie siuman ternyata dia  mengalami amnesia retrograde," kata Asisten Ken tersenyum puas.

__ADS_1


"Amnesia?" tanya Rain membalikkan tubuhnya menatap Asisten Ken, wajahnya bertekuk.


"Ya, menurut laporan, saat dia bangun dia tidak ingat tentang yang terjadi 1 tahun ke belakang, jadi di ingatannya hanya sampai desember tahun lalu," kata Asisten Ken menjelaskan keadaan Archie.


"Apa mungkin begitu?" kata Rain yang sedikit ragu, terasa sedikit janggal baginya.


"Ya, diagnosa Pangeran Archie adalah memar otak, hal itu bisa memicu amnesia, dokter mengatakan bahwa hal ini memang sering terjadi," kata Asisten Ken yang melihat Rain tampak berpikir mendengar penjelasannya, "Tuan, dia bahkan tak tahu tentang Nona Ceyasa, Asistennya menanyakan tentang Ceyasa, dan dia tak mengenalnya sama sekali, dia juga tidak akan tahu tentang Anda," kata Asisten Ken lagi.


"Benarkah? Baguslah jika memang terjadi, biarkan saja dia seperti itu, lebih baik dia menjauh dari kita," kata Rain yang masih belum cukup percaya, dia merasa dia tak membutuhkan Archie, dan jika benar pria itu mengalami amnesia, hal itu akan menguntungkan dirinya untuk tetap memiliki Ceyasa, setidaknya saingannya berkurang satu, dan lebih baik untuk mereka menjauhi Archie.


 


"Tuan, Anda memiliki penyakit keturunan dari garis darah Anda, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa penyakit  keturunan itu hanya bisa diobati oleh orang yang sudah sembuh dari penyakit itu, dalam kasus ini adalah Tuan Angga dan Pangeran Archie, Anda tak mungkin mengambil darah Tuan Angga, harapan Anda hanya pada Pangeran Archie, dan begitu juga Tuan Angga, aku yakin bahwa Tuan Angga selama ini terus menjaga Pangeran Archie karena masalah penyakit itu, dia butuh darah Pangeran Archie untuk Nona Suri, ini adalah kesempatan kita untuk mendapatkan Pangeran Archie, kita akan memanfaatkan keadaan ini agar Pangeran Archie menjadi berpihak dengan kita, dengan kata lain, kita bisa mengusai hal yang paling penting untuk Tuan Angga dan juga bisa mendapatkan penawar untuk penyakit Anda, lagi pula Anda tak perlu khawatir dengan hal ini, Pangeran Archie tak akan mengusik Anda dengan Nona Ceyasa," kata Asisten Ken menjelaskan panjang lebar.


 


Rain yang sudah terduduk di sofa itu terdiam sejenak, apa yang dikatakan oleh Asisten Ken benar adanya, saat ini diri Archie juga sangat berharga, baik untuk dirinya maupun Angga, jika dia bisa membuat Archie berpihak padanya, maka Angga bahkan tak akan berani untuk melawannya, karena nyawa anaknya bergantung pada serum darah Archie, jadi pria itu tak akan berani ikut campur dalam urusannya. Namun, tentu Rain tidak bisa percaya begitu saja, dia masih cukup ragu apakah Archie benar-benar amnesia.


 


"Baik Tuan," kata Asisten Ken.


 


Asisten Ken segera menyiapkan mobil, dengan mantel cukup tebal  Rain berjalan dari istanannya, ini masih sangat dini hari, masih menunjukkan pukul 4 pagi, Rain membuang puntung rokoknya lalu dia segera masuk ke dalam mobilnya.


 


Mobil itu melaju cepat keluar dari areal istana itu, jalanan masih sangat sepi karena itu mereka bisa dengan cepat sampai ke rumah sakit milik Angga. Rain keluar setelah Asisten Ken membukakan pintu untuknya, Asisten Ken segera memimpin jalan untuk menuju ke ruangan Archie, namun baru saja dia menginjakkan kakinya di lantai ruang perawatan Archie, dia langsung dihadang oleh beberapa penjaga.

__ADS_1


 


"Anda tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam, perintah langsung dari Tuan Angga," kata penjaga itu memandang Rain dan Asisten Ken.


"Menurut sisilah keluarga, Pangeran Archie adalah keponakan langsung dari Yang Mulia Raja Rain, dia adalah anak dari kakak Yang Mulia Raja Rain, karena itu sebenarnya yang berhak pada diri Pangeran Archie adalah Yang Mulia Raja Rain," kata Asisten Ken menjelaskan pada kedua penjaga itu.


"Tapi kami tetap tidak mengizinkan Anda untuk masuk ke dalam, ini perintah langsung dari Tuan Angga selaku pemilik rumah sakit ini," kata penjaga itu menahan Rain kembali.


"Ini masih terlalu pagi untuk memulai suatu keributan," kata Rain santai namun Asisten Ken dan 2 penjaga yang di bawa oleh Rain menunjukkan pistol mereka dari balik jas yang mereka pakai, melihat hal itu, penjaga itu terlihat takut, "saranku, izinkan saja aku masuk.”


Penjaga itu segera menaikkan kedua tangannya, mereka cukup gentar meliaht 3 moncong senjata api yang mengerah ke mereka, Rain menaikkan sudut bibirnya, merasa senang bisa melewati mereka.


Mereka segera berjalan ke arah ruangan Archie, salah satu penjaga yang dibawa Rain menahan 2 orang penjaga yang tadinya menjaga ruangan Archie.


Suasana ruangan Archie remang namun hening, Archie sudah tak lagi memerlukan alat pemantau tanda vital, jadi dia hanya terlihat tidur di ranjangnya, Rain menarik kursi ke dekat ranjang Archie, mendengar suara tarikan kursi itu memuat tidur Archie terusik, dia segera membuka matanya, melihat ke arah pria-pria yang asing baginya.


 


"Kau siapa?" tanya Archie dengan suara serak, wajahnya tampak sedikit bingung melihat wajah Rain yang menyungingkan senyuman ramah, kesan pertama harus bagus bukan?


"Perkenalkan Yang Mulia Raja Rain, Beliau adalah pamanmu," kata Asisten Ken yang juga bersikap cukup ramah.


 


Archie mengerutkan dahinya, dia lalu menyeret tubuhnya mencoba untuk duduk, tak ada yang sakit dari tubuhnya kecuali kepalanya yang sedikit pusing.


"Aku tidak punya paman dengan nama Rain, dan bagaimana kau bisa jadi Raja, Bukannya yang menjadi Raja adalah Paman Angga?" tanya Archie yang matanya liar menatap orang-orang yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.


Rain diam, mengamati mimik wajah dan menganalisanya, dari mata Archie tampak rasa cemas dan ketakutan, dia sepertinya memang tak mengenali mereka, jika dia mengenali Rain, maka pancaran matanya akan terlihat kemarahan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2