Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
300 - Dialah yang berhak memutuskannya.


__ADS_3

Jared baru saja ingin masuk ke dalam selimut yang menutupi ranjangnya, Suri sudah tampak membaringkan tubuhnya, Jared tersenyum melihat istrinya yang juga tersenyum padanya, namun baru saja dia merebahkan tubuhnya untuk istirahat malam itu, tiba-tiba pintu kamar mereka terketuk, membuat Jared langsung kembali terduduk dan juga langsung melihat ke arah Suri yang juga penasaran siapa yang malam-malam begini mengetuk pintu kamar mereka.


"Tidurlah, aku akan melihatnya," kata Jared, Suri menjawabnya dengan anggukan, Jared lalu berjalan ke arah pintu kamar mereka, ketukan itu sekali lagi terdengar, mendengar ketukan yang berkali-kali rasanya ada hal penting yang harus dia tahu.


Jared membuka pintunya, dia melihat sosok Asisten Lin yang berdiri tegap, Asisten Lin menunjukkan wajah sungkannya karena sudah cukup malam untuk mengganggu.


"Ada apa?" tanya Jared pada Asisten Lin.


"Yang Mulia Raja ingin bertemu dengan Anda," kata Asisten Lin.


"Dengan Suri juga?" tanya Jared.


"Tidak, hanya Anda saja," kata Asisten Lin, yang wajahnya seperti mengisyaratkan sesuatu, Jared langsung mengerti, dia mengangguk.


"Baiklah, aku akan mengatakannya pada Suri setelah itu aku akan ke sana," kata Jared lagi.


"Baiklah, Yang Mulia menunggu di ruang kerjanya," kata Asisten Lin sekali lagi memberitahu, Jared mengangguk, dia lalu menutup pintu kamarnya, berjalan menuju kamar utama mereka, melihat istrinya masih setia menunggunya untuk kembali berada di sampingnya.


"Siapa?" tanya Suri melihat Jared yang berjalan menuju lemari mereka, hendak mengganti baju, tak mungkin menemui Angga dengan baju tidur seperti ini.


"Asisten Lin, ada yang harus aku bicarakan dengan ayahmu, aku akan pergi ke sana sebentar ya," kata Jared dengan senyuman manis, membuka satu persatu kancing baju tidurnya.


"E? ayah? Tapi sudah malam, ayah ingin berbicara apa?" tanya Suri yang sedikit mengerutkan dahi, dia tak ingin Jared mengikuti jejak ayahnya yang gila kerja itu.

__ADS_1


"Mungkin sedikit tentang pekerjaan atau kerajaan, aku belum tahu pasti," kata Jared dengan senyuman lembut melihat wajah istrinya yang mengerut.


"Tak bisakah kau menolaknya?" tanya Suri yang ingin tidur bersama suaminya.


"Menurutmu?" tanya Jared yang sedikit mengangkat alisnya sambil tersenyum karena melihat wajah manja istrinya itu muncul.


"Baiklah, usahakan secepat mungkin," pinta Suri sedikit memperbaiki bantalnya, kesal dengan ayahnya yang harus memanggil suaminya malam-malam begini.


"Iya, tidurlah dulu, jangan menungguku, aku akan segera kemari begitu ayahmu selesai memberitahuku apa yang ingin dia katakan," kata Jared yang baru saja selesai mengganti bajunya, dia berjalan menuju istrinya, mengecup singkat dahi Suri yang langsung disambut kalungan pelukan di lehernya oleh Suri, Jared menaikkan sedikit sudut bibirnya.


"Ciuman bibirnya mana?" tuntut Suri, mendengar itu Jared tertawa kecil, langsung melayangkan ciuman hangat di bibir Suri, padahal dia hanya ingin bertemu dengan ayah mertuanya, seperti akan pergi kemana saja, pikir Jared yang melihat tingkah manja istrinya itu.


"Baiklah, aku tidak enak dengan ayahmu jika dia menunggu  lebih lama," kata Jared menyudahi ciuman singkat itu, Suri bertampang cemberut namun dia segera melepaskan kalungan tangannya dari leher Jared, Jared melirik Suri sejenak, lalu segera keluar setelah melihat Suri tersenyum padanya.


Jared berdiri di depan ruang kerja Angga, Asisten Lin segera membukakannya, Jared mengangguk sejenak dan segera masuk ke dalam ruangan Angga, dia bisa melihat di sana ternyata bukan hanya Angga, ada Archie dan juga kepala dokter yang menangani penyakit Suri.


Jared segera berjalan menuju mereka, setelah memberikan salam dan dipersilakan duduk, Jared duduk di samping Angga, berdampingan dengan Archie, sedangkan dokter itu berada di depan mereka, di meja sudah tersedia beberapa berkas yang Jared tak tahu apa isinya.


"Apa Suri sudah tidur?" tanya Angga melirik ke arah Jared.


"Belum, mungkin sebentar lagi," kata Jared melirik Angga.


"Aku memanggilmu karena ingin membahas tentang masalah penyakit Suri, kita sudah melakukan penelitian tentang pengobatan penyakit Suri, dokter akan menjelaskannya," kata Angga yang tampak berwajah berpikir keras, Jared merasa mungkin ini kabar yang kurang bagus untuknya.

__ADS_1


"Ya, seperti yang sudah kami rencanakan, kami sudah melakukan sedikit penelitian untuk mencari obat penyakit Putri Suri, jalan terbaik yang bisa kami dapatkan adalah menggunakan darah Tuan Rain, dan kami sudah mendapatkan hasilnya," kata dokter itu gugup, dia menarik sejenak napasnya sebelum melanjutkan pembicaraanya.


"Lalu, bagaimana hasilnya?" tanya Jared yang tak sabar mendengarkannya.


"Penelitian ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, seharusnya kita melakukan lebih banyak lagi uji coba, tapi kita tidak punya waktu yang banyak, keadaan Putri Suri tidak bisa ditebak, jadi, kami melakukan beberapa uji coba dan hasilnya masih sedikit tidak memuaskan," kata dokter itu menjelaskan.


"Maksudnya?" gantian Archie yang merasa penasaran.


"Bisa dibilang, pengobatan ini tidak bisa menjamin seratus persen Putri Suri akan sembuh, hanya enam puluh persen saja," kata dokter itu lagi.


"Lalu empat puluh persen itu apa? hanya gagal kah? Atau apa?" tanya Archie, dia cukup menaruh perhatian dengan hal ini, selain Suri adalah adiknya, dia juga berharap penelitian ini memberikannya sedikit sececah harapan agar bisa memiliki anak nantinya, jika penelitian ini berhasil, dia tak perlu takut untuk memiliki anak.


"Karena kami harus menyuntikkan antigen dari darah Tuan Rain, Penyakit itu akan bereaksi parah seperti yang terjadi pada Raja Leonal, pendarahan akan terjadi cepat, dan jika kita tidak tepat waktu dan dosis untuk memasukkan serum dari darah Pangeran Archie, maka Putri Suri …. " kata dokter itu ragu.


Archie, Jared, dan Angga yang tadi duduk tegang dan mencondongkan tubuhnya ke arah dokter itu tampak lemas mendegarkan penjelasan akhir dari dokter itu, mereka serempak memundurkan tubuhnya, tanpa di katakan, mereka tahu akhirnya.


"Jadi artinya enam puluh persen Suri bisa sembuh, namun empat puluh persen lagi bisa dibilang malah memperburuk keadaannya,"  kata Angga melirik tajam pada dokter itu.


"Ya, begitu Yang Mulia, itu resiko yang harus kita ambil jika ingin melanjutkannya," kata dokter itu menatap satu persatu  mata yang sekarang tertuju padanya.


Angga tampak menujukkan wajah tertekan, begitu juga Jared, Archie pun tampak sedikit kecewa, enam puluh persen bukan lah angka yang tinggi, itu hanya sedikit dari lima puluh.


"Apa tidak lebih baik Paman dan Jared memberitahukan tentang hal ini pada Suri?" kata Archie lagi, melirik ke arah Angga dan Jared. Angga dan Jared memandang Archie bersamaan, "ini adalah hidupnya, tubuhnya, dia harus tahu apa yang terjadi padanya, dia juga yang akan menentukan apakah dia ingin disembuhkan dengan cara ini atau tidak, sebenarnya, kita tidak punya hak sama sekali untuk menentukan apakah kita akan melakukan hal ini atau tidak, Suri lah yang berhak memutuskannya," kata Archie lagi.

__ADS_1


__ADS_2