
Begitu pintu lift itu terbuka, Suri langsung masuk, wajahnya sangat kesal, Jared melihat itu hanya tertunduk tertawa, sedikit menyembunyikannya dari Suri.
Jared segera masuk, berdiri di samping Suri, namun Suri seolah ingin menghindar, dia mundur lebih ke belakang, melihat hal itu Jared kembali menahan senyumnya, ternyata Suri jika cemburu begitu lucu, pikirnya.
Perjalanan ke bawah mereka terkesan canggung, Suri tak berbicara sama sekali, saat Jared mundur beberapa langkah, Suri malah maju ke depan, seakan benar-benar tak ingin ada di dekat Jared, Jared hanya menikmati saat-saat yang menyenangkan ini.
Pintu lift terbuka, tanpa menunggu lama, Suri langsung berjalan, tak seperti biasanya, Suri kali tak berjalan dengan anggun, dia berjalan dengan cepat, membuat Jared sedikit kaget juga kesusahan mengejar wanitanya itu. tak menyangka ternyata Suri bisa berjalan begitu cepat.
Jared mencoba untuk menggapai tangan Suri, namun Suri yang sudah benar-benar dikuasai oleh rasa cemburu dan kesalnya, menghempaskan tangan Jared hingga tangan Jared terlepas dari tangannya. Jared yang mendapatkan perlakuan seperti itu langsung terhenti, kembali tersenyum manis, Suri benar-benar marah padanya ya?
Jared dengan segera mengejar Suri, tentu bagaimana pun cepatnya langkah kaki Suri yang pergi meninggalkan Jared, Jared tetap akan mudah mengejarnya, dengan cepat Jared menggapai tangan Suri, kali ini mengenggamnya dengan erat agar tak bisa terlepas, dan Jared langsung menarik Suri masuk ke dalam suatu ruangan yang tampak kosong dan untunglah ruangan itu benar-benar kosong.
Jared segera menarik tubuh Suri dalam dekapannya, Jared memposisikan dirinya bersandar di dinding ruangan itu, memeluk paksa Suri yang sekarang menempel pada dirinya, Suri yang melihat kelakuan Jared sedikit kaget, tak percaya pria ini bisa begini agresifnya. Jared benar-benar menahan Suri dalam pelukannya dengan erat.
"Lepaskan," kata Suri yang berontak manja dalam pelukan Jared, membuat Jared merasa Suri benar-benar menggoda.
"Bukannya kau ingin tahu jawabanku," kata Jared lagi terdengar lembut, membuat Suri menghentikan perlawanannya.
"Tentang apa?" kata Suri masih ketus dengan wajah yang menantang.
"Aku rindu padamu atau tidak?" ujar Jared lagi lembut tak terpancing.
__ADS_1
"Sudahlah, kau rindu saja dengan wanita itu, aku tidak peduli …." kata Suri yang sekali lagi mencoba untuk keluar dari pelukan Jared yang menahannya, dia masih cukup kesal dengan tingkah Jared, dari tadi Jared hanya tersenyum-senyum saja disaat Suri harus menahan rasa cemburu yang membakar jiwanya. Apa dia tak tahu rasanya cemburu?
Jared langsung mendekatkan wajahnya, menyentuh kembali bibir Suri dengan bibirnya yang terus menggodanya, Suri terdiam, entah kenapa tak menolak saat bibirnya bersentuhan dengan bibir Jared, padahal saat ini jelas-jelas dia sedang marah, dan Jared sama sekali tidak memaksanya, dia dapat dengan mudah melepaskan ciuman itu, namun seolah terpaku menikmatinya, Suri malah ingin terus merasakan kehangatnnya.
Jared melepas tubuh Suri, membiarkan wanita itu keluar dari dekapannya yang tadi memaksa, mencoba ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Suri, akankah dia pergi?
Namun bukannya pergi, Suri yang tadinya berontak ingin dilepaskan malah hanya berdiri di sana, menikmati ciuman mereka.
Jared merasa bahagia dengan reaksi Suri, ingin menciumnya lebih ganas, tapi dia segera melepaskan ciumannya sebelum dia tak bisa mengontrol dirinya untuk mencium Suri lebih dan lebih lagi, dia melihat wajah Suri yang seperti bisa memerah dan juga memejamkan mata, seolah menikmati detik demi detik sentuhan di bibirnya.
"Tolong jangan bilang kau tidak peduli, pedulilah, aku sudah menunggumu 18 tahun untukmu peduli padaku, melihatmu marah dan cemburu padaku adalah sebuah kebahagiaan untukku, karena itu artinya, sekarang aku ada di hatimu," kata Jared lembut sesaat setelah Suri membuka matanya, membuat Suri terpana mendengarkannya, jantungnya sekarang seakan ingin copot rasanya, ingin meledak keluar dari dadanya, mungkin detak jantungnya sudah terdengar oleh Jared.
Suri terus memandang Jared yang tersenyum sangat manis, kesal dan marahnya sudah hilang tak berjejak, hanya tinggal rasa sesak yang entah kenapa malah membuat Suri ketagihan, rasanya benar-benar tak bisa dilukiskan, dia lalu tersenyum bahagia, tanpa sadar dan hanya mengikuti rasa hatinya, dia segera memeluk Jared, Jared pun menerimanya dengan sangat bahagia, seolah di dunia ini mereka akhirnya menemukan surganya.
"Aku merasakannya selama ini, lagi pula ntuk apa cemburu? begitu lama menanti, tak mungkin aku mengkhianati, Suri, jadilah wanitaku," kata Jared lagi, membuat hati Suri berbunga-bunga seketika, sebuah kata-kata yang terdengar hanya rayuan murahan, namun bagi yang sedang penuh cinta, bisa membuat hari penuh warna.
Suri melepaskan pelukaannya, menatap dengan senyuman tersipu melihat wajah tampan Jared yang bahkan diam saja mampu menahlukan wanita, apalagi dengan senyuman manisnya itu, lagi pula, akhirnya, Jared memintanya untuk menjadi wanitanya, Suri tanpa ragu langsung mengangguk kuat.
"Ya," kata Suri malu-malu, seperti anak remaja yang baru merasakan cinta.
Ini juga pertama kalinya seorang pria memintanya menjadi wanitanya karena saar bersama Archie, dia tak pernah meminta Suri, hanya tiba-tiba saja merasa memiliki satu sama lainnya.
__ADS_1
"Apa sekarang kau masih ingin pulang dan tidur?" tanya Jared lagi dengan senyuman menggoda, tangannya langsung menggenggam tangan Suri.
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, membuat Jared dan Suri langsung kager seketika, seorang perawat wanita masuk dengan wajah bingung.
"Sedang apa kalian di sini?" tanya perawat wanita itu.
"Apakah ini poli kandungan? Aku dan istriku ingin memeriksakan kehamilan," ujar Jared langsung, membuat Suri sedikit kaget, kenapa berbicara seperti itu?
"Ya, tapi dokternya sedang tidak ada, sore baru buka, bukankah sudah ada pengumumannya di depan?" kata Perawat itu bingung.
"Oh, maaf, aku tak membacanya, kalau begitu kami akan datang nanti sore, permisi," kata Jared begitu tenang, Suri yang melihat tingkah Jared hanya tersenyum kecil, sedangkan perawat itu hanya diam, mendapatkan senyuman manis oleh pria tampan, untung saja dia tak pingsan.
Jared menarik Suri keluar dari ruangan itu dengan tawa kecil yang bahagia, Suri pun ikut tertawa karena tingkah Jared tadi.
"Ayo, kita pulang," kata Jared lagi.
"Ehm, bisakah kita tidak pulang?" kata Suri yang merasa masih ingin bersama Jared lebil lama.
"Bukannya kau sedang tak enak badan?" kata Jared sedikit menggoda Suri.
"Itu tadi karena kau membicarakan wanita lain, " ujar Suri sambil sedikit mencubit pipi Jared, Jared memasang wajah kesakitan sedikit, namun segera berubah tawa.
__ADS_1
"Baiklah, ayo pergi makan siang untuk kencan pertama kita," kata Jared lagi, membuat Suri sedikit tertawa.
"Baiklah," kata Suri lagi tak menyangka dari sebuah kehilangan, dia menemukan cinta yang penuh kebahagiaan.