Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
110 - Lenyapkan!


__ADS_3

"Kue apa yang dia maksud?" ujar Rain sesaat setelah dia bisa menenangkan dirinya, lalu teringat dengan kata-kata Ceyasa tadi.


"Oh, Nona Ceyasa membuatkan Anda kue ulang tahun," kata  Asisten Qie menjelaskan.


Rain sedikit kaget mendengarkan perkataan  Asisten Qie, dia sedikit mengerutkan dahinya, kalau Ceyasa membuatkannya kue ulang tahun, kenapa wanita itu tidak memberikannya padanya?


"Lalu? Kenapa tidak ada disini?" ujar Rain melirik ke arah Asisten Qie.


"Anda ingin memakannya? Bukannya Anda tidak suka makanan manis?" ujar  Asisten Qie mengerutkan dahi, mencoba memastikannya sekali lagi. Rain melirik tajam pada  Asisten Qie, membuat  Asisten Qie mengerti apa maksud Rain. "Bawa kue yang ada di dapur ke sini," ujar  Asisten Qie pada pelayan yang ada di sana.


Pelayan wanita yang ditunjuk oleh Asisten Qie segera berjalan ke arah dapur, dia dengan hati-hati membawakan kue tart sederhana itu pada Rain, saat kue itu diletakkan di depannya, Rain langsung menegapkan tubuhnya, kaget melihat bentuk kue yang ada di depannya, sama percis seperti yang dibuat oleh ibunya di dalam video itu.


"Nona Ceyasa membuatnya sejak pagi, dia memint izin untuk kembali melihat video itu tak menyangka dia membuat kue ini, tadinya dia ingin menyerahkannya, tapi saya mengatakan Anda tidak menyukai makanan manis apalagi saat sarapan, jadi dia mengatakan untuk membaginya saja pada yang lain," ujar  Asisten Qie menjelaskan pada Rain karena Asisten Qie tahu betul, Tuannya ini akan sakit jika memakan makanan manis pagi-pagi begini, bahkan kopi yang dia minum setiap pagi adalah kopi pahit.


Rain mendengarkan itu hanya diam, sedikit tak percaya gadis itu membuatkan replika kue ulang tahun yang sama percis dengan buatan ibunya. Rain mengambil sebuah sendok, dan dengan hati-hati mengambil sedikit kue yang ada di depannya itu dan lalu segera memakannya, Asisten Qie yang melihat itu segera membelalakkan matanya.


Rain mengunyahnya sekejab dan terdiam, bagaimana bisa dia membuat kue ini, rasa kue ini seketika membawanya terbang ke masa lalunya, saat-saat paling indah yang pernah ada di dunianya, Kue ini benar-benar seperti rasa yang dia ingat, tak halus, tak terlalu lembut malah sedikit lebih kasar dari kue-kue yang dijual di toko-toko kue ternama, namun itu pula ciri khasnya, sebuah kue yang dibuat oleh ibunya.

__ADS_1


Rain memandang kue itu lagi dengan tatapan nanar, sebuah tulisan yang terdiri dari krim berwarna biru tertulis,


*S**elamat ulang tahun Rain*,


tulisannya tak percis sama, namun benar-benar mengingatkan Rain pada momen terakhir dirinya bersama ibunya, Rain menggigit bibirnya, wajahnya tampak sendu, kue ini sukses membuatnya seorang Rain yang selalu terlihat tegas dan keras, menjadi sedikit melembut.


"Tuan, apakah Anda tidak apa-apa? apakah Anda butuh sesuatu? Apakah Anda mual?" tanya  Asisten Qie yang melihat Rain terdiam, gara-gara itu pula dia menjadi panik, jangan-jangan benar sekarang Tuannya menjadi sakit.


"Singkirkan kue ini, siapkan mobil," ujar  Asisten Qie yang panik dan ingin mendorong kue itu menjauh, namun dengan cepat tangannya digenggam oleh Rain, genggaman ciri khas Rain yang sangat erat, membuat  Asisten Qie langsung sedikit meringis ke sakitan, tatapan Rain sangat tajam, membuat  Asisten Qie langsung menunduk.


"Jangan ada yang berani menyingkirkan kue itu, itu milikku, simpan dan tak boleh ada yang menyentuhnya kecuali aku memintanya," ujar Rain tampak sangat serius, memandang sekitar membuat para pelayan dan penjaga yang ada di sana tertunduk.


Rain segera mengambil jas baru yang masih tertutup oleh plastik dari tangan pelayan yang dari tadi memegangnya,  Asisten Qie tak punya waktu untuk memperdulikan lengannya yang sakit, dia segera mengikuti Rain yang segera keluar dan memasuki mobilnya, dia tidak boleh membuat Tuannya semakin meninggi emosinya. Dan tak lama mobil mereka mulai bergerak keluar dari sana.


"Apa jadawalku hari ini?" tanya Rain pada  Asisten Qie yang duduk di bangku depan, seolah dia tak pernah melakukan apa pun tadi pada Asisten Qie, atau memang dia tak peduli.


"Hari ini belum ada perubahan sama sekali, hari ini kita akan melihat ruangan Anda di Hexan Corp, dan kita akan mulai berbisnis dengan mereka," ujar  Asisten Qie.

__ADS_1


"Baiklah, bagaimana dengan yang lain?"  kata Rain sedikit melirik ke arah keluar, melihat sosok yang mirip dengan Ceyasa yang baru saja mereka lalui, dia melihat ke arah belakang, memang itu Ceyasa, gadis itu tampak menyebrang jalan untuk pergi bekerja.


"Semuanya sesuai dengan keinginan kita, Tuan," kata  Asisten Qie.


"Apakah kalian sudah sudah mendapatkan informasi siapa orang yang menjaga Ceyasa?" kata Rain sambil menatap lurus dengan mata tajam, pandangannya menunjukkan dia sedang berpikir sesuatu.


"Belum Tuan, mereka benar-benar penjaga yang sangat profesional, sangat menjaga royalitas hingga tidak membuka mulut sedikitpun walaupun kita sudah menyiksa mereka, orang yang menjaga Nona Ceyasa, saya yakin bukanlah orang sembarangan hingga mampu mengerahkan penjaga yang begitu baik," ujar  Asisten Qie membenarkan kacamatanya lalu sedikit menggoyang-goyangkan tangan kanannya yang masih terasa pegal, namun sebisa mungkin menutupinya dari Rain.


Rain kembali memasang wajahnya yang tak ramah, tampak kekejaman di matanya yang tajam, siapa kira-kira yang memiliki cukup kuasa untuk bisa menjaga Ceyasa, namun bukannya tak ada yang tahu siapa sebenarnya Ceyasa itu, apakah jangan-jangan!


"Aku ingin kalian pastikan dengan baik, telusuri semua hal tentang Ceyasa, bahkan saat dia masih di desa, cari tahu juga tentang sahabatnya itu, aku ingin tahu siapa yang ada di baliknya sekarang?" kata Rain dengan suara bengis, sangat tidak suka ada orang yang akan menganggu dirinya nanti.


"Baik Tuan, aku akan segera mengirim orang-orang ke sana," ujar  Asisten Qie lagi dengan patuh.


"Pastikan tak akan ada penganggu, apalagi penghalang, aku ingin Ceyasa hanya untukku, akan ku tunjukkan padanya bagaimana rasa sakitnya kehilangan hingga tak bisa mencintai lagi," ujar Rain lagi menatap foto Ceyasa beberapa tahun lalu yang sekarang terpampang di layar ponselnya, matanya sedikit di sipitkannya, menggertakkan giginya dengan sangat kuat, seolah ada begitu banyak emosi yang terpendam, tak lama dia mematikan layar ponselnya.


"Baik Tuan, tentang para penjaganya, bagaimana?" kata  Asisten Qie lagi memperhatikan tuannya dari spion tengah mobilnya,  Asisten Qie kaget melihat mata Rain yang sangat tajam itu menatapnya juga dari cermin.

__ADS_1


"Leyapkan!" ujar rain lagi.


__ADS_2