
Jared tersenyum begitu senang melihat calon tuangannya itu begitu cantik malam ini, Archie memandang hal itu sejenak, dia lalu membuang pandangannya ke depan, menjaga sikap sebagai pria yang sudah beristri, itu memang aturannya.
Bella membawa Suri ke atas singgasana mereka, perlahan mendudukan anaknya dengan anggun di tempat duduknya baru dia beranjak dan duduk di samping suaminya. Senyuman penuh kebahagiaan terus terlihat di sana, walaupun Bella sempat kaget melihat siapa yang duduk di samping Jared.
Liam lalu melihat ke arah Angga, Angga mengangguk sedikit memberikan izin pada Liam untuk memulai acara ini.
"Baiklah, Izinkan saya sebagai perwakilan dari keluarga Downson untuk mengutarakan maksud kami datang malam ini kemari, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa Tuan Jofan sebagai wali dari Jared sudah menyampaikan keinginannya untuk meminang Suri, maka malam ini, kami datang untuk melanjutkan maksud dan keinginan itu kepada Yang Mulia Raja Angga, Kami ingin meminang Suri untuk Jared," kata Liam dengan perlahan dan hati-hati, suaranya yang berat dan berkharisma langsung membuat semua orang terpanah, bahkan Ibunda Ratu Ayana begitu kagum mendengar dan juga melihat sikap Liam itu.
"Baiklah, sebagaimana sudah diutarakan sebelumnya dan sudah Saya dan keluarga bicarakan, maka dengan ini kami menerima pinangan dari keluarga Downson untuk putri kami, Suri," kata Angga segera tak ingin membuang waktu lagi.
Mendengar itu semua orang mengembangkan senyuman senang mereka, bahkan Suri tak bisa menutupi rona bahagia yang begitu memancar di wajahnya.
Archie segera berdiri setelah senyuman itu hampir hilang, dia berjalan dengan ke arah Suri dan segera menjulurkan tangannya, bersikap seolah menajak Suri untuk mengikutinya, tangan Suri yang hangat menyentuh tangan Archie, sesaat semua orang di sana yang tahu sejarah hubungan mereka merasa tak nyaman, ada yang menahan napas, ada juga yang mengulum bibir mereka.
__ADS_1
Archie menatap wajah Suri yang tampak bersinar dibawah cahaya lampu, secantik yang dia ingat dulu, dulu dia selalu ingin ada di posisi Jared yang sudah berdiri di bawah singgasana itu, menunggu Suri untuk datang padanya, menyatukan cinta yang sudah bersemi begitu lama, namun semuanya tak mungkin terjadi dan tak akan pernah terjadi. Archie tersenyum, ternyata tak seperti dugaannya saat pertama kali mendengarkan kabar bahwa dia harus menyerahkan Suri pada Jared, perasaan itu tidak buruk sama sekali.
Suri berdiri dengan perlahan, sangat anggun dengan semua gerak-geriknya, Archie memegang tangannya setinggi bahunya, membawa Suri perlahan menuruni singgasana itu menuju ke arah Jared yang sudah tersenyum menanti kedatangannya. Archie melihat hanya menatap wajah Jared yang tampak bahagia, ternyata bagaimana pun, cinta akan kembali ke tempatnya.
"Aku menyerahkan adikku padamu agar kau jaga dan kau cintai seumur hidupmu," ujar Archie sesuai dengan kata-kata yang harus dia katakan sebelum menyerahkan Suri, Jared tersenyum lalu mengangguk mantap, Suri yang mendengar itu sedikit melirik ke arah Archie yang hanya menatap lurus ke arah Jared, dia tersenyum sedikit mendengarnya.
Archie segera menyerahkan tangan Suri yang langsung disambut oleh Jared, semua orang yang melihat itu langsung bisa bernapas lega, Jared mencium tangan Suri sejenak sebelum Suri pindah ke sampingnya.
Tugas Archie belum selesai, dia lalu berjalan mengambil bantalan kecil dari tangan Jenny, berisi dua cincin yang akan mereka gunakan dalam pertunangan ini, Archie segera menyodorkan cincin itu pada Jared dan Suri.
"Ini cincin pernikahan ibu dan ayahku, aku akan menyerahkannya padamu, semoga cinta kita seperti mereka, hanya terpisahkan oleh maut," kata Jared langsung, Suri yang mendengarkannya tersenyum manis, baru kali ini merasa Jared mengatakan sesuatu yang sangat indah untuknya.
Setelah itu Suri lalu mengambil cincin pria yang ada di bantal itu, dan menggunakannya pada tangan Jared, dan semua orang bertepuk tangan dengan bahagia, acara pertuangan ini akhirnya selesai dengan sangat mulus, tak lama namun cukup membuat semua dapat merasakan kebahagiaannya.
Jared langsung mencium dahi Suri, mereka lalu memberikan salam formal mereka yang pertama sebagai pasangan resmi kerajaan.
"Bangkitlah, dengan ini kami sudah menerima Jared sebagai bagian dari keluarga kerajaan kami, pertuangan ini akan segera diumumkan," kata Angga lagi.
"Pesta pertunangan akan diadakan 3 hari dari sekarang, bagaimana? apakah keluarga Downson setuju?" kali ini Bella yang menjelaskan, karena ini memang tugasnya.
__ADS_1
"Baiklah, kami setuju Yang Mulia," kata Aurora membalas dengan senyuman bahagia.
"Baiklah, aku rasa acara formal untuk pertunangan ini bisa kita selesaikan, kalian sudah boleh memberikan ucapan selamat," izin Angga pada semua orang di ruangan itu, dan semua orang mulai berdiri, meninggalkan kesan kaku nan formal setelah Angga mengatakan hal itu, mereka mendekati pasangan yang sedang berbahagia, memberikan mereka selamat dengan rona kebahagiaan yang terpancar.
Archie sedikit menjauh, ponselnya bergetar, melihat ke arah layarnya, Gerald yang meneleponnya.
"Halo?" kata Archie.
"Maaf Yang Mulia, Nona Ceyasa sudah siap, kami sudah ada di istana utama," kata Gerald memberitahukan keadaan.
"Baiklah, bawa dia ke ruang membaca, aku akan ke sana sebentar lagi," kata Archie.
"Baik Yang Mulia," kata Gerald segera mematikan panggilan itu.
Archie segera berjalan menuju ke arah Angga dan Bella, dia lalu memberikan hormat formalnya.
"Bangkitlah," kata Angga langsung bahkan sebelum Archie selesai memberikan hormat formalnya.
"Saya ingin permisi terlebih dahulu untuk menjemput istri saya," kata Archie dengan kesopanan dan tata kramanya.
Bella dan Angga mengerutkan dahinya namun mereka tak kuasa untuk menolak hal itu, jadi Angga hanya mengangguk dan mengizinkan Archie untuk keluar dari ruangan itu, Archie segera keluar, Bella hanya menatap Archie pergi dari sana, sepertinya momen bahagia ini akan berakhir lebih cepat.
Archie keluar dari ruang pertemuan itu, berjalan dengan cepat menuju ke arah ruangan membaca tak ingin membuat Ceyasa merasa tak nyaman ada di ruangan itu, Archie segera membuka pintu ruang membaca dan langsung terdiam saat melihat ke arah wanita yang sedang duduk di salah sofa di sana.
__ADS_1
Archie terdiam, matanya tak bisa berhenti melihat wajah Ceyasa yang duduk dengan anggunnya di sana, Lusy yang mengajarinya bagaimana duduk ala seorang putri, Archie bahkan hampir tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa menunjukkan wajah kaget dan tak percaya, mulutnya bahkan terbuka melihat perubahan ini, Ceyasa kali ini sangat berbeda.