Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
145 - (A-A) Beristirahatlah Hari Ini.


__ADS_3

Archie berdiri di depan pintu ruangan Angga yang tertutup rapat, di depannya  Asisten Lin berdiri dengan sikap formalnya, suatu pertanda bahwa Gerald tak bisa masuk ke dalam ruangan itu.


"Selamat pagi Pangeran Archie," kata  Asisten Lin memberikan penghormatan, sedikit menundukkan kepalanya.


"Selamat Pagi," kata Archie sedikit membalas salam  Asisten Lin padanya.


"Yang Mulia Raja sudah menunggu Anda, silakan masuk," kata  Asisten Lin segera membukan salah satu daun pintu ruangan Angga itu, Gerald sigap membukakan daun pintu yang lainnya, membuka pintu itu selebar mungkin untuk Archie masuk.


Melihat pintu itu terbuka, Archie segera melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu, memandang lurus mendapati pamannya yang dengan serius duduk di ujung ruangan di meja kerjanya yang besar.


Begitu pintu itu terbuka, fokus Angga berubah, dia segera melihat ke arah pintu itu, setelah Archie masuk pintu itu langsung ditutup oleh  Asisten Lin dan Gerald, mereka menunggu di luar menjaga agar ruangan itu tidak dimasuki siapa pun, Archie segera memberikan salam formalnya yang sempurna.


"Bangkitlah, duduklah di sana, aku ingin berbicara padamu," ujar Angga  menunjuk meja rapat kerja kecil yang ada di bagian samping ruangan Angga, dekat dengan jendela besar ruangan itu yang berbentuk melengkung dengan kaca-kaca kecil yang membentuk gambaran burung merak yang indah.


Archie tak mengeluarkan sedikit pun kata-kata, hanya sedikit mengangguk lalu berjalan ke arah meja itu dan langsung mengambil tempat duduk di tempat dia biasa duduk, duduk dengan tegap sempurna, dia tahu bagaimana perfeksionisnya pamannya ini, masalah kesopanan adalah masalah nomor satu baginya.


Tak lama Angga menyudahi pekerjaannya, dia segera berdiri dan berjalan menuju meja itu, namun dia tidak duduk di tempat duduk biasanya, dia hanya berjalan dan berdiri  di samping Archie yang duduk dengan melihat ke arah kaca yang menyuguhkan pemandangan taman istana dengan segala keindahannya, wajahnya yang matang itu terlihat sedikit tertimpa cahaya matahari yang masuk dari kaca itu, tak dipungkiri, usianya sudah setengah abad namun tetap saja mempesona.


"Kau tahu aku membangun sendiri perusahaan Hexan Corp. dari nol hingga sekarang bisa berdiri kokoh," kata Angga dengan suara berat dan ciri khasnya yang terdengar datar tak bernada.


"Ya, Paman," kata Archie menatap lurus, tak berani untuk melihat pamannya yang sekarang berdiri tepat di sampingnya. Angga lalu mengalihkan pandangannya pada Archie yang masih bergeming.

__ADS_1


"Ada apa?" kata Angga, cukup bijak untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, pengalaman dan waktu mengajarkannya untuk bertambah bijak menghadapi masalah, bukan hanya dengan emosi saja.


"Maafkan aku Paman, tapi aku menolak investasi dari Tuan Rain," kata Archie tanpa basa basi, tahu benar pamannya tak suka dengan penjelasan yang tak perlu.


"Aku sudah mendengar hal itu, apa alasanmu menolaknya?" tanya Angga lagi melirik ke arah keponakannya yang bersikap sempurna, bahkan tak melihatnya, menatap lurus dengan wajah serius.


"Dia ingin berinvestasi namun tidak sesuai dengan visi dan misi perusahaan kita," kata Archie lagi, tangannya yang dia letakkan di atas pahanya, tampak mengepal sedikit, pamannya ini, entah kenapa punya aura yang mengintimidasi walaupun hanya dari suaranya saja.


"Benarkah?" kata Angga lagi sekarang segera duduk di tempatnya, ingin melihat bagaimana ekspresi Archie sebenarnya.


"Iya," kata Archie mantap, dia melihat ke arah pamannya dengan matanya yang menatap serius.


"Ya, dia menawarkan 3 Trilliun untuk perusahaan kita, namun dia menawarkannya bukan karena kinerja perusahaan kita, namun karena …. " kata Archie terdiam, tak mungkin dia mengatakan bahwa antara dia dan Rain memiliki masalah pribadi dan menyangkut seorang wanita, pamannya tak akan mentolerir itu.


"Karena apa?" kata Angga mengerutkan dahinya.


"Sebuah urusan pribadi yang tidak menyangkut sama sekali dengan pekerjaan, karena itu saya harus menolaknya, bukankah paman sendiri yang mengatakan padaku, bahwa jika memang ada sesuatu hal yang tidak sesuai, walaupun harus kehilangan segalanya, kita harus menolaknya dan tak mengambil keuntungan apapun," kata Archie dengan tatapan tajam pada Angga.


Angga menangkap tatapan itu, melihat keteguhan hati dan keseriusan Archie, Angga sedikit menangkat sudut bibirnya, membuat Archie sedikit kaget, seumur hidup, melihat pamannya tersenyum padanya adalah hal yang sangat jarang, bahkan dia tak ingat kapan terakhir kalinya pamannya tersenyum padanya.


"Baiklah, aku mengerti alasanmu dan aku terima itu, kau sudah boleh keluar," kata Angga merasa puas, dia sudah membesarkan Archie dengan baik.

__ADS_1


"Baik Paman, terima kasih," kata Archie berdiri, memberikan salamnya sedikit lalu segera meninggalkan pamannya.


"Archie," sapa Angga lagi, membuat Archie segera berhenti.


"Ya, Paman," kata Archie lagi membalikkan tubuhnya.


"Beristirhatlah, hari ini tak perlu pergi ke perusahaan, aku akan memanggilmu lagi nanti," kata Angga lagi menatap Archie,


Archie sedikit kaget, apa ini artinya dia tak lagi menjadi CEO perusahaan itu? apakah ini artinya dia diberhentikan secara halus? namun bertanya begitu adalah hal yang tak baik, jadi mau tak mau Archie hanya menelan segala tanya itu, dia kembali memberikan salam hormatnya, dan berjalan keluar dari ruangan Angga.


Gerald yang melihat Archie keluar dengan wajahnya yang tampak kusut itu tahu apa yang terjadi, di dalam pikirannya sudah bisa menebak, pasti ada hal yang  tak baik yang terjadi di dalam.


"Pangeran, jadwal Anda .... " kata Gerald memberitahukan jadwal Archie sambil mengejar Archie yang berjalan begitu cepat keluar dari istana, seakan benar-benar sudah tak ingin ada di istana itu.


"Kita akan kembali East Park," kata Archie yang segera masuk ke dalam mobilnya yang terparkir di depan istana utama itu, membuat Gerald mengerutkan dahinya, kenapa ke east park, bukannya dia punya banyak pekerjaan di perusahaan? Namun Gerald tak bertanya sampai mereka semua ada di dalam mobil dan mobil itu melaju.


"Tapi bagaimana dengan pekerajaan Anda hari ini? " tanya Gerald yang melihat wajah Archie yang tampak begitu tak enak dilihat.


"Yang Mulia Raja memerintahkanku untuk tidak perlu datang ke perusahaan, dia akan memanggilku lagi jika dia perlu," kata Archie kesusahan mengeluarkan kata-kata itu, menelan rasa kecewanya, perasaannya kesal, marah, semuanya bercampur jadi satu, namun apa yang mau dikata, semua juga sudah terjadi. dia hanya bisa menggertakkan giginya, Gerald pun tak berani bertanya sekarang karena melihat raut wajah Archie yang seperti itu, lebih baik diam dulu untuk sementara waktu.


"Kita pulang ke East Park, " ujar Gerald dengan lemah pada supir yang sudah menunggu kemana dia harus membawa mobil ini, mobil melaju ke East Park dan suasana dalam mobil itu terasa sangat kelabu.

__ADS_1


__ADS_2