Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
272 - Apa Hubungan Jofan Dan Ceyasa?


__ADS_3

Gerald baru saja membersihkan tubuhnya, dia memang tinggal di rumah sakit ini untuk terus menjaga dan juga memantau keadaan Archie namun hingga detik ini, keadaan Archie tidak menunjukkan perbaikan yang berarti, pria itu masih saja rapat menutup matanya.


Gerald juga dari kemarin mencoba untuk menghubungi Asisten Lin demi bisa bertemu dengan Angga, namun Asisten Lin tak membalas panggilannya, dia hanya mengatakan bahwa Yang Mulia sedang tidak bisa diganggu karena adanya masalah Suri, karena itu dia berpikir untuk mencoba lagi menemuinya hari ini.


Gerald baru saja menarik kursi ke dekat ranjang Archie, suara alat pantau keadaan vital Archie seperti sudah menjadi dendangan lagu yang biasa bagi Gerald, saat dia baru saja duduk, tiba-tiba pintu kamar Archie diketuk seseorang membuatnya harus bangkit kembali walaupun malas.


Dia langsung membuka pintunya, melihat Asisten Lin yang terlihat tegang, Gerald mengerutkan dahinya, kenapa wajah Asisten Lin begitu ketat pagi-pagi seperti ini.


"Tuan Angga ingin bertemu denganmu di ruangannya, dia memintamu untuk membawa hasil rekaman itu," kata Asisten Lin langsung saja tak ingin membuang waktu.


"Baiklah," kata Gerald pada Asisten Lin, dia segera berjalan ke arah kamarnya, mengambil flashdisk yang ada di dalam tasnya dan segera berjalan keluar, sejenak melihat keadaan Archie, mencoba memastikan Archie aman untuk sekedar ditinggal sebentar, dan dia segera keluar dan berjalan mengikuti Asisten Lin berjalan menuju ruangan Angga.


Asisten Lin membuka pintu ruangan itu, Gerald melihat atmosfir ruangan itu penuh dengan ketegangan, ternyata bukan hanya Asisten Lin yang pagi-pagi sudah berwajah ketat, bahkan Angga lebih ketat wajahnya, Jared pun terlihat tegang, ada apa ini? pikir Gerald namun dia tak berani untuk berbicara.


"Selamat pagi Yang Mulia Raja," kata Gerald memberikan salam formalnya.


"Bangkitlah, mulai sekarang tak perlu melakukan hal itu padaku, karena aku bukan lagi seorang Raja," kata Angga melihat ke arah Gerald yang perlahan menaikkan tubuhnya, mendengar hal itu bukan hanya Gerald yang kaget, Jared yang belum tahu keadaannya pun langsung mengerutkan kedua alisnya dengan sangat dalam.


"Ada yang harus aku bicarakan dengan kalian semua di sini, duduklah," kata Angga lagi mempersilakan Gerald untuk duduk, dia duduk di samping dokter, tak pantas duduk bersama dengan Jared yang notabene sekarang adalah posisinya ada di atasnya.

__ADS_1


"Yang Mulia, ehm, maksud saya Tuan, ini rekaman yang Anda minta aku membawakannya," kata Gerald menyerahkan Flashdisk itu pada Angga, Angga yang melihat hal itu langsung melirik ke arah Asisten Lin, Asisten Lin dengan sigap mengambilnya lalu membawanya ke meja kerja Angga, mencoba untuk membuka apa isi yang ada di dalamnya.


"Kau tahu Rain sudah bebas bukan?" tanya Angga menatap ke arah Gerald.


"Ya Tuan," kata Gerald langsung tegang mendengar nama itu.


"Dia juga sudah berhasil masuk ke dalam istana dan merebut tahta dariku," kata Angga berusaha hati-hati dan perlahan untuk menjelaskannya agar Gerald dan juga Jared mengerti.


"Bagaimana bisa?" tanya Jared yang mewakili pemikiran ketiga orang yang mendengarkan hal itu.


"Dia menyerahkan bukti bahwa dia adalah anak dari Raja Leonal, Raja sebelum diriku, dia adik dari ayah Archie dengan kata lain, Rain adalah paman kandung Archie," kata Angga dengan sangat serius.


"Sial!" kata Gerald yang keceplosan, dia sangat kesal dengan pria itu, karena pria itu Archie dan dirinya harus seperti ini.


Mendengar umpatan Gerald, semua orang melihat ke arahnya, dia benar-benar keceplosan mengatakan hal itu, karena itu saat dia sadar, dia jadi kikuk sendiri.


"Maaf Tuan," kata Gerald langsung mengendurkan tubuhnya.


"Karena itu aku sudah tidak bisa lagi memimpin Istana, selain itu dia sepertinya memang sengaja untuk mengambil tahtaku untuk bisa mengeluarkan Ceyasa dari tempat perlindungannya, mereka sudah membawanya tadi malam, aku rasa seseorang sudah masuk ke dalam kediaman kalian dan sengaja membuat Suri pingsan dan memanfaatkan keadaannya sehingga aku tidak fokus pada Ceyasa dan dia melancarkan aksinya," kata Angga lagi kembali serius. Menatap semua mata yang melihatnya juga dengan serius, "Namun kemunculannya juga menjadi kabar baik untuk Suri," kata Angga melihat Jared yang sudah tampak menahan emosinya mengetahui bahwa ada orang yang sengaja mencelakakan istrinya. Gerald pun yang mendengar hal itu menggenggam tangannya erat, dirinya terlambat.

__ADS_1


"Apa maksud Anda?" tanya Jared pada Angga, Angga melirik ke arah dokter itu, tahu bahwa Angga ingin dia menjelaskannya


"Kami sedang meneliti tentang bagaimana caranya agar penyakit Nona Suri bisa disembuhkan dengan cara memberikannya darah keturunan yang belum terkontaminasi dengan antibodi apapun, berharap darah itu akan menganas dan mengaktifkan sifat alami penyakit itu hingga setelahnya dia bisa diobati dengan serum dari pangeran Archie, dan kemarin dengan dalih untuk tes DNA kami berhasil mendapatkan sampel darah dari Tuan Rain, tapi seperti yang tadi saya sampaikan, kita butuh lebih banyak darahnya untuk bisa mengaktifkan penyakit itu dari tubuh Nona Suri," kata dokter itu menjelaskan, ternyata ada hal baik yang dibawa Rain.


"Karena itu kita juga harus menjaganya tetap hidup untuk mendapatkan darahnya bagi Suri," kata Angga menatap Jared yang tampak serius berpikir sekarang.


"Baiklah, aku siap untuk melakukannya," kata Jared yang siap bertaruh apapun untuk mendapatkan darah Rain untuk Suri, "tapi apa hubungannya pamanku dan Ceyasa?" tanya Jared lagi, masih ada satu pertanyaan yang menganjal di pikirannya, mendengar itu Gerald melihat ke arah Jared, memiringkan sedikit kepalanya, Tuan Jofan dan Ceyasa?


"Kita akan tahu setelah ini," kata Angga memberikan gestur untuk Asisten Lin, Asisten Lin segera menayangkan apa yang sudah ada di dalam laptopnya, memproyeksikannya di layar yang ada di depan Angga, lampu ruangan itu sedikit di redupkan oleh Asisten Lin dan semua yang ada di dalam ruangan itu menonton sesi hipnotis itu.


Ketika Angga mendengarkan nama Jendral Indra tersebut, dia langsung membesarkan matanya, dia segera memberikan gestur untuk menghentikan hal itu, sepertinya apa yang dia sangka benar adanya.


Jared dan Gerald segera melihat ke arah Angga, masih tidak menyangka apa yang mereka lihat tadi, bagaimana ada orang yang tega ingin membunuh anak 3 tahun?


Angga kembali tampak berpikir, tak ada yang bisa menebak apa yang ada di kepalanya sekarang.


"Aku dan Archie sudah membahas tentang Jendral Indra, dan kami belum menemukan apa pun tentang hal itu," kata Gerald memberikan laporan pada Angga.


"Jendral Indra adalah orang kepercayaan dari mantan perdana menteri Abraham Downson," kata Angga melirik ke arah Jared, Jared langsung mengerutkan dahinya mendengar nama kakeknya disebut, Angga lalu melirik ke arah Asisten Lin yang langsung tahu apa yang harus dia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2