Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
58 - Kau Bukan Tipeku.


__ADS_3

Mungkin karena masih bingung dan juga cemas, Ceyasa tidak terlalu memperhatikan apa yang dikatakan di sekitarnya, tapi saat mereka sudah cukup santai seperti ini, dia baru kaget mendengar Gerald memanggil Archie Pangeran, sebenarnya siapa pria di depannya ini? apa dia benar-benar pangeran?


Ceyasa pernah mendengar bahwa negara mereka pernah dipimpin oleh kerajaan namun sekarang sudah tidak lagi memerintah, namun keluarga kerajaan tetap saja ada dan menjadi salah satu keluarga yang paling dihormati dan terkaya di negara mereka, kalau memang Archie adalah seorang Pangeran di kerajaan itu, berarti dia bukan orang sembarangan, berarti selama ini orang yang dia selalu marahi dan bahkan dia pukul, adalah seorang Pangeran. Apakah dia akan dihukum gara-gara ini? mata Ceyasa membesar memikirkan hal itu.


"Kenapa kau memandangku seperti itu?" tanya Archie serius melirik ke arah Ceyasa.


"Ah, tidak, tidak, ehm … aku ingin tanya, kau benar-benar pangeran?" tanya Ceyasa yang masih tidak percaya, masa pria yang menyebalkan dan tak tahu malu seperti ini adalah pangeran.


Archie terus melirik ke arah Ceyasa, Gerald yang melihat hal itu segera mengambil alih, gadis ini benar-benar tak tahu bahwa dengan siapa sekarang dia berurusan.


"Nona, Ini adalah Yang Mulia Pangeran Archie Audra Huxley, beliau adalah Pangeran Mahkota kerajaan Negara Kita," kata Gerald memperkenalkan secara formal.


"Jadi kau benar-benar pangeran dan kau bukan Cendro?" kata Ceyasa yang kaget mendengar nama asli Archie, Ceyasa bahkan kesusahan mengingat nama lengkapnya, di surat pernikahan mereka dia menikah dengan Cendro, jadi siapa yang dinikahi oleh Ceyasa sebenarnya, pria ini atau siapa? Ah dia tidak ingin tambah pusing, yang pasti dia ingin bercerai.


"Iya, aku Pangeran, kenapa? apa karena itu kau tidak ingin bercerai?" kata Archie sedikit ketus, menyulut rasa kesal Ceyasa, ternyata tak peduli namanya Cendro ataupun Archie, dia tetap saja menyebalkan.


"Siapa yang tidak ingin bercerai, bahkan sekarang aku ingin menagih janji padamu, Pangeran," kata Ceyasa tak takut, dia malah menekan kata-kata Pangeran pada Archie, membuat Archie dan Gerald terdiam, Wanita ini berani sekali bahkan setelah mengetahui siapa Archie sebenarnya dia tidak takut untuk mengejek Archie, pikir Gerald, Archie pun berpikir seperti itu, namun hal itu malah membuat Archie tersenyum tipis, biasanya semua wanita akan segera takut dengan statusnya, tapi tidak dengan gadis aneh ini.

__ADS_1


Archie mengadahkan tangannya ke samping, Gerald langsung tanggap, dia menyerahkan pena untuk Archie, Archie segera menandatangi surat cerai mereka sambil terus melirik ke arah Ceyasa dengan senyum tipisnya, Ceyasa hanya menatapnya dengan serius, seolah tak takut, mau pria ini pangeran, raja, bahkan presiden sekali pun, dia tak akan takut, toh dia tidak salah, pikir Ceyasa.


Archie menyerahkan surat cerai yang sudah di tanda tanganinya, Ceyasa melihat itu dan segera mengambilnya, membacanya dengan seksama, itu benar-benar surat cerai, Ceyasa tampak sumringah, dia lalu mengambil pena yang ada di meja, dan segera menandatanganinya dengan semangat.


Ceyasa menyerahkan surat itu setelah di tanda tanganinya, Gerald segera melihatnya, dan semua selesai.


"Baiklah, Petugas catatan sipil mengatakan bahwa dia hanya memasukkan data kalian secara offline, besok dia akan memasukkannya setelah dia kembali ke kantor catatan sipil yang ada di pulau seberang, data pernikahan kalian akan dimasukkan paling lama 3 hari kerja, setelah itu aku baru bisa memproses data perceraian ini, jika mengajukan pembatalan pernikahan, hak wali akan kembali pada paman dan bibi Anda, jadi aku harap Anda sabar untuk menerima surat percerian Anda," kata Gerald menjelaskan.


"Baiklah, tidak masalah," kata Ceyasa sumringah, namun senyumannya sedikit pudar saat dia memikirkan, apa yang harus dia lakukan di Ibu kota, bahkan sehelai pakaian pun tak dibawanya, dia hanya membawa kartu identitasnya saja. Archie menangkap hal itu.


"Ada apa?" tanya Archie melihat wajah Ceyasa yang berubah.


"Selama aku masih menjadi suami palsumu, aku akan bertanggung jawab padamu, itu berarti satu minggu ini aku akan menyiapkan semua hal yang kau butuhkan," kata Archie enteng, soal seperti ini baginya tak ada apa-apanya. Dia menyandarkan tubuhnya lagi ke sofanya yang empuk.


"Tidak, aku tidak mau, bahkan uang yang kau berikan saja akan ku ganti," kata Ceyasa, egonya tak lagi mengizinkan dirinya merepotkan semua orang.


"Bagaimana kau menggantinya? Kau yakin bisa?" tanya Archie memandang serius pada Ceyasa. Ceyasa tampak berpikir, ya, uang lima ratus juta, bahkan melihatnya saja Ceyasa belum pernah, tapi bagaimana dia akan membayarnya.

__ADS_1


"Aku akan cari perkerjaan, perlahan-lahan aku kembalikan," kata Ceyasa sebenarnya cukup ragu, pekerjaan apa yang bisa mengantarkannya mendapatkan uang begitu banyak.


"Kau ini terlalu bodoh atau terlalu polos, mencari pekerjaan di Ibu kota itu tidak seenak bekerja di desa, sudah, aku tidak ingin jadi orang yang tidak bertanggung jawab," kata Archie tersenyum sedikit meremehkan, namun yang dikatakannya benar, hidup di Ibu kota tak segampang hidup di desa kecil Ceyasa. Ceyasa hanya bsia diam, tak adakah caranya agar dia lepas dari pria ini saja.


"Gerald, setelah kita sampai di Ibu kota, bawa dia ke rumah sakit, sediakan rumahku yang ada di East Park, bawa dia kesana setelah dia selesai dari rumah sakit," kata Archie memerintahkan Gerald.


"Baik, Pangeran," kata Gerald langsung mencatat semua perintah Archie.


"Ehm … apa kita akan tinggal bersama?" tanya Ceyasa pada Archie sungkan.


"Kita suami istri, tentu akan tinggal bersama," kata Archie yang tiba-tiba muncul ide jahil di kepalanya. Ceyasa menatap itu kaget. Dia tak mau lagi tinggal bersama dengan pria meyebalkan ini.


"Tidak, aku tidak ingin tinggal lagi bersamamu, " kata Ceyasa yang takut Archie malah mencari keuntungan dengannya karena status mereka.


"Jadi kau mau tinggal dimana? memangnya di sana ada orang yang akan berbaik hati memberikanmu tumpangan? kau pikir Ibu kota seperti di desamu," kata Archie lagi dengan suara mengejek. Benar juga, pikir Ceyasa lagi.


"Tapi jangan macam-macam padaku! aku hanya menumpang sampai surat cerai itu keluar," kata Ceyasa lagi memperingatkan Archie dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


"Kalau aku ingin macam-macam padamu, sudah aku lakukan dari dulu, lagi pula kau bukan tipeku, badanmu terlalu gemuk dan dadamu rata," kata Archie blak-blakan.


Ceyasa kaget dan langsung melihat ke arah dadanya, Ceyasa kesal gara-gara itu, bagaimana pria tak tahu malu ini mengatakan hal itu di depan semua orang, di sekitar mereka hanya ada pria, penjaga dan juga Gerald, dan hanya Ceyasa yang wanita yang ada di sana, mereka yang mendengar hal itu terlihat pura-pura tak mendengar dengan sikap salah tingkah mereka, mana berani mereka  memprotes Pangerannya.


__ADS_2