Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
267 - Bukankah dia selalu menang?


__ADS_3

"Jaga dia dan darah itu hingga ke tempat yang aman," bisik Angga, Asisten Lin mengangguk, jika benar Rain adalah keturunan Raja Leonal, maka dia akan memiliki darah yang dibutuhkan oleh Angga, dan semoga saja itu memang benar terjadi.


Semua orang di ruangan itu tetap tegang, tak tahu harus bagaimana? haruskan mereka tetap patuh pada Angga, namun pria ini menunjukkan semua bukti sah bahwa dia adalah seorang raja. Sedangkan Angga dan Rain hanya mempertahankan sorot mata mereka yang tajam.


"Kepala Menteri utama?" suara Rain menggelegar sekali lagi membuat bulu kudung bergidik ngeri.


"Saya Yang Mulia," kata Kepala Menteri istana.


"Aku sudah menyerahkan semua bukti autentik yang menyatakan aku adalah keturunan langsung Raja Leonal, apa aku harus menunggu tes DNA untuk mendapatkan tahtaku?" tanya Rain menatap kepala menteri istananya yang tampak takut padanya.


"Menurut peraturan istana, jika seseorang sudah bisa menunjukkan bukti asli bahwa dirinya adalah keturunan raja sebelumnya, dengan kata lain di sini adalah bukti lencana kerajaannya, maka dia sudah diakui sebagai raja," kata kepala Menteri istana, memang begitu tertulis di peraturan kerajaan, sayangnya tak ada yang memperbaharui hukum itu dengan menambahkan tes DNA untuk menentukan garis keturunan, sehingga  peraturan kuno itu masih digunakan hingga sekarang.


"Jadi! Para menteri istana! Siapa yang berhak untuk menduduki tahta kekuasaan kerajaan Winsdor?" kata Rain menggelegar di ruang tamu istana ini, berdiri dengan gayanya yang angkuh, berjalan mendekati Angga yang hanya memandanginya dengan sangat tajam, semua orang yang ada di ruangan itu tampak menunduk. Perebutan masalah kekuasaan seperti ini sudah lama sekali tidak terjadi.


"Anda Yang Mulia Raja Rain Arthur Huxley," serempak suara pada menteri kerajaan memberikan jawaban pada Rain. Rain tampak menaikkan sudut bibirnya, berhenti tak jauh dari hadapan Angga, tampak sangat menikmati hal ini, melihat kekalahan Angga yang menurutnya sangat menghibur.


"Kau dengar, akulah raja di istana ini sekarang, sayang sekali keluargamu sudah keluar dari istana ini 3 generasi sebelum dirimu, dan kau juga sudah membuat janji bahwa kau akan memberikan kekuasaanmu sebagai raja jika memang Archie sudah sanggup untuk diberikan tanggung jawab untuk menjadi Raja, namun saat ini ada aku, aku adalah anak sah dari Raja Leonal yang membuat Archie menjadi pewaris dengan urutan kedua, dan sekarang aku  sudah siap, maka kau harus menyerahkan kedudukanmu pada diriku," kata Rain lagi membalas tatapan tajam ke arah Angga.


Angga tak bisa mengatakan apapun, sialnya dia memang pernah mengatakan hal itu, dan perjanjiannya itu memang ada saat dekralasi dirinya sebagai raja, kali ini dia tak bisa melakukan apapun, dia harus menyerahkan posisinya sekarang pada pria arogan ini.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menyerahkannya padamu, kita akan segera memberikan pengumuman dan juga acara penobatanmu," kata Angga lagi tampak tak gentar.


"Tidak perlu, dari awal aku tidak punya tujuan sama sekali untuk dikenal sebagai seorang raja, hanya saja keadaan yang memaksaku untuk masuk ke dalam istana, jadi aku tidak ingin dilakukan acara penobatan, cepat atau lambat semua orang juga akan tahu bahwa akulah Rajanya di sini, Sepupu, " kata Rain lagi menatap tajam pada Angga, sekali lagi mengembangkan senyuman sinis yang sangat menakutkan.


"Lalu apa maumu?" kata Angga.


"Tak ada, aku perintahkan sebagai Raja yang resmi dari Kerajaan Winsdor, bahwa hanya keturunan langsung dari Raja Leonal yang boleh memasuki dan tinggal di kerajaan ini, karena itu aku minta pada yang tak memiliki hubungan dengan Raja Leonal untuk keluar dari kerajaan ini paling lama malam ini," kata Rain menggema, membuat semua orang yang ada di sana kaget, mereka melihat ke arah Angga yang hanya bisa diam, Daihan pun kaget mendengarnya.


"Baik Yang Mulia Raja," kata para menteri, penjaga, dan juga kepala pelayan yang ada di sana.


"Aku harap kau tidak sakit hati, kau hanya terlalu mengusik kepentinganku, baiklah, senang bertemu dengamu, Angga," kata Rain yang sangat berani mengatakan hal itu, dia perlahan berbarik dengan gayanya seolah mengejek, Angga yang merasa cukup dipermalukan segera membalikkan tubuhnya, pergi dengan segala emosi yang ada, bahkan seluruh penjaga yang biasanya memberikan hormat padanya hanya memandang kepergiannya.


Angga segera melangkahkan kakinya menuju Istana pangeran, ingin menjemput istrinya, dia tak ingin Bella bertemu dengan Rain, dia harus menjauhkan seluruh keluarganya dari pria yang sangat licik itu, Angga segera mengambil ponselnya dan menelepon Asisten Lin.


"Sepertinya kalian harus berpisah dengan Archie," kata Angga sejenak berhenti, Daihan mengerutkan dahinya.


"Kenapa?" kata Daihan.


"Dia keturunan langsung Raja Leonal, kau dengar tadi, hanya keturunan langsung Raja Leonal yang boleh tinggal di sini, dia harus tinggal di sini," kata Angga.

__ADS_1


"Nakesha tak akan setuju dengan itu, saat dia bangun, kita akan membicarakannya, dimana dia akan tinggal, hanya dia yang akan memutuskannya," kata Daihan menatap Angga. Angga melihat tatapan tajam Daihan hanya bisa mengangguk kecil.


"Ya, kita harus cepat keluar dari sini, percayalah, kau pasti tak ingin membuat keluargamu  berdekatan dengan pria seperti dia," kata Angga.


"Ya, baiklah," kata Daihan.


Mereka segera menuju ke istana pangeran untuk menjemput Bella dan Nakesha, Bella dan Nakesha yang tak tahu apa-apa sedikit terkejut karena Angga dan Daihan meminta mereka untuk segera membereskan barang-barang mereka untuk segera pindah dari istana itu.


"Ada apa?" tanya Bella yang baru saja keluar dari kamar Ibunda Ratu Ayana.


"Jangan bertanya, ikuti saja perintahku, kita pergi dari sini sekarang," kata Angga lagi menatap ke tajam pada Bella, melihat hal itu Bella hanya mengangguk, pasti ada masalah serius hingga Angga seperti ini.


---****---


Rain hanya menatap Angga dari jendela lantai 2 istananya, tampak Angga sedang membukakan pintu untuk Bella, Bella masuk ke dalam mobilnya dengan segera, Angga memandang sejenak ke arah istana yang sudah dipimpinnya lebih dari 20 tahun itu, saat matanya memperhatikan dia menangkap sosok Rain yang sedang mengamatinya dari jendela, mata mereka beradu, namun Angga segera memutari mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya, tak lama mobil mereka pergi dari sana.


"Tuan, mereka sudah pindah, hanya tinggal Ibunda Ratu Ayana yang tinggal di sini," kata Asisten Ken memberikan informasi kepada Rain.


"Nenek tua itu tak ada apa-apanya, biarkan saja dia mati perlahan, aku tidak peduli padanya, sekarang, bawa wanita itu padaku sebelum Angga ingat padanya, jemput dia dengan memakai nama raja, " kata Rain lagi.

__ADS_1


"Baik Tuan, bagaimana dengan Pangeran Archie?" kata Asisten Ken lagi.


"Tidak perlu melakukan apapun, terlalu mudah pun tak akan menjadi menyenangkan," kata Rain yang terus menyungingkan  senyum di sudut bibirnya, bukannya dia selalu saja menang?


__ADS_2