Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
137 - (C-A) Pria Mesum!


__ADS_3

"A!!! Lusy! Lusy! " teriak Ceyasa kaget  meminta bantuan Lusy, dia melihat sosok pria duduk dengan santai di kamarnya, dia kira ada penyusup yang masuk ke dalam ruangan itu, sebelum dia akhirnya mengenali sosok itu, Archie menatapnya dengan wajah malasnya.


"Kau berisik sekali, dia tidak akan masuk karena ada aku di sini," kata Archie setelah Ceyasa diam, berdiri dan segera berjalan ke arah Ceyasa, berdiri di depannya dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celananya.


"Lagi pula kenapa kau ada di sini? bagaimana jika aku keluar dan hanya memakai handuk saja! kau ini memang mesum dan Ca’bul, " kata Ceyasa dengan wajah kesal.


"Itu artinya kau bodoh, punya jas mandi, tapi keluar dengan handuk," kata Archie menatap Ceyasa dengan tajam.


"Lalu kau ingin apa sekarang? bukannya aku sudah mengikuti maumu untuk tinggal di sini," kata Ceyasa lagi dengan wajah kesalnya.


"Tidak ada, aku hanya ingin mengatakan, aku akan pulang ke istana sekarang, malam ini jangan cari aku, aku butuh istirahat gara-gara dirimu," kata Archie dingin pada Ceyasa.


"Eh? Jadi kau pulang? ini tidak adil, kau boleh pulang tapi malah memaksa aku tinggal di rumah sebesar ini sendirian, bagaimana jika ada sesuatu, dan aku harus bagaimana? Aku sama sekali tidak tahu keadaan rumahmu ini," kata Ceyasa mencoba untuk mencari-cari alasan.


"Ada penjaga yang akan menjaga rumah ini 24 jam," kata Archie yang mulai merasa Ceyasa mulai mencari-cari alasan untuk keluar dari sini.


"Bagiamana jika penjagamu ternyata orang jahat dan ingin melukaiku? Pada siapa aku harus minta tolong? Hayo bagaimana?" kata Ceyasa lagi dengan wajah yang tampak cemas dibuat-buat.


Archie diam sejenak, wajahnya yang serius itu tampak sedikit mengamati wajah Ceyasa yang berharap Archie merubah pikirannya dan membiarkannya pulang.

__ADS_1


"Oh, baiklah, aku tak menyangka kau begitu ingin aku untuk tinggal dan bersama denganmu malam ini," kata Archie yang segera berbalik dan membuka jaket yang digunakannya  dan meletakkannya pada ranjang, membuat mata Ceyasa melebarkan matanya, bukan itu maunya.


"Hei, hei, kau ingin apa?" kata Ceyasa yang melihat Archie segera naik ke ranjangnya dan mulai berbaring, mendengar itu Archie segera duduk lagi.


"Menemanimu, bukannya dari tadi kau mencari-cari alasan agar aku tinggal disini menemani mu malam ini," kata Archie menjelaskan dengan wajah sok polosnya, membuat Ceyasa langsung kesal melihat wajahnya juga penjelasannya.


"Bukan itu mauku!" kata Ceyasa yang mengehentak-hentakkan kakinya bagai anak-anak yang sangat kesal, Archie melihat hal itu menahan tawanya, membuat wajahnya sedikit terlihat tersenyum, namun dia mencoba mempertahankan wajah sok polosnya itu.


"Lalu kau maunya apa?" kata Archie yang segera berdiri mendekati Ceyasa, "Katakan saja jika kau ingin lebih dariku," kata Archie dengan tatapan genit menggoda Ceyasa, membuat Ceyasa semakin membelalakkan matanya takut, Archie bahkan ingin menyelipkan kedua tangannya untuk memegang pinggang Ceyasa, Ceyasa yang melihat itu langsung buru-buru mendorong Archie, dia langsung mundur beberapa langkah, pria ini benar-benar mesum.


"Jangan berani-benarinya! Aku akan memukulmu dengan vas ini, " kata Ceyasa yang langsung menyambar vas yang ada di sampingnya. Membuat Archie sedikit tertawa melihat wajah panik Ceyasa yang seolah akan diperkosa oleh Archie.


"Dasar kau Pria menyebalkan!" teriak Ceyasa kesal sambil melemparkan vas itu, untungnya mendengar Ceyasa berteriak, Archie segera melihat ke belakang, dan dengan sigap menangkap vas yang jika tidak bisa saja langsung mengenai kepalanya, membuat Archie kaget, wanita gila ini jika marah parah juga.


"Kau benar-benar ingin membunuhku?" tanya Archie dengan nada kesal.


"Iya, biar kau cepat masuk neraka," kata Ceyasa kesal.


"Seharusnya kau memberikanku ciuman perpisahan, kau ini istri yang bagaimana?" kata Archie kembali menggoda.

__ADS_1


"Kau ini, pergi tidak, kalau tidak aku akan … " kata Ceyasa yang mencari-cari sesuatu untuk dilempar pada Archie, namun dia tidak melihat apa pun, hanya bantal kecil yang ada di ranjangnya, jadi dari pada tidak ada yang di lemparkan pada pria mesum ini, jadi dia mengambilnya dan melemparkannya ke arah Archie. Archie yang tadi memperhatikan Ceyasa hanya tertawa melihat wajah kesal Ceyasa, mungkin karena kesal, bantal itu bahkan tak mendekati Archie sama sekali.


"Wek! Tidak kena!" kata Archie mengejek Ceyasa, tertawa lepas, namun matanya langsung membesar melihat Ceyasa yang mulai berlari ke arahnya, membuat Archie segera berlari dan segera keluar dari kamar itu, membuat Lusy dan Gerald yang menunggu di luar kamar itu kaget melihat Archie yang keluar buru-buru dan juga dengan napas yang sedikit tersengal, tangannya menahan pintu itu dari belakang agar Ceyasa tak keluar, akan sangat memalukan istri seorang pangeran keluar kamar dengan jas mandinya.


Archie yang melihat ke dua pelayannya ini memperhatikannnya wajah bingung langsung segera bertingkah formal.


"Ehem, ehem," Archie sedikit berdehem agar kedua pelayannya ini tidak memperhatikannya, Gerald dan Lusy mengerti artinya, mereka segera membuang pandangan mereka dengan menunduk, namun baru saja mereka menunduk, terdengar suara gedoran kencang dari dalam, membuat Archie, Gerald dan Lusy langsung kaget.


"Gerald malam ini kau tinggal di sini, Jaga pintu ini sekarang sampai aku pergi, hati-hati dia seperti singa betina," kata Archie pada Gerald, membuat Gerald kaget sambil menunjuk dirinya sendiri namun tak bisa membantah. Jadi dia hanya mengangguk lemah, menggantikan posisi Archie memegangi pintu kamar Ceyasa, menahannya agar Ceyasa tidak keluar.


Archie segera berjalan meninggalkan kamar itu dengan tawanya yang berusaha dia tahan namun tak bisa, jadi dia memutuskan untuk tertawa terbahak-bahak, senang sekali bisa membuat Ceyasa seperti itu hingga membuat perutnya terasa geli, Lusy hanya melempar pandang bertanya pada Gerald.


"Jangan tanya, tugas kita akan semakin berat jika mereka bersama, percayalah," kata Gerald memandang Lusy, Lusy hanya mengangguk.


Setelah Archie sudah tak lagi terlihat, Gerald baru melepaskan gagang pintu itu, membuat Ceyasa langsung  keluar dan melihat ke arah Gerald dan Lusy yang kaget melihat Ceyasa yang sudah memegang vas yang tadi, mengacungkannya pada Gerald dan Lusy.


"Wow, Nona Ceyasa, tenang, Pangeran sudah pergi," kata Gerald mencoba menenangkan Ceyasa yang tampak begitu  marah, Gerald geleng-geleng kepala, permainan mereka semakin ekstrim saja, sepertinya dia benar-benar harus mengurus perceraian mereka secepatnya.


Ceyasa yang hanya melihat Lusy dan Gerald yang ketakutan melihat dirinya segera menurunkan tangannya, mencoba untuk menahan marahnya, lalu dengan cepat menutup pintu kamarnya, membuat suara yang membuat Lusy dan Gerald terkejut, Lusy dan Gerald saling memandang.

__ADS_1


"Tolong jangan tanya," elak Gerald lagi, padahal Lusy sudah ingin bertanya, dari mana pangeran mereka bisa menikah dengan putri sebar-bar ini, pikir Lusy sambil mengelus dadanya.


__ADS_2