
Jared hanya mengangguk kecil, Aurora yang mendengarkan nama itu jadi ingat Jared pernah mengatakan bahwa wanita yang menolongnya bernama Ceyasa. Bella juga kaget, dia juga ingat perkataan Jared saat dia ada di rumah sakit, jangan-jangan ….
"Apakah kau wanita yang menolong Aurora saat kebakaran? Jared inikah wanita yang kau ceritakan dulu?" tanya Bella yang ingin memastikan, bisa saja namanya sama namun orangnya berbeda, Jared langsung berdiri untuk menjawab pertanyaan Bella, dia harus melakukannya di suasana formal ini.
"Benar Yang Mulia Ratu, Nona Ceyasa ini sudah menolong menyelamatkan Bibi Aurora dari kebakaran itu, Bibi, dia wanita yang menolongmu waktu itu," kata Jared pada Bella dan Aurora, Aurora yang mendengar itu kaget, dia ingin melihat wajah penolongnya lagi, sangat ingin berterima kasih padanya, jika tanpanya, mungkin dia tak akan bisa menyaksikan pertunangan anaknnya.
"Bagaimana kau bisa menolong Aurora?" tanya Ibunda Ratu Ayana memotong, padahal Bella ingin sekali memujinya. Archie ingin menjawab neneknya namun Ibunda Ratu Ayana kembali memotongnya, "biarkan dia yang menjawab, aku ingin tahu bagaimana dia berbicara."
Mendengar itu Archie diam, orang-orang di ruangan itu merasa kasihan melihat Ceyasa diperlakukan seperti itu, tampak sekali Ibunda Ratu tidak menyukainya.
"Saya hanya kebetulan menolong Nyonya saat saya sedang bekerja," kata Ceyasa mencoba untuk menjawab pertanyaan Ibunda Ratu sebisanya, mencoba untuk lebih berani, toh dia tidak salah, dia harus kembali menjadi Ceyasa yang berani, lagi pula mereka tidak akan membunuhnya hanya karena dia salah berbicara, kan? Tapi sekali lagi perasaan Ceyasa sedikit ragu, ragu karena takut membuat Archie malu karenanya, jadi dia mencoba untuk kembali mengontrol dirinya.
"Bekerja? Apa kerjaanmu?" tanya Ibunda Ratu Ayana lagi.
Ceyasa terdiam, bagaimana bisa mengatakan bahwa dia hanya pegawai toserba biasa yang kerjaannya mengangkat barang-barang dan mengirimkannya, bagaimana dia bisa mengatakan bahwa orang berstrata rendah sepertinya dinikahi pangeran seperti Archie, hal itu akan sangat memalukan Archie, apa yang harus dia jawab, haruskan dia melebih-lebih kan?
"Aku …. " kata Ceyasa yang bingung.
"Dia pegawai toserba dan sedang mengantar barang ketika menyelamatkan Bibi Aurora," kata Archie langsung tak ingin menutup-nutupi, semua orang di sana sedikit syok bahkan Ceyasa pun syok mendengarkan pengakuan dari Archie ini, bagaimana Archie bisa bertemu dengan wanita ini? itu semua yang ada di pikiran mereka, jika yang lain sedikit syok, Ibunda Ratu Ayana sudah hampir pingsan kembali, bagaimana bisa cucunya ini menikahi wanita dengan status seperti ini?
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa menikahi wanita dengan status sosial seperti ini?" kata Ibunda Ratu Ayana sedikit emosi mendengarkannya, membuat Ceyasa mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Archie.
"Lalu kenapa? bukankah kalian mengatakan aku bebas menikahi siapa pun yang aku mau selain bersama Suri, apa kali ini kalian juga akan melarangku?" kata Archie tegas mentap semua orang yang ada di singgasana itu, suasana seketika hening terasa. "Aku menyukainya, mungkin kalian hanya melihat statusnya yang hanya dari kalangan rakyat biasa, tapi yang aku tahu dia wanita yang luar biasa, tanpa dia aku mungkin tak bisa melakukan hal yang seperti tadi, maka dari itu aku ingin kalian bisa menerima dirinya karena bagaimana pun dia adalah pilihanku, tolong hargai pilihanku," kata Archie dengan begitu tegas menatap orang-orang yang ada di singgasana itu. Ceyasa menatap Archie yang tampak sangat serius, memandangnya dengan tatapan haru tak percaya, apakah benar Archie menyukainya? Bahkan membelanya seperti itu di depan semuanya.
Angga menatap Archie dengan tajam, terasa perkataan itu kurang sopan, namun disisi lain Angga bangga dengan sikap Archie yang mempertahankan pasangannya bahkan dihadapannya, hal itu membuatnya tersenyum tipis.
Bella mendengar itu merasa perlakuan Archie ini sangat manis, membela Ceyasa di depan seluruh keluarga kerajaan, itu benar-benar bukan hal yang gampang, Bella benar-benar tahu bahwa Archie sangat berbeda dengan ayahnya.
Ibunda Ratu Ayana tak bisa berkata apa-apa, walaupun dia masih kesal, namun melihat keteguhan cucunya ini, mau tak mau dia hanya bisa diam.
"Persiapkanlah pernikahan kerajaan untuk mereka, aku yang memberikan restu untuk kalian," kata Angga segera, membuat semua orang di sana kaget sekaligus senang, 1 lagi pasangan yang akan menghuni istana besar mereka. Archie mendengar itu tersenyum, jika Angga sudah mengatakannya maka tak seorang pun bisa menganulirnya, bahkan Ibunda Ratu sekali pun, walau dia bisa namun tak akan pernah dilakukannya.
"Mereka sudah menikah, akan lebih baik melakukan pernikahan kerjaan lebih cepat, bagaimana jika melakukannya bersamaan dengan pesta pertunangan Jared dan Suri, maka kebahagiannya akan semakin banyak," kata Bella dengan sangat senang.
"Maka Saya terima," kata Archie langsung, membuat semuanya senang, hanya Ceyasa yang kaget, 3 hari lagi dia akan menikah dengan Archie? benarkah?
"Aku minta jangan bersamaan, Archie adalah pangeran mahkota, pernikahannya harus dirayakan secara kesendirian, lagi pula Ceyasa harus lebih diberikan pelajaran tentang peraturan kerajaan, aku minta waktu seminggu setelah pertunangan Jared dan Suri," kata Ibunda Ratu Ayana lagi, mau tak mau menyutujuinya, namun dia harus mengajukan syarat ini, dia harus merubah Ceyasa menjadi wanita yang lebih layak lagi.
"Baiklah itu tidak masalah, aku rasa itu benar juga," kata Bella lagi, Archie hanya mengangguk dengan tegas.
"Baiklah sepertinya pertemuan kita malam ini sudah selesai, silakan jika ingin tinggal atau keluari dari ruangan ini," kata Angga menutup pertemuan keluarga ini, dia segera berdiri lalu segera melihat ke arah Ceyasa dan Archie, dia mengangguk sejenak pada Archie lalu meninggalkan ruangan itu agar orang-orang di dalam sana bisa lebih leluasa untuk bercengkrama, karena dia tahu mereka akan canggung jika dia ada di sana, sebuah konsekuensi menjadi seorang raja. Bella segera turun, lalu melihat ke arah Ceyasa yang terlihat pucat.
__ADS_1
"Archie aku rasa kau harus membawanya kembali beristirahat, dia masih terlihat begitu lemah," kata Bella yang melihat bahkan keluarganya ingin bercengkramah dengan Ceyasa.
"Baik Bibi," kata Archie, dia lalu segera memberikan salam pada orang-orang yang ingin mendekati mereka,"Mohon maaf, tapi istriku masih belum membaik, aku akan membawa istriku untuk beristirahat, maafkan kami," kata Archie lagi, semua orang di sana hanya mengangguk mengizinkan, Archie langsung membantu Ceyasa untuk berdiri, lalu menolongnya untuk berjalan, Gerald yang ada di depan langsung menyediakan kursi roda untuk Ceyasa, dan Archie mendorongnya kembali ke istana pangeran.
Ceyasa yang masih terngiang akan kelakukan Archie itu hanya bisa diam dengan wajah memerah, benarkah Archie menyukai dirinya?
---***---
Rain duduk menikmati malam yang cukup dingin dengan semilir angin dan pemandangan yang indah di ruang makan bagian luarnya. Mengetuk mejanya dengan jari jemarinya dengan teratur. Dia sedang menanti sebuah kabar.
"Tuan Rain," kata Asisten Ken memberikan salam sesaat setelah dia memasuki ruangan itu.
Rain melirik sejenak, lalu kembali memandangi kerlap-kerlip lampu yang tampak indah seolah bintang yang bertaburan.
"Bagaimana? " tanya Rain lagi.
"Aku mendapatkan kabar bahwa Nona Ceyasa keadaannya sekarang sudah membaik, dia ada di istana pangeran Archie, selain itu malam ini akan diadakan pertemuan penerimaan pinangan dan pertunangan Putri Suri dan Tuan Jared," jelas Asisten Ken pada Rain.
"Kapan pesta pertuangan mereka digelar?" tanya Rain tenang.
"Menurut kabar 3 hari dari sekarang Tuan," kata Asisten Ken lagi.
Rain kembali terdiam sejenak, lalu senyum sinisnya itu perlahan mengembang.
"Baiklah kalau begitu, itu waktu yang tepat untuk membuat kejutan bagi semuanya, siapkan semuanya!" kata Rain dengan tawa sinisnya seolah dia sudah merancanakan semuanya dengan sangat matang, merasa tak akan ada yang menyangka apa yang akan dia perbuat nantinya di sana.
__ADS_1