Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
345 - aku akan menyerahkan kekuasaan padamu


__ADS_3

Jared kembali melakukanya ke tangan satunya lagi, tatapan tajam nan mempesona itu membuat hati siapa pun luluh, selesai membersihkan tangan Suri, Jared lalu segera berjongkok, hendak membersihkan kaki Suri, kembali perlahan dia membersihkannya.


Dokter bilang aku akan segera belajar menggunakan tongkat hingga aku akan bisa berjalan dan beraktifitas lagi segera, kata Suri dengan bahasa isyaratnya, sungkan membiarkan suaminya melakukan hal ini padanya, bukannya seharusnya dia yang melakukannya? melayani suaminya dengan baik.


"Ya, tidak perlu terburu-buru, kita harus ikuti semua apa yang dikatakan dokter," Ucap Jared yang mengerti.


Suri kembali tersenyum dan mengangguk, karena kaki Suri yang ingin di bersihkan, dia menyingkap gaunnya cukup tinggi, membuat bagian paha Suri yang mulus putih bak porselen itu terlihat.


Jared tak ingin melihatnya, namun karena tak sengaja, perhatiannya jadi tertuju ke sana, bukan dia tak mengerti keadaan, namun sebagai pria normal dan baru saja menikah, apalagi dia sudah cukup lama menahan segalanya, rasanya hanya karena itu saja membangkitkan perasaan yang cukup lama dia tahan.


Suri diam menatap wajah Jared, di matanya Suri bisa melihat kilatan nafsu, tentu Suri mengerti itu, mereka memang sudah lama tak melakukannya, memikirkan hal itu Suri sedikit ikut terbawa suasananya.


Jared mencoba bertahan, menyelesaikan pekerjaannya membersihkan tubuh Suri, namun semakin dia menyentuh kulit Suri, semakin tergelitik sisi kejantanannya, dia lalu memandang Suri, yang juga memandangnya.


Jared meletakkan handuk hangat itu segera, mendekati tubuh istrinya yang hanya terpaku, mendaratkan langsung sebuah ciuman yang lembut, sangat perlahan dan pelan, namun bisa memuaskan keduanya.


Jared memposisikan Suri agar terlentang, membantu melepaskan gaun berwarna hijau muda itu dari tubuh istrinya, perlahan mencium setiap jengkal tubuh Suri yang terlena dengan setiap sentuhan dari Jared, baik yang dibuat oleh bibir maupun tangannya.


Napas mereka berburu, suasana yang tadinya sejuk menghangat seketika ketika kulit mereka tak terhalang seutas benang pun, suara lenguhan terdengar cukup memancing keduanya untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya.

__ADS_1


"Aku sudah bertanya tentang hal ini pada dokter, katanya sekarang tak ada masalah jika ingin melakukannya, hanya saja harus tetap menjaga kondisimu, bagaimana? kau yakin akan melakukannya?" tanya Jared yang masih punya sedikit akal sehat walau nafsu sudah menguasai ubun-ubunnya.


Suri menatap mata indah Suaminya itu, hangat tubuh Jared sekarang menyelimutinya, Suri mengangguk, dia juga ingin melakukannya.


Jared tersenyum, mencium kembali bibir Suri sebelum beraksi lebih, membiarkan seluruh perasaan mereka lepas dalam desahan dan rasa yang tercipta, perlahan dalam kesyahduan, hingga keduanya di puncaknya dan mengakhirinya dengan sebuah pelukan hangat berdua.


---***----


Archie mendatangi Angga, dia memang dipanggil untuk bertemu dengan Angga di ruang kerjanya, Archie segera masuk dan memberikan salamnya, Angga segera mempersilakan Archie untuk duduk di depannya.


"Bagaimana?" kata Angga, selalu saja pelit dalam berbicara, rasanya sangat sulit bagi Angga untuk berbicara lebih panjang.


"Aku sudah bertemu dengannya tadi sore, Paman?" kata Archie dengan duduk sikap sempurnanya.


"Aku rasa dia sama sekali tidak berubah, dia bahkan mengancamku untuk kembali merebut Ceyasa dariku, aku rasa perasaannya dengan Ceyasa, bukan sekedar hanya masalah dendam, aku rasa itu lebih, padahal aku sudah mengatakan bahwa kami akan segera menikah kembali," Jelas Archie pada Angga yang hanya bertampang serius, tampak juga berpikir mendengar kata-kata Archie.


"Begitulah?" kata Angga lagi.


"Ya."

__ADS_1


"Dia benar-benar mirip dengan sifat ayah dan Kakekmu, Aku rasa mulai sekarang kau harus terus berhati-hati, apalagi aku dengar istrimu sedang mengandung, jagalah dia baik-baik, itu tugasmu," kata Angga menasehati, akhirnya cukup panjang dia berbicara.


"Baik Paman," kata Archie.


"Archie, aku sudah memikirkannya, saat pernikahannmu nanti, aku akan memberikan tampuk kekuasaan ini padamu, aku rasa kau sudah siap menerima tanggung jawab yang sudah kau miliki sejak kau lahir," ujar Angga


Archie terdiam, dia cukup kaget mendengarnya, dia berpikir kalau pamannya akan menyerahkan kekuasaannya sebagai raja ketika dia tak sanggup lagi menjalankannya atau paling parah saat dia meninggal, tapi kenapa sekarang?


"Aku hanya raja pengganti di sini, aku sudah berjanji akan menyerahkannya saat kau siap, dan aku yakin sekarang waktunya, lagi pula aku dan keluargaku ingin memiliki waktu yang lebih banyak bersama, apalagi dengan keadaan Suri yang seperti ini, tanggung jawabku akan sangat besar jika harus terus menjadi Raja di sini, karena itu aku minta kau mengerti kenapa aku menyerahkan semua ini padamu saat ini," kata Angga lagi sambil berdiri, melihat ruang kerja yang sudah puluhan tahun dia tempati, dia orang yang paling benci dengan orang yang tak bertanggung jawab, karena itu dia takut dia nantinya tak bisa bertanggung jawab atas kedudukannya karena dia sadar, dia ingin menghabiskan lebih banyak waktunya bersama keluarganya.


Archie masih diam, keputusan begini besar tak mungkin langsung di jawabnya spontan, bukan, bukan pula dia menolak, tapi ini tanggung jawab yang sangat besar baginya.


Angga menatap wajah Archie yang tampak berpikir, tahu dengan jelas apa yang sedang ada di dalam pikiran Archie, dia juga dulu begitu saat memutuskan menerima tawaran menjadi raja.


"Kau bisa memikirkannya, beritahu aku sebelum acara pernikahanmu agar aku bisa tahu bagaimana akan bersikap di acara itu, namun Archie, aku hanya ingin memberitahumu, ini takdirmu untuk memimpin kerajaan ini, pada akhirnya kau tetap akan menjadi Raja," kata Angga lagi kembali melihat sekeliling namun akhirnya jatuh ke Archie kembali


"Baik Paman, aku akan memikirkannya," kata Archie lagi.


"Katakan pada istrimu, dia juga akan menjadi Ratu, karena itu dia juga harus tahu dan siap akan hal itu," kata Angga.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia," kata Archie lebih tegas, membuat Angga menaikkan sedikit sudut bibirnya.


"Baiklah, kembalilah ke kamarmu, hari sudah malam, istrimu pasti membutuhkanmu," kata Angga melembut nada bicaranya, membuat Archie sedikit tersenyum, berdiri, memberikan salamnya lalu pergi meninggalkan ruangan itu setelah Archie mendapatkan anggukan persetujuan dari Angga.


__ADS_2