Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
163 - Kenapa dia ada di sini?


__ADS_3

"Ini, minumlah obatnya agar aku bisa pulang," kata Archie memberikan segelas air minum yang dia tuang sendiri untuk Ceyasa, Ceyasa masih mengerutkan dahinya, kenapa sekarang Archie perlakuannya begitu berubah.


"Silakan Nona obat Anda," kata Lusy memberikan beberapa butir obat yang dia letakkan di atas piring kecil.


"Terima kasih Lusy," kata Ceyasa mulai mengambil salah satu obat, Archie memperhatikan Ceyasa untuk minum obat, Ceyasa hanya melirik melihat Archie yang sedang menatapnya, setelah menelan semua obatnya, Ceyasa langsung melihat ke arah Archie, terlalu risih dengan tatapan Archie itu.


"Sudah, ini semua sudah aku telan, kau sudah boleh pulang," kata Ceyasa lagi.


"Baguslah, sekarang tidur, aku akan segera pulang sekarang," kata Archie lagi, dia menarik selimut Ceyasa, membuat Ceyasa semakin mengerutkan dahinya, kenapa Archie begitu perhatian? Tak sadar Ceyasa jadi menatap Archie terus menerus.


"Ada apa?" tanya Archie menangkap pandangan aneh dari Ceyasa.


"Bukannya kau bilang kalau aku sakit kau tidak akan menjagaku?" tanya Ceyasa lagi yang ingat kata-kata Ceyasa.


"Kalau aku sakit, apa kau tidak akan menjagaku?" tanya Archie balik, suaranya begitu halus, membuat Ceyasa gugup karnanya, entah kenapa dia bisa gugup.


"Ya, iya sih," kata Ceyasa memalingkan wajahnya, menutupi wajah gugupnya yang membuat pipinya sedikit memanas.


Archie yang melihat kegugupan itu sedikit menaikkan sudut bibirnya, lalu segera mengelus kepala Ceyasa, Ceyasa yang mendapatkan elusan kepala itu langsung kaget, dia bahkan sampai terkaku.


"Selamat malam, aku pulang dulu," kata Archie dengan senyum lebih lebar, Archie segera bangkit, lalu mematikan lampunya.


Ceyasa melihat Archie yang keluar dari kamar itu, sedikit merasa tak rela Archie pulang sekarang, kenapa dia malah ingin pria itu sekarang terus ada di sana, terasa sangat nyaman adan aman ketika dia ada di sini, bolehkah dia mengejarnya dan mengatakan dia ingin Archie di sini?


Ceyasa mengangkat sedikit tubuhnya, lalu tiba-tiba dia sedikit terganggu dengan cahaya ponsel yang menyala di atas meja di dekat tempat tidurnya, Ceyasa memperhatikan ponsel itu, bukan miliknya, eh, ponsel itu milik Archie, dia harus menghubungi Archie untuk memberitahukan ponselnya ketinggalan, eh, tapi ponselnya kan di sini, bagaimana dia bisa menghubunginya? ya, Ceyasa memang harus mengejarnya.

__ADS_1


Ceyasa langsung menyambar tiang infus yang ada di sana, dia langsung turun dari ranjangnya, dan dengan cepat dia segera keluar dari ruangan itu.


"Nona?" kata Lusy yang kaget melihat Ceyasa keluar.


"Kemana Archie?" kata Ceyasa segera.


"Pangeran sudah turun menggunakan lift di sana," kata Ceyasa.


"Oh, terima kasih, tunggu saja di sini, ada yang harus aku lakukan," kata Ceyasa dengan senyuman manis.


Lusy tampak sedikit tak setuju, dia bingung harus menjawab apa, jika iya, bukannya tugasnya untuk menjaga Ceyasa, tapi jika tidak, masa dia melanggar perintah Tuan Putrinya.


Ceyasa segera berjalan, sedikit lebih cepat seperti biasanya dia lakukan jika dia sedang tergesa-gesa. Bahkan jika dia tidak ingat bahwa tangannya sekarang sedang menggunakan infus, mungkin saja dia akan berlari.


Ceyasa langsung menekan salah satu lift di sana, tak lama lift itu terbuka, dan dia segera masuk dalam lift itu dan pintu lift segera tertutup, menghilangkan sosok Ceyasa di sana.


Mobil Jared berhenti di pintu utama rumah sakit itu, dia segera melihat ke arah rumah sakit yang sudah menyepi itu, dia juga memperhatikan parkiran di bagian depan yang penuh dengan mobil-mobil.


"Aku rasa aku akan mengantarmu pulang dulu," kata Jared melirik ke arah Suri yang ada di sampingnya. Mentapanya.


"Tidak apa-apa, aku juga ingin melihat keadaan bibi," kata Suri dengan senyuman manis.


"Baiklah, kita parkir dulu," kata Jared lagi.


"Aku sangat haus, aku akan beli minum dulu dan menunggumu di dalam, boleh kah?" tanya Suri dengan wajah nerharapnya

__ADS_1


"Apa tidak apa-apa?" tanya Jared dengan wajah sedikit khawatir.


"Tuan Jared, aku sudah dewasa, bukan anak-anak lagi, lagi pula ini rumah sakit, siapa yang akan menculikku di dalam, lihat penjaganya saja sangat banyak," kata Suri menunjuk empat penjaga yang tampak berpatroli di sekitar pintu masuk itu. Jared jadi memperhatikan ke empat penjaga itu, tampak cukup menyakinkannya. Suri segera melepaskan sabuk pengamannya.


"Baiklah, aku akan mencari parkiran dulu," kata Jared dengan sedikit senyuman.


"Baik, aku akan menunggu di depan lift," kata Suri lagi.


Jared mengangguk, Suri segera membuka pintu mobilnya, dan menutup pintu itu pelan, Jared memperhatikan Suri sejenak, Suri tertawa kecil, merasa kecemasan Jared sedikit berlebih padanya.


"Masuklah, aku menunggumu hingga masuk baru aku pergi," kata Jared lagi.


"Baiklah," kata Suri lagi.


Suri segera berjalan menuju ke pintu utama, Jared terus memperhatikan dengan tatapan matanya yang tajam, saat Suri sudah sampai di depan pintu, Suri sedikit berputar, melihat ke arah Jared, dia memberikan isyarat agar Jared segera pergi, melihat Suri sudah masuk ke rumah sakit itu, Jared baru merasa tenang, dia segera melajukan mobilnya.


Suri segera masuk ke dalam rumah sakit, melihat ke sebuah toko yang ada di sana, untungnya toko itu buka 24 jam, dia lalu segera mengambil salah satu air mineral yang ada di etalase toko itu, dia segera membayarnya, setelah meminumnya sejenak, dia segera berdiri dan berjalan menuju ke arah lift, tempat dia berjanji akan menunggu Jared.


Suri berjalan perlahan, menampilkan keanggunannya sebagai putri, lagi pula untuk apa dia tergesa-gesa, toh Jared juga belum datang.


Saat dia sudah ingin sampai di dekat lift itu, tiba-tiba langkahnya terhenti karena melihat sosok yang keluar dari lift itu, dia sedikit kaget, kenapa dia ada di sini?


Pintu lift Archie terbuka menandakan dia sudah sampai di lantai yang dia tuju, Archie dengan gayanya yang terlihat berkharisma langsung melangkah dengan mantap, namun saat dia ingin berbelok untuk menuju ke pintu keluar, dia seketika berhenti, menatap sosok anggun di depannya, Suri terhenti ketika melihat Archie yang juga menatapnya, sesaat mereka hanya saling menatap, bergeming diam tanpa sepatah kata pun,  memautkan mata mereka.


Pintu lift yang ada di antara Archie dan Suri tiba-tiba terbuka, tak lama menampilkan sosok Ceyasa  yang mendorong infusnya, senyuman manisnya ketika melihat sosok Archie perlahan hilang ketika melihat kemana mata pria itu tertuju, dia lalu melirik ke arah Suri, menatap wajah cantiknya yang juga tampak terdiam melihat Archie.

__ADS_1


Archie menatap Ceyasa yang baru keluar dari lift itu, mengerutkan dahinya, kenapa wanita aneh ini malah ada di sini? bukannya dia sudah menyuruhnya untuk tidur? pikir Archie menatap Ceyasa tajam, Ceyasa yang kembali mengalihkan wajahnya ke arah Archie.


__ADS_2