
Pagi menyingsing cepat, tidak satu pun dari mereka yang bisa kembali menutup mata mereka, bahkan Archie dan Ceyasa juga tidak bisa lagi terlelap, suasana di sana harap-harap cemas, diantara bahagia namun juga masih ada perasaan yang menganjal, menebak-nebak, apa yang terjadi pada Suri sekarang.
Dokter Malvis sudah masuk ke dalam ruangan itu sejam pukul 7, lebih dari 2 jam kemudian Dokter Malvis baru keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana Dokter?" tanya Jared dengan cepat, cemas namun juga sangat berharap.
"Saya akan menjelaskannya, keadaan putri Suri benar-benar membaik secara mencengangkan, kecil harapan saya untuk putri Suri bisa sadar 24 jam pertama, namun di detik-detik terakhir 24 jam itu ternyata dia mampu untuk membuka matanya, sepertinya semangatnya lah yang mengalahkan semuanya, sebuah keajaiban, sekarang kami sedang menyiapkan semuanya agar putri Suri kembali ke ruang rawatnya, saya harap Yang Mulia dan yang lain bisa menunggunya saja di ruang rawat putri Suri," kata Dokter Malvis dengan senyuman merekah.
"Baiklah," kata Angga melihat semua orang di sana yang mengangguk.
"Boleh aku menunggunya di sini?" tanya Jared.
"Baiklah, Silakan pangeran," kata Dokter Malvis sebelum dia masuk ke dalam ruangan Suri lagi.
__ADS_1
"Baiklah, kami akan menunggu di sana," kata Bella sedikit memberikan senyumannya pada Jared sebelum mereka berempat pergi ke sana, mendengar perkataan Dokter Malvis membawa senyuman bagi semaunya.
Jared kembali menunggu sendiri, menatap cemas pintu ruang rawat Suri itu, detik rasanya seperti jam, dan menit seperti menunggu satu hari, dia tak bisa diam, dari jam 3 tadi pagi dia sudah sangat ingin bertemu dengan Suri, sangat ingin, namun dia tak ingin terburu-buru, dia hanya ingin memastikan yang terbaik untuk Suri.
Pintu itu akhirnya terbuka, menunjukkan ranjang dorong dengan Suri di atas ranjang itu, mata wanita itu terbuka, matanya yang indah itu langsung menatap sosok Jared, dia tampak membesarkan matanya, sesaat mereka hanya terdiam, saling menandang dengan wajah penuh haru seperti sudah terpisah bertahun-tahun. Jared bahkan tidak¹ pernah berpikir bisa memandang wajah cantik itu lagi dalam waktu begitu cepat, Suri tampak duduk bersandar di ranjang dorongnya, mata indahnya itu bergulir ketika ranjangnya berbelok, tetap menatap Jared yang menatapnya dengan lembut dan dalam.
"Suri?" kata Jared mendekati Suri, mata Suri terus menatap Jared, tampak rasa haru dan cinta yang dalam, mata cantik itu berkaca-kaca.
"Lebih baik kita langsung membawa Putri ke ruangannya, saya harus menjelaskan sesuatu pada Anda dan keluarga Putri," kata dokter Malvis, memerintahkan para perawat yang langsung mendorong ranjang Suri, Jared hanya terdiam, namun dia tidak ingin bertanya apa pun, Jared langsung mengenggam tangan Suri dengan erat, wanita itu hanya melihat Jared yang berjalan di sampingnya.
Pintu ruang rawat Suri terbuka, semua orang di dalam ruangan itu langsung bangkit dan melihat Suri yang menatap mereka haru, Bella sudah tak sabar memeluk putrinya, para perawat langsung memposisikan ranjang itu agar tidak lagi berjalan.
"Suri," kata Bella memeluk anaknya langsung, tak menyangka anaknya bisa seperti ini, dia bisa duduk walaupun harus di sangga oleh tempat tidurnya juga masih terlihat pucat, "bagaimana kabarmu? mama begitu cemas, tapi sekarang mama begitu senang, Suri sudah sehat sekarang," kata Bella bagai berbicara dengan anak kecil, dia memegang kedua pipi anaknya yang putih, mencium dahi anaknya dalam sekali, seolah sudah begitu lama tak lagi bisa mencium anaknya itu.
__ADS_1
Suri membuka mulutnya, namun tak menjawab apapun, air matanya berbulir indah jatuh begitu saja, menyerap di sela tangan Bella, Suri lalu mencium tangan ibunya, tahu pasti ibunya sangat mencemaskannya, Suri lalu melirik sosok pria gagah di belakang ibunya, ayahnya memandangnya penuh haru, pria itu terlihat begitu lelah, sudah pasti tidak istirahat selama Suri sakit.
Suri tak memandang Jared, bahkan tanpa melihatnya Suri sudah tahu bahwa pria itu pasti sangat mengkhawatirkannya, Jared yang dia lihat tadi begitu lelah, suara Jared kemarin pun bisa di dengarnya, dia ingin sekali untuk bangun, namun dia tak sanggup, dia merasa sangat lelah hingga tak lagi bertenaga, rasanya benar-benar ingin menyerah, namun dia kembali mendengar suara Jared yang mengatakan bahwa dia boleh beristirahat, namun dia harus kembali padanya, karena Jared menunggunya, karena itu lah Suri berusaha untuk sekali lagi membuka matanya, dan samar-samar akhirnya dia bisa kembali membuka matanya.
Saat dia bangun, kepalanya bagaikan ditimpa oleh beban yang bergitu berat, dia tak mampu untuk mengerakkan seluruh tubuhnya, dia benar-benar merasa seluruh tubuhnya mati rasa, seakan dia bangun namun hanya bisa menatap ke arah langit-langit rumah sakit itu.
"Suri?" tanya Jared yang merasa Suri menghindar darinya, memegang tangan Suri dengan hangat, Suri berusaha untuk tidak melihat ke arah Jared, namun kehangatan tangan Jared tak bisa di abaikan oleh Suri, secara spontan dia melihat ke arah Jared, air matanya pun spontan turun begitu saja, "Ada apa?" tanya Jared lembut melihat ke arah Suri.
"Aku … ya … " kata Suri terbata, begitu sulit menjawab pertanyaan itu, serasa ada banyak hal yang ingin dia katakan, namun dia tidak bisa mengelurakan kata-kata itu, Suri bahkan mengerutkan dahinya.
Suasana kembali cangung, semua orang merasa ada yang aneh, dokter yang berdiri sedikit lebih jauh dari mereka hanya bisa diam menekan kedua bibirnya, Angga lalu menoleh ke arah dokter itu, dengan tatapan menuntut yang langsung dimengerti oleh dokter Malvis.
"Ini adalah salah satu efek dari serangan itu," kata dokter mengatakan suatu hal yang membuat semua mata tertutuju padanya, hanya Suri yang tertunduk menggigit bibirnya, kepalanya pusing sekali.
__ADS_1
"Apa maksud Anda?" tanya Jared melihat ke arah dokter Malvis.
"Pagi ini kami sudah memeriksa semua keadaan Putri Suri, sampai sekarang untung saja perdarahannya tidak bertambah, namun menetap di sana, bagian otak yang terkena dampak dari perdarahan otak itu terjadi di gyrus frontalis superior pada lobus frontalis korteks otak besar sebelah kiri atau area Broca, area ini berperan pada proses bicara, jika terjadi perdarahan di sana, maka akan terjadi gangguan, dan saat ini Putri Suri mengalami Afasia Broca dimana artinya putri mengetahui dan mengerti apa yang kita bicarakan, dia juga tahu apa yang ingin dia katakan namun dia tidak bisa mengutarakannya, itu akibat dari pecahnya pembuluh darah yang mengaliri daerah otak di daerah itu, sampai sekarang belum ada yang bisa menyembuhkan afasia, dengan kata lain kemungkinan besar hal ini akan menetap, selain itu, afasia broca selalu diikuti oleh salah satu kelemahan organ tubuh sebelah kanan, di sini, Putri mengalami kelumpuhan di kaki kanannya," kata dokter Malvis menjelaskan keadaan Suri pada wajah-wajah yang menuntu jawaban.