Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
142 - (C-A-R) Bagimana dia bersama Archie?


__ADS_3

"Ih!! Akan ku bunuh kau jika bisa," kata Ceyasa geram, mengerakkan kedua tangannya dengan gerakan meremas di depan Archie dengan raut wajah yang begitu kesal menahan segala emosinya.


"Coba saja jika bisa, aku akan pergi perusahaan, jangan bertingkah aneh-aneh apalagi mencoba untuk keluar dari sini, aku bisa melihat kau dari CCTV," kata Archie lagi tak peduli seberapa kesalnya wajah Ceyasa padanya.


"Baiklah! Pangeran Kodok!" kata Ceyasa asal saja.


"Apa kau bilang?" kata Archie yang awalnya sudah ingin pergi namun langsung kembali lagi melihat Ceyasa karena dia katakan pangeran kodok.


"Jangan pura-pura tuli," kata Ceyasa lagi.


"Pangeran, kita akan terlambat, Hari ini paman Anda akan datang," kata Gerald mengingatkan karena sepertinya perang dunia ke 8 akan dimulai lagi.


"Kau beruntung kali ini, kalau tidak …. " kata Archie geram.


"Kalau tidak apa? kau mau menciumku lagi? nih," kata Ceyasa memayunkan bibirnya seperti hendak mencium, membuat Archie merasa geli hingga memundurkan badannya.


"Kau menjijikkan," kata Archie langsung karena melihat tingkah wanita ini.


"Biar, pergilah pria menyebalkan," kata Ceyasa lagi.

__ADS_1


"Tak usah kau suruh juga aku akan pergi, wanita aneh," kata Archie yang tak jadi-jadi pergi. Gerald memberikan isyarat agar Lusy membawa Ceyasa pergi, kalau tidak mereka akan melakukan hal ini seharian.


"Pria mesum," kata Ceyasa lagi, tangannya mulai ditarik oleh Lusy, walaupun ini tidak diperbolehkan tapi mau apa lagi.


"Cewek gila," kata Archie tak mau kalah, sama dengan Ceyasa, Gerald pun mulai menarik tubuh Archie, namun mereka berdua masih tetap saja bertengkar.


"Pria Ca’bul!" teriak Ceyasa yang sudah mulai menjauh dari Archie.


"Wanita gendut," kata Archie lagi yang juga sudah ditarik menjauh.


Gerald hanya bisa geleng-geleng kepala, mereka baru berhenti ketika mereka sudah keluar dari area ruang tengah itu.


"Ayo, kita akan terlambat jika kau terus begini," kata Gerald tak habis pikir, mereka ini dua-duanya sudah dewasa, bahkan umur Archie sudah 25 tahun, namun mereka bagaikan anak TK. Pagi-pagi Gerald sudah dibuat pusing.


Rain duduk menikmati kopi pahit paginya, cahaya matahari memantul di wajahnya yang putih namun benar-benar terlihat tak bersahabat, seolah wajah itu tidak pernah tersenyum sama sekali, penuh dengan emosi yang terlihat.


Asisten Qie berlari kecil ke arahnya, dia berhenti tepat di belakang Tuannya yang bergeming duduk dengan santai dengan setelan jasnya itu.


"Tuan," kata  Asisten Qie terdengar sedikit takut dan suaranya bergetar.

__ADS_1


"Bagaimana?" kata Rain yang terdengar cukup baik moodnya, walaupun nada itu datar, namun  Asisten Qie tahu benar, hati Rain saat ini sedang baik.


"Nona Ceyasa sudah berhenti bekerja di tempatnya dan dari semalam dia tidak lagi tinggal di rumah itu," kata  Asisten Qie yang takut suasana hati Rain akan memburuk karena berita ini.


"Lalu?" kata Rain kembali mengambil cangkir porselennya, menyerumput kopi yang sangat pahit rasanya, namun tak sepahit yang pernah dia rasakan.


"Tapi kami sudah menemukan kemana Nona Ceyasa sekarang," kata  Asisten Qie


"Dimana?" kata Rain lagi sedikit menghentikan acara menikmati paginya itu.


"Anda pasti tak akan suka mendengarkan dimana dan siapa yang bersama Nona Ceyasa sekarang," kata  Asisten Qie sedikit antusias mengatakannya.


"Siapa?" kata Rain tetap saja dingin dan datar, antara tak peduli dan peduli.


"Nona Ceyasa sekarang ada di perumahan East Park, tepatnya dirumah Tuan Archie, dan saya sudah tahu, selama ini yang melakukan penjagaan terhadap nona Ceyasa adalah Tuan Archie, saya rasa antara Tuan Archie dan Nona Ceyasa, mereka punya hubungan," ucap  Asisten Qie dengan semangat, seolah dia baru saja bisa menyelesaikan sebuah kasus besar.


Rain terdiam, meletakkan cangkir porselennya di meja yang ada di sebelah bangku tamannya, dan segera berdiri, dia berjalan beberapa langkah ke depan, lalu berhenti dan memasukkan kedua tangannya pada sakunya, wajahnya menyiratkan bahwa dia sedang berpikir tentang sesuatu, tak lama dia menoleh ke arah  Asisten Qie.


"Siapkan mobil," kata Rain langsung.

__ADS_1


"Baiklah Tuan," kata  Asisten Qie secepatnya, dia langsung pergi ke dalam.


Rain sekali lagi menantang matahari, menggertakkan giginya, wanita itu, bagaimana bisa bersama dengan Archie?


__ADS_2