
"Bagaimana keadaannya?" tanya Angga pada seorang dokter yang duduk di depannya dalam ruangan khusus di rumah sakit miliknya.
"Keadaan Yang Mulia Ibunda Ratu cukup mengkhawatirkan, untunglah dia masih bisa bertahan dan keadaannya perlahan membaik, tapi kita harus menjaga dirinya untuk tidak lagi mengalami hal serupa, karena jika tidak, saya tidak yakin dia masih bisa bertahan atau tidak diserangan selanjutnya," kata dokter itu melihat wajah Angga yang tampak sedikit kusut, terlihat sekali banyak yang harus menjadi bebannya.
"Lalu Archie?" kata Angga lagi menyondongkan tubuhnya menatap dokter yang cukup ragu menjelaskan.
"Keadaannya cukup sulit, sepertinya benturan di kepalanya akibat kecelakaan itu membuatnya mengalami memar otak apalagi dia tidak dibawa langsung ke rumah sakit, saat ini keadaannya stabil namun dia masih belum sadar," kata dokter itu menjelaskan bagaimana keadaan Archie.
Archie memang dibawa ke rumah sakit karena tiba-tiba saat perjalanan mengeluhkan sakit kepala dan dia langsung kehilangan kesadaran, para prajurit itu membawanya langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dan diketahui bahwa luka di tubuhnya bukan sekedar luka luar saja, para tentara segera melaporkan keadaan Archie pada Angga dan dirinya langsung di pindahkan ke rumah sakit milik Angga.
Angga tampak diam sejenak, menurut laporan para prajurit yang mengikutinya, Archie bersikap seolah lukanya tak masalah, dia benar-benar bertekat untuk menyelamatkan Ceyasa hingga tidak mengindahkan luka dan juga keadaan tubuhnya, itu artinya Archie benar-benar mencintai Ceyasa hingga rela mengenyampingkan semuanya. Angga melarang siapapun untuk memberitahu keadaan Archie, apalagi pada Ceyasa, dia takut wanita itu akan cemas dan keluar dari wilayah Militer khusus dan nantinya akan kembali menjadi masalah.
"Bagaimana dengan Gerald?" kata Angga lagi sambil menarik napas dalam.
"Keadaan Gerald baik-baik saja, dia hanya mengalami syok akibat kecelakaan dan luka-luka luar yang tidak terlalu parah, luka di tangannya cukup dalam, namun hanya itu sudah di tangani, Gerald tidak perlu untuk dikhawatirkan," kata dokter itu melihat Angga.
"Baguslah, setidaknya dari mereka ada yang keadaannya tidak apa-apa," kata Angga cukup lega, tinggal Archie dan Ibunda Ratu yang harus dia khawatirkan.
__ADS_1
"Yang Mulia, untuk saat ini, darah Pangeran Archie tidak bisa kita gunakan untuk pembuatan serum, karena saat ini darah Pangeran Archie sudah terkontaminasi dengan obat-obatan yang masuk untuk menyelamatkan kondisinya, dengan kata lain, kita hanya bergantung dengan serum yang ada," kata Dokter itu harus memberitahukan hal ini pada Angga, Angga langsung kembali berwajah kusut, dia lupa bahwa Archie adalah satu-satunya persambungan nyawa untuk anaknya, kenapa dia tak menjaga Archie dengan baik?
Angga memang sengaja membiarkan para pengacau itu membawa Ceyasa, dia tahu bahwa akan ada saatnya Rain akan kembali bertindak untuk mengambil Ceyasa, dari laporan yang dia dapat tak mungkin Rain menyerah, karena itu dia sudah merancang segalanya agar Rain bisa terjebak, namun dia tidak memperkirakan Archie akan mengalami kecelakaan dan Ibunda Ratu akan mendapatkan serangan jantung, sekarang dia sangat pusing memikirkan semuanya.
"Yang Mulia Raja," kata dokter itu sedikit gugup, takut menyela Angga karena Raja mereka itu sekarang tampak tidak bisa diganggu.
"Ada apa?" kata Angga datar dan dingin, kepalanya cukup ingin pecah sekarang.
"Kami sudah melakukan penelitian dan tim kami yang terdiri dari para ahli sepertinya sudah menemukan cara untuk menyembuhkan Putri Suri," kata dokter itu dengan suara sedikit bergetar, mendengar itu, Angga langsung melihat ke arah dokter itu dengan tajam, dia cukup kaget dan tidak menyangka.
"Dari hasil laporan dan juga arsip yang ada, kami tahu bahwa penyakit ini akan aktif jika diberikan suntikan darah yang memiliki antigen yang sama dan Antigen yang tidak terkontaminasi antibodi sebelumnya sangat kuat, saya rasa mereka akan mengambil alih antigen lemah yang ada di tubuh Putri Suri dan mengembalikan sifat aslinya sehingga dia tidak akan kebal dengan antibodi yang ada di darah Pangeran Archie, begitulah pemikiran kami, namun cara ini belum pasti seratus persen berhasil, namun layak untuk kita coba," kata Dokter itu menjelaskan pada Angga.
"Maksudmu?" kata Angga yang mencoba untuk memahami apa yang dikatakan oleh dokter, namun karena isi kepalanya saat ini sedang sangat penuh, dia cukup kesusahan untuk mencerna istilah-istilah kedokteran yang dipakai oleh dokter itu.
"Dengan kata lain, kita akan memerlukan darah dari keturunan keluarga Anda yang masih mengandung penyakit itu dan belum pernah diberikan pengobatan sebelumnya untuk mengganaskan kembali penyakit itu dan menguasai darah Putri Suri, setelah itu darah putri Suri akan sama seperti halnya darah yang asli, dan setelah itu kita akan segera menyuntikkan serum dari darah Pangeran Archie, kemungkinan dengan cara itu, kita bisa membuat Putri Suri sembuh," kata dokter menatap lurus ke mata Angga yang tampak sangat mengawasi apapun yang dikatakan oleh dokter.
"Kau yakin?" kata Angga lagi seperti baru saja mendapatkan pencerahan, dalam hatinya muncul harapan.
"Seperti yang sudah saya katakan, itu belum tentu seratus persen bekerja, namun kita bisa mencobanya dahulu, yang kami perlukan hanya darah murni dengan penyakit itu dari keluarga Anda," kata Dokter dengan serius menatap Angga.
__ADS_1
Angga menekuk wajahnya, mencoba berpikir, siapa yang bisa memberikannya darah dengan penyakit itu, sejauh yang dia ingat, seluruh keluarganya mulai dari kakek buyutnya hingga dirinya hanya memiliki 1 keturunan dan mereka semua sudah meninggal, hanya tinggal Archie dan dirinya, juga Suri, dan mereka semua sudah memiliki antibodi itu, dia harus mencari silsilah keluarga mereka, mencoba untuk setidaknya menemukan dan mana tahu mereka memiliki seorang sepupu atau siapapun yang membawa penyakit keturunan itu juga.
"Baiklah, akan aku cari keluarga yang memiliki darah itu," kata Angga mantap.
"Ya, kita harus cepat Yang Mulia, kita tak tahu sampai kapan pangeran Archie akan seperti itu dan sampai kapan serum itu masih berpengaruh untuk Putri Suri," kata dokter itu memperingatkan seberapa pentingnya keadaan ini bagi mereka.
"Baiklah, terima kasih," kata Angga tampak kembali berpikir.
"Sama-sama, kalau begitu saya izin diri, saya harus kembali memantau keadaan Pangeran Archie, permisi Yang Mulia Raja," kata dokter itu langsung berdiri dan segera memberikan salam, Angga mengangguk perlahan dan segera melihat ke arah Asisten Lin.
"Cari semua tentang silsilah keluarga kerajaan, aku ingin tahu apakah ada keluarga kerajaan yang lain yang masih hidup," kata Angga dengan suara wibawanya memberikan perintah pada Asisten Lin.
"Baik Yang Mulia," kata Asisten Lin.
"Dan, tolong berikan kebutuhan untuk istri Archie di sana, pastikan dia tidak keluar dari wilayah militer hingga Archie sadar," kata Angga lagi.
"Baik, Yang Mulia," kata Asisten patuh dan segera melakukan pekerjaan yang diperintahan oleh Angga, meninggalkan Angga sendiri di ruangan itu yang masih berpikir keras, dia harus memikirkan 3 orang sekarang, Ibunda Ratu, Archie, dan tentu Suri, juga harus memutar otak untuk menemukan keturunan kerajaan yang lain.
__ADS_1