Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
222 - Archie yang ku kenal sedikit menyebalkan.


__ADS_3

"Cepat ambilkan serum itu," kata kepala dokter yang ada di sana memerintahkan seorang dokter junior, dokter itu langsung bergeges keluar tanpa membalas perkataannya.


Mereka yang ada di sana hanya bisa melihat keadaan Suri, perlahan-lahan dia tampak menenang, sepertinya efek obat yang di suntikkan tadi sudah mulai bereaksi namun saat tubuhnya mulai menenang, darah kembali mengalir dari hidung Suri, tampak begitu kental mengalir hingga membasahi pipinya, Bella yang melihat itu segera mengambil sapu tangannya, menghapus jejak darah yang kembali mengotori wajah anaknya, dia mengusapnya perlahan sambil menahan tangisnya.


Ceyasa yang melihat hal itu ikut merasakan kesedihan yang menyerebak menguasai atmosfir di sana, dia tampak menahan tangisnya, Archie yang melihat hal itu segera menarik Ceyasa dalam pelukkannya, melihat keadaan Suri, entah apakah Archie sanggup setegar Jared jika dulu dia tetap memaksakan diri untuk bersama Suri, bahkan melihat Suri yang terkena penyakit itu bukan karena dirinya saja dia sudah sangat tak tega, apa lagi jika dia sampai terserang penyakit itu karena Archie.


Tak lama dokter junior itu kembali dan membawakan beberapa serum, dia segera memberikannya pada kepala dokter yang ada di sana, kepala dokter itu dengan sigap segera menyuntikkan serum itu melalu three ways yang ada di tangan Suri, perlahan namun pasti semua serum itu masuk ke dalam tubuhnya Suri.


Angga dan Bella melihat hal itu sedikit lega, setidaknya dulu Archie setelah mendapakan suntikkan itu, keadaannya segera membaik, semoga juga Suri bisa segera membaik.


"Kami sudah memasukkan anti kejang dan juga serum yang ada sebelumnya, kami akan memantau keadaan Putri Suri, semoga semuanya sesuai dengan harapan kita semua, 24 jam ke depan kami akan melakukan tes untuk melihat keberhasilannya," kata Kepala dokter itu pada semua orang yang ada di sana, rawut muka tegang masih terlihat jelas di wajahnya juga semua orang yang ada di sana.


"Baiklah, terima kasih," kata Angga pada kepala dokter itu.


"Sama-sama Yang Mulia, kalau begitu kami undur diri dulu, kami harus menyiapkan serum yang lain," kata Kepala dokter itu setelah memastikan bahwa keadaan Suri sudah bisa ditinggalkan oleh mereka.


"Ya," kata Angga sekilas saja.

__ADS_1


"Terima kasih sekali lagi Dokter," kata Bella melihat ke arah dokter itu.


"Sama-Sama Yang Mulia, aku yakin Suri akan segera membaik," kata dokter itu lagi padahal dia belum yakin, hanya untuk memberikan semangat bagi keluarga pasien, mereka sedikit mengangguk pada orang-orang di sana dan setelahnya keluar dari ruangan Suri yang auranya masih sedih dan tegang.


Detik berganti menit, dan menit bergulir menjadi jam, tak terasa mereka di sana hingga malam menyergap bumi, keadaan Suri tampak stabil, tak lagi ada serangan kejang, hanya saja belum ada tanda-tanda dirinya akan sadar segera, Jared dan Bella lah yang paling setia ada di samping Suri, menungguinya seharian. Jared tampak tegar untuk selalu ada di sana, walaupun hanya diam, pria itu tampak sangat khawatir dan sigap, tak sedetik pun meninggalkan sisi Suri, bukannya dia sudah berjanji ada untuknya satu hari ini, dia baru meninggalkan sisi Suri ketika Angga memanggilnya untuk membicarakan sesuatu.


"Ceyasa, lelah?" tanya Bella melihat Ceyasa yang dari tadi hanya duduk di sana, wajah Bella tampak sudah lebih tenang dibanding tadi pagi, hanya mereka yang ada di ruangan itu sekarang, karena para lelaki sedang berkupul di ruang sebelah, duduk di sofa termpat mereka tadi berbincang.


"Oh, tidak, tidak apa-apa Yang Mulia Ratu," kata Ceyasa yang merasa cangung, kenapa malah Bella memikirkan dirinya.


"Kau boleh memanggilku bibi seperti Archie memanggilku, tidak perlu terlalu formal jika tidak di acara formal atau di depan Ibunda Ratu, terima kasih sudah ada di sini," kata Bella sesekali melihat ke arah Suri yang masih saja tertidur lelap.


"Bibi, bolehkah aku bertanya?" tanya Ceyasa melihat wajah cantik Bella yang tak tergerus oleh waktu.


"Ya?" jawab Bella menatap Ceyasa.


"Apa penyakit yang sekarang sedang dialami oleh Suri?" kata Ceyasa dengan wajah bertanya.

__ADS_1


Bella yang melihat wajah Ceyasa yang seperti itu segera menarik napasnya sedikit dalam.


"Ya, kau memang harus tahu tentang hal ini, keluarga kerajaan memiliki penyakit keturunan yang mereka bawa dalam darah mereka, mereka akan mengalami penyakit itu tidak tahu kapan, mungkin saat kecil atau malah sesudah dewasa bahkan ada yang sudah sangat tua, semua itu tidak ada yang bisa memprediksinya, dulu mereka mengatakan penyakit itu adalah kutukan, dan menjadi sebuah legenda, di dalam legenda itu menyebutkan bahwa sesama keluarga kerajaan tidak boleh menikah, karena jika mereka menikah maka penyakit itu akan segera bereaksi bagi keduanya, dan bisa mengantarkan mereka dalam kematian seketika," kata Bella menatap Suri sekali lagi.


"Lalu? Kenapa Archie harus menyerahkan darahnya?" tanya Ceyasa yang terlalu besar rasa keingintahuannya.


"Ayah Suri, entah bagaimana bisa selamat saat mengalami penyakit itu, tubuhnya membuat semacam penawar untuk penyakit itu, saat kecil Archie juga sudah mengalami hal seperti ini, kami menyaksikannya sendiri dan ayah Suri memberikan darahnya untuk menolong Archie, saat ini darah Archie pun sama dengan darah ayah Suri, karena itu kami meminta darah Archie untuk menolong Suri," kata Bella sedikit tersenyum, untungnya mereka memiliki Archie di sini sekarang.


"Oh, jadi itu alasannya kenapa Archie dan Suri tidak boleh berhubungan?" tanya Ceyasa yang langsung mengeluarkan pemikirannya tanpa menimbang, membuat Bella sedikit kaget dan mengerutkan dahinya.


"Kau juga mengetahui masalah itu?" tanya Bella yang tak menyangka Ceyasa juga tahu masalah hubungan Archie dan Suri.


"Ya, Archie pernah bercerita tentang itu dulu," kata Ceyasa sungkan, dia sudah menanyakan hal yang tak pantas.


"Archie anak yang sangat baik, dia selalu menjadi anak yang dilahirkan menjadi pangeran, sopan dan santun, aku yakin jika dia sudah memilihmu, maka dia sangat mencintaimu," ujar Ceyasa dengan senyuman manis keibuan yang menenangkan, memegang dagu Ceyasa yang sekarang ada di sampingnya, mengamati wajah cantik Ceyasa, tak ingin Ceyasa salah sangka tentang hubungan Archie dan Suri dulu, mendengar itu Ceyasa sedikit tersipu.


"Ehm, Archie yang ku tahu sedikit berbeda, dia itu … sedikit menyebalkan," kata Ceyasa seolah mengadu.

__ADS_1


"Benarkah? pria selalu menyebalkan dengan wanita yang dia suka, aku yakin, karena sifatnya yang seperti itu kau juga menyukainya," kata Bella lagi dengan lembut, membuat Ceyasa tidak bisa membalasnya karena kembali tersipu.


__ADS_2