
"Kau tidak ingin duduk?" tanya Ceyasa lagi.
"Saya tidak diperbolehkan untuk duduk tanpa perintah dari Anda," kata Gerald lagi menerangkan, Ceyasa mengerutkan dahi, begitu banyak peraturan di istana, bahkan duduk saja ada izinnya, dia pasti tidak sanggupp kalau harus tinggal di sana, pikir Ceyasa.
"Baiklah, kau boleh duduk sesukamu jika berdua denganku, dan juga anggap saja kita berteman, jadi jika bicara denganku, jangan terlalu formal," kata Ceyasa seolah memberikan perintah, Gerald mengerutkan dahinya, apakah boleh begitu?
"Tapi?" kata Gerald ragu-ragu.
"Kan katamu jika kau ingin duduk kau harus minta izin dulu padaku, sekarang aku memberikanmu izin tak terbatas," kata Ceyasa lagi dengan senyuman manis, ternyata kalau Ceyasa tak bersama Archie, dia sama sekali tak seperti singa betina, malah terlihat imut bagaikan panda, pikir Gerald yang mengamati Ceyasa, sebenarnya terlalu lancang untuk mengamati istri pangerannya, tapi bukannya sudah ada izin darinya?
Gerald pun duduk di depan Ceyasa, terlihat lebih santai walaupun masih menjaga wibawa dan kesopanannya.
"Kau tahu, aku tidak bisa tidur di rumah sebesar ini, terlalu menyeramkan," kata Ceyasa melirik ke segala arah ruang tengah yang besarnya saja seluas rumahnya di desa.
"Ya, berarti kau tidak akan suka tinggal di istana," kata Gerald yang mulai menunjukkan sikap sebagai temannya.
"Benarkah? apa istana lebih besar dari ini?" kata Ceyasa tak percaya.
"Tentu, istana pangeran milik Archie saja 2 kali lebih besar dari rumah ini, istana utama lebih dari itu," kata Gerald lagi.
"Tak habis pikir, mungkin jika aku jadi pelayan di sana, bisa-bisa 3 hari pinggangku akan patah, untungnya aku tak punya minat untuk tinggal di istana," kata Ceyasa dengan wajah polosnya, membayangkan bagaimana cara membersihkan rumah sebesar itu, karna membersihkan rumahnya saja dia sudah sangat kelelahan.
__ADS_1
"Hahaha, tentu pelayan di sana sangat banyak, puluhan jumlahnya," kata Gerald merasa sedikit lucu melihat wajah polos Ceyasa yang seolah sedang membayangkan itu.
"Benar juga, sudah berapa lama kau bekerja dengan Archie?" tanya Ceyasa lagi.
"Ehm, jika jadi Asisten pribadinya, mungkin sudah 8 tahun sejak dia berusia 17 tahun dan mendapat gelarnya," kata Gerald
"Wow, sudah begitu lama, bagaimana bisa kau bertahan dengan pria semenyebalkan dia itu," kata Ceyasa yang dipikirannya tiba-tiba muncul wajah Archie yang membuatnya merasa mual seketika.
"Kami adalah sahabat dari kecil, saat Archie duduk di bangku sekolah dasar, dia pernah sekolah di sekolah umum, karena itu kami bertemu, sejak itu kami bersahabat dan dia mengangkatku menjadi Asisten pribadinya dan sebenarnya walaupun begitu, dia tak semenyebalkan itu," kata Gerald memandang Ceyasa.
"Bagaimana bisa? Dia itu, eh!, pokoknya aku belum pernah bertemu dengan pria semenyebalkan dia," kata Ceyasa sambil memeras tangannya di depan wajahnya, terlalu geram membayangkan tingkah Archie.
"Suri? Apakah itu wanita yang dia suka? Sepupunya bukan?" kata Ceyasa lagi mengingat apa yang pernah dikatakan oleh Archie padanya.
"Ya, dia juga menceritakannya padamu?" kata Gerald sedikit tak percaya.
"Ya, dia pernah menceritakannya, aku sedikit bingung bagaimana seseorang bisa jatuh cinta pada sepupu sendiri, namun mendengar ceritamu, aku baru mengerti, jika seumur hidup dia hanya mengenal satu wanita, jika aku jadi dia, aku juga mungkin punya rasa yang sama," kata Ceyasa mulai mengerti keadaan Archie.
"Benar, karena itu aku pun tak bisa menyalahkannya tentang hal ini, walaupun aku sudah beberapa kali mengingatkannya tentang ini," kata Gerald lagi.
"Walaupun kau mengatakan dia tak menyebalkan, dia itu tetap pria menyebalkan bagiku karena dia menahanku di sini, walaupun dia mengatakan ini demi kebaikan tapi aku tak suka tinggal di sini, huh," keluh Ceyasa lagi, mempertahankan keinginannya.
__ADS_1
"Aku harap kau bisa mengerti tentang ini," kata Gerald lagi, membuat Ceyasa kembali serius memandang Gerald.
"Memangnya kenapa?" kata Ceyasa yang menjadi penasaran, kenapa dia harus mengerti semua tentang Archie, kenapa tidak ada yang mengerti tentang dia?
"Archie tumbuh di lingkungan yang tampaknya baik untuknya, namun sebenarnya tidak, ibunya meninggal saat dia baru berumur 2 hari, ibunya melompat dari lantai 5 gedung rumah sakit dan meninggal seketika," kata Gerald dengan wajah serius.
Ceyasa yang mendengar itu membesarkan matanya sedikit, tak percaya dengan apa yang dia dengarkan? Benarkah?
"Jadi ibunya?" kata Ceyasa masih tak percaya.
"Iya, ibunya bunuh diri karena melahirkannya, aku dengar, sebenarnya yang ingin dia lakukan adalah membuang Archie, namun karena sesuatu, dia malah memutuskan untuk membunuh dirinya," kata Gerald.
"Lalu bagaimana bisa? Bagaimana ayah Archie? " kata Ceyasa yang tak percaya, ternyata kisah hidup pria menyebalkan itu sangat menyedihkan.
"Saat itu ayahnya, pangeran Aksa berhubungan dengan ibu Archie, namun tak tahu bahwa ibu Archie mengandung dirinya, dengan kata lain sebenarnya Archie bukanlah anak sah Pangeran Aksa, karena ibunya dan Pangeran Aksa tidak terikat dengan pernikahan yang sah dari kerajaan, namun karena mengingat tidak ada lagi penerus keluarga kerajaan, maka pangeran Archie diakui sebagai anak dan seorang Pangeran."
"Lalu?" kata Ceyasa yang semakin penasaran tentang hidupnya.
"Karena ibunya meninggal dan ayahnya tak tahu dia ada, sejak itu Pangeran Archie diasuh oleh sahabat Nona Mika, ibu dari pangeran Archie, yaitu Tuan Daihan dan menjadikannya anak angkat Tuan Daihan hingga sekarang, kehidupan Archie di istana juga tak seindah yang orang bayangkan, Hubungan Pangeran Aksa dan Raja Angga tidak baik, itu berimbas pada Archie, hingga sakarang hubungan mereka sangat kaku, Archie harus berusaha untuk membuktikan dirinya tak seperti ayahnya, namun akhir-akhir ini keadaan semakin parah karena masalah Suri, karena itu aku harap kau mengerti, Raja Angga baru saja mempercayai Archie mengurus bisnisnya, itu adalah hal yang sangat berarti bagi Archie, karena itu dia sangat takut untuk menghancurkan kesempatan terakhirnya," kata Gerald lagi.
Ceyasa terdiam, menganalisa kata demi kata yang di ucapkan oleh Gerald, pantas saja dia begitu ngotot tentang ini, dia pasti sangat takut jika Rain menggunakan dirinya untuk menjatuhkannya, sekarang Ceyasa mengerti masalahnya, dan merasa sedikit simpati akan keadaan Archie, tak menyangka hidupnya ternyata seperti itu.
__ADS_1