
Archie berjalan keluar dari lift khusus di perusahaannya, berjalan dengan gayanya yang menunjukkan wibawanya, Gerald mengikutinya dari belakang.
"Tuan Rain sudah menunggu Anda di ruang rapat, dia ingin berbicara dengan Anda untuk masalah investasi, dia ingin segera menandatanginya," kata Gerald langsung yang baru saja mendapatkan pesan dari Asisten Qie.
"Baiklah," kata Archie dengan suara berat, wajahnya serius, sedikit merapikan pinggiran jasnya lalu berjalan menuju ruang rapat khusus yang biasanya digunakan oleh pamannya.
Tak lama dia sampai juga di depan pintu ruang rapat yang berwarna hitam, Gerald langsung membukakan pintu untuk Archie dan dengan mantap dia berjalan dan masuk ke dalam ruangan itu, wajah seriusnya dipertahankannya, dari ujung meja rapat yang cukup panjang itu Archie segera melihat Rain sedang duduk tampak berpikir, Asisten Qie duduk di sampingnya.
Archie segera berjalan mengitari meja rapat itu, Gerald mendahuluinya dan segera menarik kursi yang ada tepat di depan tempat duduk Rain, Archie tetap memasang wajah seriusnya, tampak sedikit tidak bersahabat pada Rain, Rain yang melihat kedatangan Archie hanya memasang wajah dengan senyum sedikit terlihat sinis, duduk dengan sangat santai seolah ruangan rapat ini adalah miliknya.
"Tuan Rain, bagaimana?" kata Archie to the point, tidak ingin terlalu membuang waktu dengan pria ini.
"Baiklah, bukannya aku sudah mengatakan, aku sudah setuju untuk melakukan investasi pada perusahaan Anda," kata Rain mulai menghilangkan sikap santainya, menegakkan tubuhnnya namun matanya terus saja mengejar Archie, menatap segala gerak-gerik pria di depannya, Archie memiringkan sedikit kepalanya, merasa aneh dengan tatapan Rain yang sedikit mencurigakan baginya, apa isi pikiran pria ini sekarang?
"Baiklah, kalau begitu kita akan melakukan penandatangannya sekarang," kata Gerald menyerahkan berkas untuk penandatanganan investasi itu, Asisten Qie dengan sigap mengambil berkas itu dari Gerald dan meletakkannya di depan Rain dengan rapi, namun tetap saja Rain tak sedikit pun teralihkan, menatap dengan wajah tampak ramah namun sorot matanya seolah benar-benar mengawasi Archie, seakan tak ingin melepaskannya.
"Tuan," kata Asisten Qie mencoba memberitahukan Rain bahwa kontrak itu sudah di depan matanya.
Rain menarik sedikit sudut bibirnya, mengambil pena yang disodorkan oleh Asisten Qie, dia segera melihat ke arah kertas kontrak itu, pena ditangannya sudah ditekannya di kertas itu, awalnya dia sudah ingin menandatanganinya, namun dia hanya terdiam, seolah berpikir, dia mengangkat lagi pena itu, membuat Archie sekali lagi mengerutkan dahinya, pria ini, apakah hanya mempermainkannya? pikir Archie.
Rain meletakkan pena dengan rapi di atas berkas itu, dia kembali melihat ke arah Archie sambil menyilangkan jari-jarinya tepat di depan wajahnya, melekatkannya pada hidung dan bibirnya, namun matanya tetap awas melihat ke arah Archie. Semua orang menatap dengan bingung, menerka apa yang dipikirkan oleh Rain sekarang.
"Aku akan menginvestasikan 3 trilliun untuk perusahaan kalian," kata Rain tenang namun segera membuat kaget seluruh ruangan, nilai itu bahkan jauh dari perjanjian mereka, lebih banyak berkali-kali lipat, dari miliyar menjadi triliun, Archie tak menyangka Rain ingin menginvestakan uang sebanyak itu pada perusahaannya, nilai itu sama saja seperti nilai hampir setengah dari saham dari perusahaan mereka. Hal ini benar-benar mengejutkan, Archie dan Gerald hingga terduduk tegak mendengarkannya, namun Rain benar-benar terlihat begitu tenang, dan hanya kembali menatap Archie.
"Anda serius? kami tidak menerima perkataan yang hanya menjadi angin segar," tanya Archie, sedikit ragu apa yang membuat Rain menginvesikan begitu banyak uangnya pada perusahaan mereka, apa dia ingin memiliki perusahaan ini? pikir Archie lagi.
__ADS_1
"Anda terlalu meremehkan saya dari awal Archie, namun bagus, saya cukup senang dengan gaya Anda," kata Rain mengendurkan sikapnya, dia kembali tampak santai sampai menyandarkan dirinya pada kursi itu. Archie menyipitkan sedikit matanya, tak menyukai gaya Rain yang menunjukkan keangkuhannya.
"Aku tidak meremehkan Anda, hanya memberitahu Anda, sedikit memperingatkan Anda agar tak main-main denganku," kata Archie lagi.
"Ya, peringatanmu sudah ku dapatkan, tapi aku ingin mengambilnya kembali," kata Rain dengan senyum sinis yang berubah serius, Archie masih menganalisa, apa maksudnya?
"Apa maksud Anda? Aku tidak mengerti," kata Archie dengan sikap yang masih bertahan.
"Aku rasa Anda tahu apa yang aku katakan, aku ingin Anda mengembalikan yang sudah menjadi milik saya," kata Rain dengan wajah serius, di bahkan menegakkan duduknya, mencondongkan tubuhnya ke arah Archie, Archie melihat itu segera terbesit sesuatu, Ceyasa.
Archie tersenyum sedikit sinis, menebak apakah dia sudah tahu tentang dirinya dan Ceyasa, namun dengan kedudukan Rain yang seperti ini, pasti dia sudah tahu tentang mereka, ternyata bagaimana pun tak bisa di hindari, Rain tetap akan mengancamnya dengan hal ini.
"Aku akan menginvestasikan 3 triliun di perusahaan ini, tapi aku ingin kau menyerahkan Ceyasa padaku, kau tidak ada hubungannya dengan masalah aku dan dia, aku pastikan aku tak akan menyangkut pautkan apapun tentang dirimu dan dirinya, setelah kau serahkan dia, aku akan menganggap kau tidak pernah berhubungan dengannya, lagi pula, untuk apa seorang Pangeran seperti Anda melindungi wanita yang tak memiliki apa pun, untuk karir bahkan kehidupan Anda sebagai pangeran, dia sama sekali tak pantas," kata Rain langsung, tak ingin basa basi lagi.
"Apakah Anda tidak main-main? 3 triliun dan Anda tidak akan melakukan apapun untuk menjatuhkan Archie? apa Anda kira kami bodoh?" kata Gerald yang tak lagi menahan dirinya.
"Dengarkan aku, aku tahu kau melindunginya karena kau punya hubungan dengannya, tapi Archie, walaupun kau tak menyukaiku dan aku tahu itu semua dari sikapmu, hingga detik ini aku tak punya niat untuk menjatuhkanmu, kecuali kau memang sengaja mengusikku sekarang," kata Rain langsung.
"Apa bukti Anda tak akan melakukan hal yang menjatuhkan Tuan Archie?" kata Gerald lagi.
Asisten Qie merasa Gerald terlalu mengurusi tentang hal ini, karena itu dia segera ingin membalas Gerald, namun langsung dihentikan oleh Rain.
"Apa perlu kita membuat perjanjian terpisah untuk membahas hal ini?" kata Rain yang memandang Archie dengan sangat serius. Gerald merasa cukup yakin, jika Rain sudah berani untuk melakukan hal itu, berarti dia sangat serius, jadi menurut Gerald ini penawaran yang sangat menguntungkan, lagi pula Archie dan Ceyasa sama sekali tidak cocok.
Archie menatap Rain dengan dalam, tak ingin kalah dengan tatapan Rain yang bagaikan serigala liar mengincar mangsa. Archie merasa ada yang aneh, untuk apa pria seperti Rain berurusan dengan Ceyasa, dia bahkan berani mengeluarkan uang sebegitu banyaknya hanya untuk Ceyasa dan juga berjanji tak mengganggu dirinya, ada apa dengan Ceyasa dan Rain sebenarnya? Apa hubungan mereka?
__ADS_1
"Kalau begitu, aku menolak tawaran investasi Anda di perusahaan kami," kata Archie langsung yang membuat Gerald langsung membalalakkan matanya, Ceyasa dan uang 3 trilliun, tak sebanding sekali, jika Archie ingin melindungi Ceyasa, dan merelakan investasi sebesar itu, rasanya itu akan sangat merugikan.
Rain menaikan sudut bibirnya, Archie bergeming, tetap menjaga tatapan matanya pada mata Rain.
"Kau yakin?" kata Rain lagi.
"Ya, karena perusahaan kami menawarkan Anda kerja sama, bukan pertukaran seseorang, jika Anda tidak punya minat untuk melakukan investasi karena kinerja kami, maka saya tidak bisa menerima hal itu," kata Archie yang emosinya dari tadi sudah tersulut.
Rain melihat itu diam, menatap Archie dengan sangat tajam seakan dari tatapannya saja dia sudah ingin membunuh Archie, dia sangat tidak senang dengan penolakan apalagi dengan seseorang yang berani-beraninya menghalangi keinginannya, dia menggertakkan giginya, terus menatap Archie yang juga menantangnya, Rain sedikit manaikkan sudut bibirnya, kembali menunjukkan senyum sinisnya yang mengerikan, bahkan Gerald sedikit merasa takut melihat senyuman itu, khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya pada Archie.
"Baiklah, kalau memang itu maumu, kita lihat sejauh mana kau akan bisa melindunginya," kata Rain lagi.
Archie berdiri mendengarkan hal itu, dia menggertakkan giginya, terlalu emosi melihat gaya Rain, kepercayadirian yang jatuhnya tampak begitu sombong.
"Baiklah, kita lihat saja nanti," kata Archie menantang Rain.
"Kau tahu, aku akan menang, aku tak pernah kalah, Tuan Archie," kata Rain yang juga berdiri, tersulut oleh sikap Archie yang menantangnya.
"Silakan," kata Archie sambil merentangkan tangannya, mengisyaratkan untuk Rain segera keluar, Rain menatap Archie dalam, tak pernah ada yang memperlakukannya seperti ini, pria ini belum tahu dia sedang berurusan dengan siapa, tanpa menunggu lama Rain segera pergi dari ruangan itu, Asisten Qie yang melihat wajah marah Rain hanya bisa mengikutinya dengan ketakutan di belakangnya.
Rain segera keluar dari perusahaan itu dan masuk kembali ke dalam mobilnya dan hanya melihat jendela mobilnya, wajah emosinya yang dari tadi terlihat tiba-tiba berubah menjadi senyum sinis, wajah penuh percaya diri dan juga arogan kembali terlihat, bahkan Asisten Qie yang sudah terbiasa melihat bosnya ini, bergidik ngeri melihatnya, perubahan wajah Rain yang sangat menyeramkan itu.
"Apa aku harus memerintahkan orang untuk mengurus Nona Ceyasa?" tanya Asisten Qie pada Rain yang hanya mengamati jalanan.
"Tak perlu, aku yakin dia akan datang padaku dengan suka rela," kata Rain memindahkan padangannya matanya dari jalanan ke spion tengah mobil yang langsung membuat Asisten Qie mengangguk.
__ADS_1
Kau ingin perang, ayo berperang, pikir Rain tersenyum, ternyata dia menyukai sikap Archie, membuat adrenalinnya cukup terpacu, membuat senyuman sinis itu terus mengembang mengerikan.