Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
325 - Wanita yang Berlebihan


__ADS_3

Mobil Archie berhenti di depan istana utama, pintu mobilnya langsung dibukakan oleh Gerald yang memang sudah diberikan kabar bahwa Archie akan pulang, Archie keluar lalu membukakan pintu untuk Ceyasa, tak seperti biasanya, dia menjulurkan tangannya, seolah memperhatikan benar-benar bagaimana Ceyasa keluar dari mobil itu, melihat tingkah Archie itu Ceyasa merasa senang, kelakuan Archie itu benar-benar membuat hatinya terasa manis.


 


"Pangeran, keluarga Anda sudah berkumpul di istana Anda," kata Gerald memberitahu bahwa Daihan dan Nakesha sudah kembali ke istana pangeran.


"Oh, baiklah, "kata Archie melihat ke arah Gerald, lalu dia mengalihkan pandangan pada Ceyasa, tersenyum dengan ceria.


"Aku akan menemui keluargaku dulu, aku harus meminta izin pada mereka, setelah itu aku akan bertemu dengan ayahmu," kata Archie melihat ke arah Ceyasa, memandangnya penuh kasih dan kelembutan.


"Baiklah, aku juga ingin beristirahat sejenak, aku sangat mengantuk sekarang," kata Ceyasa yang merasa mungkin itu karena dia tidak bisa tidur tenang di rumah sakit beberapa hari ini.


"Benar, tidurlah, nanti aku akan memberi tahu, jangan lupa makan vitaminmu, ingat, jaga dia baik-baik untukku," kata Archie mengecup hangat dahi Ceyasa, Ceyasa tersenyum senang, merasa sangat diperhatikan, tak menyangka, dia kira Archie akan kesal padanya kalau tahu dia hamil, sebaliknya Archie begitu hangat sekarang padanya.


"Ya," kata Ceyasa mengangguk kecil, dia lalu segera berjalan menaiki tangga menuju ke pintu utama istana itu, Archie memastikan Ceyasa masuk ke istana itu, lalu dia melihat Gerald yang juga berwajah sumringah.


 


"Kembalikan mobilku ke parkiran, aku jalan saja," kata Archie melemparkan kunci mobilnya, Gerald segera menangkap kunci itu dengan mantap, dia hanya mengangguk.


Archie segera berjalan menuju istananya, melewati halaman istana utama yang cukup lebar dengan hamparan taman bunga mawar yang mengiring semerbaknya masuk ke dalam indra penciuman Archie, dia memegang tengkuknya, semenjak dia mendonorkan darahnya, seluruh tulang belakangya merasa sangat nyeri, sekarang kepalanya pun sangat berat, mungkin karena juga kurang tidur, namun secara keseluruhan dia lebih baik dari semalam, mungkin karena obat penambah darah yang di berikan oleh dokter.


 


Archie menapak kakinya di depan istananya, dia menaiki berapa anak tangga, namun baru saja dia ingin masuk, dia melihat mobil sport yang berhenti di depan istananya, wajahnya sedikit mengerut, siapa kira-kira yang masuk dan berhenti di istananya, sangat jarang dia punya tamu.


 


Archie lebih memfokuskan pandangannya melihat siapa yang turun, saat dia melihat William yang turun, pundaknya yang tadi tampak tegang sedikit mengendur, ternyata adik kecilnya itu yang turun. Karena banyaknya masalah akhir-akhir ini, membuat Archie merasa curiga dengan siapa pun yang datang.


 


 

__ADS_1


"Kak, " sapa William dengan santai, tapi tidak seperti biasanya, dia tak langsung menuju Archie, dia malah mengitari mobilnya, lalu membukakan pintu mobilnya itu.


 


Archie mengerutkan dahi, siapa yang di bawa oleh William, bukannnya ayah dan ibunya sudah ada di sini? begitulah kata Gerald tadi, Gerald yang baru selesai memarkirkan mobil ke garasi juga tampak sedikit bingung melihat William yang membukakan pintu.


 


Tak lama turunlah sosok wanita yang langsung membuat Archie kaget, Gerald yang melihat dari kejauhan pun terkejut, Nadia turun dengan tangan yang digenggam oleh William, Archie sampai bengong melihatnya, tak percaya? William bersama Nadia? Apa-apaan ini?


 


William membawa Nadia mendekat ke arah Archie, namun berhenti di bibir tangga menuju ke pintu utama istana itu.


 


"Hai pangeran," kata Nadia seperti biasa, terlalu ramah bagi Archie, tubuhnya lebih kecil dari Ceyasa, rambutnya yang sebahu itu memang membuatnya lebih tampak seperti anak yang baru lulus sekolah, sebenarnya Nadia cukup imut, kalau saja tidak mengingat sifatnya yang jauh lebih parah dari pada Ceyasa, dia akan jadi gadis yang manis.


 


"Nadia!" terdengar suara Nakesha dari belakang Archie, Nakesha muncul dari dalam istananya, dia dengan sumringah dan juga sangat senang menyambut Nadia, bahkan dia hanya melirik Archie yang tentu kaget mendengar suara ibunya itu, bagaimana bisa ibunya kenal dengan Nadia, dan bahkan menyambutnya seperti  sudah sangat akrab.


 


Nakesha turun dan langsung memberikan pelukan hangat yang tentu langsung di sambut Nadia dengan wajah sumringah, William yang melihat itu hanya mengusap hidungnya, ibunya dan Nadia cocok sekali sifatnya.


"Ibu kenal dengannya?" tanya Archie tak percaya saat melihat Nakesha sudah selesai memberikan pelukan hangat pada Nadia.


 


"Tentu, bagaimana tidak kenal dengan calon menantu? Oh, dimana Ceyasa? aku juga belum puas berbincang dengannya kemarin, dia pasti sangat senang melihat adik iparnya ternyata sahabatnya sendiri, Nadia, ayo, kita masuk ke dalam, ibu akan menunjukkan istana padamu, ini istana Archie, namun anggap saja rumah sendiri," kata Nakesha seperti biasa, bahkan tidak menunggu Archie menjawab pertanyaannya, dia langsung membawa Nadia masuk ke dalam istananya, melewati Archie yang bengong begitu saja.


 

__ADS_1


"Hei, kak," kata William berhenti di depan Archie. Archie mengalihkan pandangannya pada William yang hanya berdiri memasukkan kedua tangannya ke saku celananya.


"Bagaimana bisa kau dengan wanita itu?" tanya Archie yang tak percaya, selera adiknya adalah wanita yang berlebihan seperti itu.


"Karena apa ya, mungkin karena kami sering bersama, kau menyuruhku menjaganya, dia terus merayuku, jika begitu siapa yang tahan, lagi pula aku rasa aku menyukainya," kata William cuek saja, jawabannya tidak memuaskan bagi Archie, bagaimana bisa adiknya tergoda dengan wanita macam Nadia itu.


"Kau menyukai wanita sepertinya? Bagaimana bisa?" kata Archie tak percaya.


William sedikit mengerutkan dahinya, apa salahnya jika dia menyukai Nadia, dia seorang pria, Nadia seorang wanita, jika terjadi chemistry bukannya itu hal yang biasa saja?


"Ya, tentu bisa," kata William santai.


"Apa alasannya kau bisa menyukai wanita seperti itu?" tanya Archie lagi ingin tahu.


"Ehm …. Apa alasan kakak menyukai kakak ipar?" tanya William yang langsung membuat Archie mengerutkan dahi, alasannya menyukai Ceyasa? tak ada, terjadi begitu saja tentunya, "Tidak bisa menjawab kan? Sama," kata William lagi dengan tenang saja, menepuk pundak kakaknya yang masih syok, lalu pergi masuk ke dalam istana, ingin melihat apa yang sudah dilakukan oleh ibunya pada Nadia.


 


Archie menggelengkan kepalanya keras, jangan-jangan dia masih ada dalam pengaruh efek pengambilan darah itu, kenapa rasanya semua seperti mimpi,  Archie menggaruk kepalanya, dia lalu masuk ke dalam istananya, berjalan menuju ruang tengah, semakin aneh melihat William, Nadia, ibunya dan papanya ada di sana bercengkramah, sejak kapan mereka seperti itu?


 


"Archie, kemarilah, kita berbicara, sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini," kata Nakesha semangat.


"Archie, apa kabarmu nak?" tanya Daihan melihat Archie yang sudah mendekat ke arah mereka.


"Baik Pa," kata Archie lagi, kemarin mereka sudah bertemu di rumah sakit saat ayah dan ibunya menjenguk Suri.


Archie lebih mendekat, berdiri di balik sofa panjang yang kosong, menghadap ke arah keluarganya yang tampak sangat senang, jadi selama mereka pindah dari istana ini, ternyata mereka sangat bahagia, berkumpul seperti ini, baguslah, pikir Archie. Nakesha begitu akrab dengan Nadia, tangan mereka bahkan terpaut.


 


Otak Archie bergulir, jika pagi ini mereka bisa membuat Archie kaget, bagaimana jika gantian Archie yang membuat mereka kaget.

__ADS_1


__ADS_2