
Jared sedikit kaget dengan pertanyaan Angga, dia memang mencitai Suri dan sangat senang sekarang akhirnya mendepatkan wanita itu, tapi dia dan Suri baru saja berhubungan, Jared sedikit tak percaya akan ditanya tentang ini begitu cepat oleh Angga.
"Ya," kata Jared menjaga kontak matanya dengan Angga, sama-sama melempar tatapan yang tajam nan serius, seolah dari matanya saja Angga sudah tahu betapa seriusnya pria ini. Angga sedikit menaikkan sudut bibirnya.
"Suri anak yang manja, dari kecil terbiasa dengan segala kemudahan dan juga segala keinginannya yang sebisa mungkin aku penuhi, sejak dia lahir, aku sudah bersumpah memberikan segalanya dan melindungi dari apapun, namun aku tak menyangka aku harus menyerahkan hal itu semua pada seseorang secapat ini, aku mohon mulai sekarang, jagalah dia dengan baik," kata Angga dengan senyuman tipis tak meninggalkan wibawanya, Jared mendengar itu sediki kaget namun langsung merasa bahagia.
"Baik Paman," kata Jared mantap.
"Sebelumnya pamanmu sudah mengajukan perjodohan kalian, aku akan menerimanya secara resmi, karena itu, sekali lagi aku bertanya padamu, apa kau serius dengan anakku?" kata Angga berdiri, Jared pun ikut berdiri karenanya, Angga mendekat pada Jared, langsung berhadapan dengan Jared, ingin melihat dengan jelas dsri mata Jared tentang keseriusannya.
"Ya, Paman," kata Jared tanpa ragu lagi.
"Baiklah, aku akan mengumumkan penerimaan pinanganmu secara resmi beberapa hari ke depan, sebaiknya kau yang mengatakan itu pada Suri," kata Angga lagi sambil menepuk pundak Jared, tersenyum penuh wibawa, Angga tak ingin mengambil resiko tentang percintaan anaknya lagi, Angga cukup pusing tentang kisah Suri dan Archie kemarin, melihat anaknya begitu murung, seumur hidupnya dia tak ingin lagi melihat hal itu.
"Baik Paman," kata Jared dengan senyuman balasan, tak kalah berwibawa walau dia lebih muda.
__ADS_1
Angga sedikit tersenyum, lalu keluar dari ruangan itu, Jared masih menunggu di ruangan itu sebentar, memikirkan apa yang terjadi, senyumannya merekah, dia menggingit bibirnya dan segera keluar dari ruangan itu, langkahnya sedikit terhenti ketika melihat wajah cantik yag sekarang menatapnya dengan curiga.
"Apa yang ayahku katakan padamu?" tanya Suri dengan nada mengintrogasi yang manja.
"Tidak ada," kata Jared yang sedikit kaget dan mencoba tetap bersikap normal.
"Benarkah?" ujar Suri yang sedikit menunjukkan wajah tak percayanya.
"Ya, sepertinya aku harus kembali, bibi mungkin membutuhkanku," kata Jared langsung menghindari Suri yang masih saja menatapnya tak percaya, wajahnya langsung cemberut melihat Jared yang meninggalkannya begitu saja, selalu saja semisterius itu.
Suri langsung mengejar Jared dan segera meliriknya, Jared yang melihat tingkah Suri hanya pura-pura tak melihatnya, sesekali tersenyum manis.
"Kau tidak ingin memberitahukannya padaku?" kata Suri lagi dengan suara merajuknya. Bergaya seperti anak-anak manja.
"Nanti juga kau akan tahu," kata Jared memegang tangan Suri dengan erat sebelum mereka kembali masuk ke dalam ruang tengah yang awalnya terdengar sangat ramai namun begitu mereka masuk langsung terdiam, dan tak biasanya pula, Jared tetap memegang tangan Suri dengan erat dihadapan semua orang terutama ayah dan ibunya.
__ADS_1
"Jared, Penerimaan pinanganmu akan kami laksanakan 2 hari lagi, kami akan dengan senang hati menerima kalian di ruang pertemuan kami setelah makan malam," ucap Angga lagi dengan senyuman cukup lebar membuat beberapa orang di sana tersenyum manis namun juga cukup kaget mendengar dan melihat Angga, Bella yang paling tampak bahagia, Aurora juga tampak sangat senang mendengarnya, setidaknya dia ingat ini adalah keinginan Jofan.
Suri terdiam, dia kaget mendengarkan perkataan ayahnya, namun dia langsung merasa senang mendengarnya, dia bahkan tidak bisa menutupi rona bahagianya, wajahnya langsung bersemu merah, dia tersenyum sumringah, Jared memeras tangannya dengan lembut, Suri melirik ke arah Jared yang tersenyum tipis.
Nakesha dan Bella langung memberikan pelukan selamat untuk Suri, sedangkan Aurora memegang pipi Jared, memberikannya senyuman manis keibuannya.
"Ayahku menanyakanmu tentang ini? " tanya Suri setelah semua ucapan selamat itu selesai.
"Ya," kata Jared tampak cuek saja.
"Lalu kau jawab iya?" kata Suri lagi menggoda Jared.
"Aku tidak punya pilihan lain," kata Jared lagi dengan suara lembut nan cueknya.
"Apa? kenapa bisa begitu?" kata Suri yang sedikit kesal mendengar kata-kata Jared.
__ADS_1
"Karena aku tidak mau dihatui olehmu seumur hidup, aku lebih memilih di sampingmu," kata Jared lagi dengan senyuman manisnya, membuat Suri langsung tersenyum malu-malu, para orang tua yang melihat tingkah mereka hanya senyum-senyum saja, dapat merasakan cinta keduanya yang tertular di seluruh ruangan.