
"Bagaimana rencana malam ini?" tanya Rain yang tampak menikmati pemandangan dari lantai 30 kantornya yang baru.
"Sebenarnya seluruh pasukan sudah bersiap, namun saya takut itu tidak bisa lakukan, Tuan," kata Asisten Ken menjawab dengan sedikit sungkan karena hal ini akan membuat tuannya merasa kecewa. Rain menatap ke arah Asisten Ken, wajahnya penuh kerutan.
"Kenapa tidak?" kata Rain menatap Asisten Ken dengan emosi, dia sudah menunggu waktu ini dengan sangat tersiksa, dia sudah mencoba sangat sabar menunggu hari ini untuk bisa masuk ke dalam istana dan mengambil wanita itu dari sisi Archie, sayangnya istana bukanlah tempat sembarangan baginya untuk bisa masuk, penjagaan yang ketat dan pesta ini adalah satu-satunya jalan untuk dia bisa masuk ke sana, mendengar rencananya batal, tangannya mengepal sangat kuat.
"Karena saat ini Putri Suri sedang jatuh sakit, beliau sampai harus di rawat di rumah sakit dan hingga sekarang Putri Suri masih ada di sana, memang belum ada pernyataan resmi untuk membatalkan pesta itu, tapi kemungkinan besar pesta itu batal," kata Asisten Ken menjelaskan, Rain tampak menyipitkan matanya, wajahnya tampak seperti dia sedang memutar otaknya.
"Apa penyakitnya?" kata Rain sambil duduk di kursi kerjanya yang ada di depan Asisten Ken.
"Semacam penyakit darah, namun aku mendengarkan desas desus bahwa itu penyakit keturunan keluarga kerajaan, sangat sedikit yang bisa aku dapatkan karena seluruh rumah sakit di jaga dengan sangat ketat," kata Asisten Ken lagi.
"Penyakit keturunan? Benarkah?" kata Rain yang memandang lurus.
__ADS_1
"Benar, sebuah penyakit yang sangat mematikan, beberapa keturunan kerajaan meninggal karena itu," kata Asisten Ken lagi menaikkan sedikit kaca mata yang dia gunakan, membaca beberapa hal yang baru dia dapatkan.
"Itu artinya Archie dan Angga memiliki penyakit itu juga? Menarik, selidiki, aku ingin tahu semuanya tentang hal itu, aku ingin tahu apakah ini bisa kita gunakan untuk menekan mereka?" kata Rain lagi memutar otaknya.
"Baik Tuan, Saya akan segera melaporkannya pada Anda," kata Asisten Ken memasukkan hal itu dalam agendanya.
"Bagaimana dengan Ceyasa, dimana dia sekarang?" kata Rain lagi, tak bisa tak memikirkan gadis itu barang seditik pun.
"Nona Ceyasa kembali ke istananya, aku mendapatkan kabar bahwa dia melakukan hipnosis untuk membuka memori ingatannya," kata Asisten Ken.
"Apa perlu kita melakukan interogasi pada hipnoterapisnya? Kita bisa memaksanya untuk mengutarakan apa saja yang terjadi," kata Asisten Ken pada Rain, suaranya terdengar sangat profesional, raut wajahnya sama datar dan dinginnya dengan Tuannya, seolah tak punya rasa kemanusiaan sama sekali.
"Tidak," kata Rain cepat dan tegas, "Aku ingin pengakuan itu keluar langsung dari mulut Ceyasa saja, jangan merusak kejutannya," kata Rain tampak begitu senang.
__ADS_1
"Baiklah, Tuan satu lagi kabar yang baru aku dapatkan," kata Asisten Ken pada Rain, Rain hanya melirik ke arah Asistennya yang sekarang sangat membantunya itu. "Pangeran Archie dan Nona Ceyasa akan melakukan pernikahan kerajaan mereka beberapa hari lagi, " kata Asisten Ken.
Rain terkejut mendengarkannya, dia bahkan terlonjak hingga berdiri, mengerutkan dahinya dengan sangat dalam, giginya digertakkanya, matanya tampak bergulir seolah sedang berpikir keras, apa yang dia takutkan akhirnya terjadi juga? Dia tahu Archie dan Ceyasa sudah melakukan pernikahan, namun pernikahan itu adalah pernikahan palsu hanya untuk menolong Ceyasa dari keluarganya. Tapi dia tidak tahu bahwa Archie ingin membuat pernikahan mereka menjadi pernikahan yang sah, jika dia melakukan pernikahan yang diakui oleh kerajaan maka Rain akan semakin susah untuk mendapatkan wanita itu kembali, Tidak! dia tidak boleh membiarkan Archie menikahi Ceyasa secara kerajaan.
"Kita harus membuat pernikahan itu batal, berkas pernikahan mereka, kau sudah mendapatkannya?" kata Rain melirik Asisten Ken.
"Tentu, aku mendapatkan salinannya dari kantor pencatatan pernikahan mereka," kata Asisten Ken menyerahkan salinan surat pernikahan Archie dan Ceyasa.
Rain menatap itu, senyuman sinis itu kembali muncul di wajahnya, melihat dengan senang, dia selalu tahu, dia selalu menang.
"Sangat mudah membatalkan pernikahan ini, simpan ini sebagai bukti dan kejutan lain, Archie sudah terlalu mengurusi hal yang seharusnya tidak perlu diurusinya, atur semua hal untuk bisa masuk ke dalam istana itu secepatnya sebelum pernikahan mereka, dia hanya boleh bersama diriku," kata Rain mengepalkan tangannya, bagaimana bisa Archie jadi penghalang dirinya dengan Ceyasa, tak akan pernah dia biarkan Archie mendapatkan Ceyasa, bagaimana pun dia menjaganya, dia akan mendapatkan wanita itu.
"Baik Tuan, aku akan memberikan perintah pada mata-mata kita di istana agar menyusun rencana yang lebih pasti nantinya," kata Asisten Ken lagi pada Rain.
__ADS_1
"Segera laporkan, aku tak ingin lagi menunggu terlalu lama," kata Rain yang tak ingin membiarkan Ceyasa lebih lama dengan Archie, dia harus segera mendapatkannya kembali, bahkan jika harus membunuh Archie sekali pun, dia tak akan segan melakukannya.
Ceyasa, sudah berapa kali aku mengatakan bahwa kau adalah milikku, jika aku tidak bisa memilikinya maka dia pun tidak, kata hati Rain bersuara.