
Jared masih kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda sebelumnya, seperti biasa tampak fokus dan sangat serius dalam melakukan pekerajaannya. Tiba-tiba ada yang mengganggu pikirannya
"Apakah pamanku datang ke perusahaan hari ini? ada rapat pemegang saham bukan?" kata Jared lagi.
"Tidak, mereka mengatakan rapat itu diundur untuk sementara waktu," ujar Asisten Jofan melaporkan keadaannya.
Jared menggigit bibirnya, walaupun seolah tak peduli, namun bagaimana pun dia tetap paman mereka, dimana sekarang pamannya berada, haruskah dia mencarinya? dan bagaimana dengan bibinya, hingga detik ini dari matanya tampak terlihat bibinya sangat ingin bertemu pamannya.
Tak lama ponselnya kembali bergertar, dia melihat ke arah ponselnya, lagi nama Suri terpampang di sana.
"Kita hentikan dulu di sini, saya harus menjemput Yang Mulia Raja, setelah itu baru kita lanjutkan nanti," kata Jared dengan segala karismanya, Asisten Jared yang mendengar itu kembali mengangguk, sedikit membereskan beberapa berkas yang tampak cukup berserakan di meja itu.
Jared segera mengangkat panggilan telepon itu sambil berjalan ke arah lift karena dia tahu pasti Suri dan orang tuanya sudah sampai di rumah sakit itu.
"Halo?" kata Jared lagi.
"Kau dimana?" tanya Suri.
"Sebentar lagi aku akan menemuimu, tunggu sejenak," kata Jared yang segera menekan tombol di lift, membuat pintu itu mulai terutup.
"Baiklah, jangan membuatku menunggu ya," kata Suri dengan suara sedikit mengancam.
"Baik Yang Mulia Putri," kata Jared yang sedikit tersenyum mendengar ancaman Suri. Suri terrsenyum, lalu dia menutup panggilannya, menunggu sejenak di dalam mobil sambil memperhatikan pintu belakang rumah sakit itu.
__ADS_1
Jared segera berjalan menuju pintu belakang rumah sakit itu, cukup lama karena rumah sakit itu termasuk rumah sakit yang luas, namun setelah dia dia berada di halaman belakang rumah sakit itu, dia segera menemukan mobil kerajaan di sana.
Pintu segera dibukakan oleh Asisten Lin, Angga yang turun duluan seperti yang biasa dia lakukan.
Begitu melihat Angga keluar Jared langsung memberikan salam hormat formalnya
"Bangkitlah," kata Angga, Jared langsung berdiri tegak.
Angga segera menjemput Bella untuk turun dari mobil itu, Jared yang mengerti posisinya, menggantikan Angga untuk menjemput Suri turun, menyambut tangan Suri yang dia serahkan, dan perlahan-lahan membantu Suri untuk turun, sebuah formalitas untuk keluarga kerajaan.
Suri terus menebarkan senyum merekahnya bahkan selama masih di dalam mobil, saat melihat wajah Jared yang ada di depannya, senyuman itu semakin lebar dan manis. Mereka hanya memandang, seolah sudah begitu lama terpisah.
"Ehem, bagaimana jika kita masuk sekarang?" tegur Angga pada Jared dan Suri yang masih terperangkap oleh suasana yang mereka ciptakan. Membuat Bella harus menyiku tangan Suaminya, dia seperti tak pernah dalam keadaan mabuk cinta seperti itu, pikir Bella, Angga hanya diam saja melihat lirikkan istrinya.
"Baik Yang Mulia, Silakan," ujar Jared yang segera mempersilakan Angga dan keluarganya masuk, beberapa penjaga mendahului jalan mereka, bagaimana pun rumah sakit ini adalah tempat umum, Angga tidak mengambil resiko dalam keselamatan keluargannya, Angga tetap melakukan penjagaan yang cukup ketat.
"Silakan," kata Jared kembali mengarahkan Angga, Bella dan Suri menuju ke arah ruangan Aurora.
Jared langsung membuka pintu ruang rawat bibinya, Bella yang duluan masuk lalu Suri dan di akhir oleh Angga, Angga berhenti sedikit jauh dari Aurora, Aurora yang melihat Bella datang langsung tampak tersenyum senang.
"Selamat datang Paman dan Bibi," sambut Jenny, dia segera memberikan salam untuk Angga dan Bella, mereka membalasnya dengan senyuman, Bella langsung mendekati Aurora.
"Aurora,bagaimana kabarmu?" tanya Bella.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, terima kasih sudah datang, Kak," kata Aurora yang segera menatap Bella yang duduk di ranjangnya, Bella menatap Aurora, wajahnya sudah tampak normal, senyumnya seindah biasanya, dari luar tampak semuanya biasa saja, namun Bella mengulas senyuman sedikit prihatin menatap wajah Aurora, tampak begitu bahagia, namun entah apa yang dia rasakan di dalamnya.
Angga menatap seluruh ruangan, merasa ada yang tak benar.
"Dimana Jofan?" tanya Angga pada Aurora segera, Aurora menatap Angga, tak tahu sebenarnya sekarang Jofan di mana? Aurora yang bingung langsung menatap Jared.
"Paman masih punya kepentingan yang harus di seleaikan, Paman," kata Jared yang sudah tak tahu harus mengatakan apa pada Angga.
Angga tak merubah ekspresinya, hanya diam mendengar alasan Jared, Bella sedikit memandang suaminya dengan wajah menegur, kenapa harus bertanya seperti itu sekarang?
"Tidak apa-apa Kak," kata Aurora yang melihat wajah Bella pada Angga.
"Aku sudah mencoba menghubunginya, namun dia sama sekali tidak bisa dihubungi, aku kira dia ada di sini," kata Angga melirik ke arah Jared, suaranya lebih kecil agar tak terlalu di dengar oleh Aurora karena memang mereka berdiri cukup jauh dari Aurora.
"Nomor ponsel paman semenjak kejadian itu memang tidak bisa dihubungi, sejujurnya, kami juga tidak tahu dimana sekarang keberadaan paman," kata Jared tak mungkin lagi membohongi Angga. Lagi pula untuk apa hal ini ditutup-tutupi lagi, cepat atau lambat mereka juga akan tahu.
Angga tampak berpikir, dia lalu mengeluarkan ponselnya, mengetik sesuatu lalu mengirimnya. Jared hanya bisa memperhatikan pamannya ini, terlalu misterius untuk bisa menebak apa jalan pikirannya.
"Aku sudah memerintahkan beberapa orang untuk mencari keberadaannya, tak usah khawatir, aku yakin dia baik-baik saja," kata Angga mendekat ke arah Aurora, dia tahu walaupun Aurora berlaku seperti biasa, dia pasti sangat ingin bertemu dengan Jofan dan khawatir dengan suaminya itu.
"Tidak apa-apa, Kak, Jofan hanya sedang butuh waktu berpikir," kata Aurora lagi, kilatan kesedihan terlihat sekejap di matanya, membuat Bella yang melihat itu merasa cukup miris karenanya.
Jared hanya bisa menatap bibinya, merasa sedikit kasihan, dia tetap saja menjaga martabat suaminya di depan Angga dan Bella, Jared yang berdiri cukup jauh itu segera merasakan kehadiran Suri yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya.
__ADS_1
Suri memberikan senyuman pengertian, Jared hanya membalasnya sedikit.
"Untung saja Jared datang pada waktu yang tepat, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saja Jared datang lebih lama sedikit saja, Jared memang selalu bisa di andalkan," puji Bella mencoba mengalihkan arah pembicaraan ini, tak ingin terlalu lama terjebak dengan suasana yang mulai memuram.