Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
208 - Menurutmu?


__ADS_3

Ceyasa terbangun, sebenarnya dia sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak, beberapa kali terbangun karena Archie yang bergerak namun posisinya tetap saja seperti itu, memeluk Ceyasa dalam tidurnya, kali ini  Ceyasa merasa dia sudah lelah untuk mencoba untuk tidur lagi, sepertinya juga pagi akan segera menyingsing.


Ceyasa mencoba untuk memindahkan tangan Archie yang masih melingkar di pinggangnya, perlahan-lahan agar dia tidak membangunkan pria itu, dia lalu melihat jam yang ada di samping tempat tidur itu, benar saja sudah jam 4 pagi.


Ceyasa segera keluar dari tempat tidur dan segera berjalan ke kamar mandi, dia sedikit membersihkan dirinya, mencuci muka, menggosok giginya namun masih terlalu pagi untuk mandi, jadi dia hanya melakukan hal itu, saat dia keluar, Archie masih tampak sangat lelap tidurnya, Ceyasa lalu menyisir rambutnya membuat penampilannya sedikit lebih enak untuk dilihat.


Ceyasa lalu kembali melihat ke Archie, dia merasa cukup bosan melihat ruangan itu, jadi Ceyasa mencoba untuk keluar dari ruangan kamar utama, melihat ruangan yang lain, ruangan itu dipenuhi buku dan juga beberapa barang-barang pribadi milik Archie, di sebuah meja di dekat jendela ada beberapa figura foto, Ceyasa lalu melihatnya, foto Archie saat dia masih kecil hingga remaja ada di sana, ternyata pria ini bahkan sudah terlihat sangat tampan saat dia masih kecil, pria begitu menarik, tentu banyak menarik perhatian wanita, tapi kenapa dia malah memilih wanita seperti dirinya? pikir Ceyasa sambil mengerutkan dahinya.


Ceyasa sudah mengelilingi kamar yang cukup luas itu, rasanya jika sepagi ini, mungkin belum ada yang bangun, jadi dia mungkin bisa sedikit menikmati istana yang tampak luas ini, jadi Ceyasa memutuskan untuk keluar dari kamar itu, mencoba untuk berjalan melewati lorong-lorong yang tampak sangat megah, bahkan jendela dan dindingnya tampak begitu indah, beberapa lukisan-lukisan tampak berkelas terpajang di sana,


Ceyasa lalu melihat ke arah sebuah pintu kaca  yang diluarnya terdapat balkon dengan pemandangan yang  menunjukkan taman, Ceyasa lalu mencoba membuka pintu itu perlahan, berjalan ke arah balkon yang langsung menyambutnya dengan suasana pagi  sangat menyegarkan, Ceyasa lalu mengamati taman yang penuh dengan bunga-bunga indah yang tampak tenang tak terusik angin, embun-embun pagi terlihat berjatuhan di kelopaknya yang berwarna-warni, Ceyasa sudah bisa membayangkan bau basahnya, bau yang sudah sangat dirindukannya, pikirannya lalu jatuh pada kenangan di desa kecilnya, bau basah yang segar di pagi hari, keheningan dan juga dinginnya, tiba-tiba mengusik rasa rindunya.


Saat Ceyasa sedang menikmati pagi itu di sana, menikmati susana yang awalnya gelap menjadi remang karna matahari mulai memberikan cahayanya, membuat pemandangan taman yang indah itu semakin jelas, penuh warna-warni yang menyegarkan mata.


Ceyasa tiba-tiba merasakan hangat di tubuh bagian belakangnya, tak lama sebuah tangan melingkar di pinggangnya, melihat hal itu Ceyasa langsung melihat ke arah belakang.


"Selamat pagi," bisik Archie yang tampak baru saja bangun memeluk Ceyasa dari belakang dan menyerahkan dagunya di atas bahu Ceyasa, wajahnya masih terlihat mengantuk, Ceyasa yang melihat wajah baru bangun tidur Archie itu tertawa kecil sedikit, tampak sangat berantakan dengan rambut acak-acakan, namun entah kenapa malah membuat wajahnya makin tampak manja dan imut.


"Selamat pagi, belum mencuci muka?" kata Ceyasa yang benar-benar melihat Archie masih berwajah kasur.

__ADS_1


"Belum, aku bangun dan kaget melihat kau tidak ada, mencarimu, ternyata kau di sini, sedang apa?" tanya Archie.


"Menurutmu?" tanya Ceyasa lagi.


"Jangan memulai hari dengan membuatku kesal," kata Archie lagi.


"Yang ingin membuatmu kesal siapa? Aku hanya bertanya menurutmu aku sedang apa jika berdiri di sini?" tanya Ceyasa lagi yang merasa Archie terlalu sensitif, padahal dia yang selalu melakukan itu pada Ceyasa.


"Ehm, melihat taman," tebak Archie.


"Nah, itu kau tahu," kata Ceyasa lagi.


"Ehem!"  suara deheman terdengar di belakang mereka, Archie segera melepas pelukannya, melihat sumber suara itu, Ceyasa juga melakukannya dan kaget melihat Ibunda Ratu Ayana sudah tampak Anggun berdiri di belakangnya dengan dua dayang di belakangnya, semenjak dia mendapatkan syok terapi dari Archie, dia bahkan tampak lebih segar, herannya kesehatannya membaik seketika.


Mata Ibunda Ratu Ayana memandangi sepasang suami istri di depannya, untungnya Ceyasa sudah sedikit merapikan penampilannya. Jika begini haruskah dia memberikan salam?


"Selamat pagi Ibunda Ratu," kata Ceyasa mencoba memberikan salam, Archie melihat itu tersenyum, salam Ceyasa untungnya sudah tak sekaku semalam, tubuhnya sudah lebih sehat hari ini.


"Bangkitlah," kata Ibunda Ratu Ayana yang cukup terkesan, Ceyasa mengerti bahwa dia harus memberikan salam kapan pun dia bertemu dengan anggota kerajaan yang statusnya lebih tinggi dari dirinya, dia lalu melihat Archie, Archie malah tak memberikan salam pada neneknya itu, dan ada 1 hal lagi yang membuat Ibunda Ratu Ayana kaget.

__ADS_1


"Kau sudah bangun begini paginya? Apa akan terjadi sesuatu di sini?" kata Ibunda Ratu Ayana sedikit menyindir Archie, karena anak ini biasanya selalu bangun siang, bahkan di acara pentingnya pun dulu dia bahkan terlambat karena bangun kesiangan.


"Ya, Ceyasa tidak memperbolehkan aku bangun siang, sepagi ini dia sudah membangunkanku," kata Archie sambil menarik Ceyasa mendekat padanya dengan cara memeluk pundaknya, ingin membanggakan istrinya.


Ibunda Ratu Ayana mengerutkan dahinya, merasa cukup kaget karna tahu seberapa sulitnya Archie untuk dibangunkan.


"Ya, dia selalu memarahiku jika aku tidak bangun pagi walaupun di saat kami harus tidur larut malam, benarkan istriku?" kata Archie yang mencoba untuk menggoda Ceyasa yang tetap saja terlihat kaku. Ceyasa hanya bisa tersenyum kaku melirik Archie tajam, apa maksudanya tidur larut?


Lirikan dan senyuman kaku Ceyasa itu membuat Archie semakin geli melihatnya, Ceyasa merasa Archie mencoba mengerjainya, karena itu Ceyasa mencubit pinggang Archie dari belakang, membuat Archie kaget.


"Au," kata Archie karena cubitan dari Ceyasa.


"Ada apa denganmu?" kata Ibunda Ratu Ayana yang melihat Archie kaget.


"Tidak, ehm, aku hanya kaget, ada nyamuk besar yang mengigitku," kata Archie lagi dengan alasan yang tidak masuk akal, dia tertawa kecil melihat wajah Ceyasa yang tampak mulai kesal.


"Baiklah, bersiaplah untuk sarapan bersama, lalu Ceyasa, hari ini pelatihanmu akan di mulai, semoga kau sudah siap dengannya," kata Ibunda Ratu Ayana menatap Ceyasa yang langsung tampak serius.


"Baik Ibunda Ratu," kata Ceyasa sesopan mungkin.

__ADS_1


"Jangan terlalu keras padanya, Nenek, dia masih belum terlalu sehat," kata Archie lagi pada neneknya yang hari ini lebih bisa diajak bicara.


__ADS_2