Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
343 - Penawaran yang mengiurkan


__ADS_3

Archie duduk dengan sedikit gugup, ruangan besuk di penjara yang berkeamanan maksimum itu sangatlah ketat, bahkan saat ini dia di kawal 2 orang polisi berpakaian lengkap dengan senjata laras panjang mereka.


Saat Archie masuk ke dalam penjara itu, dia tahu penjara itu punya kehidupan yang keras, dia melewati lapangan yang penuh dengan narapidana kelas kakap, wajah-wajah mereka tak bersahabat, bahkan dengan lirikan mata merek saja, hati bisa langsung gentar.


Archie menarik napas dalam, saat pintu terbuka dia langsung memindahkan pandangannya ke arah pintu dengan 2 lapisan baja, sosok Rain terlihat di sana, menggunakan baju orange penjara, tangan yang di borgol, 2 orang Polisi memegang kedua lengannya dengan erat.


Wajah Rain masih sama, dingin dan datar, dia memiringkan wajahnya tak menyangka melihat Archie di sana, dia belum pernah di jenguk siapa pun, dan dia juga tak pernah berharap di jenguk oleh siapa pun, jadi melihat Archie di sana, cukup membuat dahinya bertekuk.


Rain dib theawa masuk ke dalam, dipaksa untuk duduk di depan Archie, 2 orang polisi yang tadi mengawal Rain berdiri di belakang Rain berarti ada 4 orang polisi menjaga mereka, siap melakukan apa pun jika terjadi apa-apa.


"Ehem, apa kabarmu paman?" Archie sedikit yg


Rain tak menjawab, menganalisa wajah Archie, tahu kata-kata Archie hanya basa-basi, dari awal mereka tak pernah saling menyukai walaupun tahu mereka adalah saudara sedarah.


"Apa maumu datang ke sini? bukankah kehidupan kalian sudah tenang?" tanya Rain dengan suara sedingin es, ekspresi datar yang mengantarkan.


"Ya, semua berjalan dengan lancar di luar sana, aku hanya ingin melihat keadaanmu, bagaimana pun kita adalah saudara," kata Archie yang cuek dengan nada bicara pamannya ini.

__ADS_1


"Terima kasih, namun aku tahu bukan itu maksud utamamu datang ke sini," kata Rain akhirnya menaikkan sudut bibirnya, menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, membiarkan dirinya sekejap rileks sebelum kembali ke area perang tempat tinggalnya sekarang.


"Ya, Paman memang bisa menebak semuanya, aku ke sini menyampaikan sesuatu pada Paman, aku rasa paman dan aku salah memulai segalanya, paman dan aku hanya terjebak oleh permainan yang dibuat oleh ayahku, aku yakin paman bukan orang yang seperti itu jika tanpa dendam yang dibuat oleh ayahku," kata Archie menatap lurus dan tajam pada Rain yang tampak berpose santai namun dari tatapannya dia serius mendengarkan apa yang dikatakan oleh Archie.


"Lalu?" tanya Rain terpancing juga akhirnya.


"Aku sudah berdiskusi dengan paman Angga, kami bisa mencabut tuntutan dan membebaskan paman dari sini," kata Archie mencondongkan tubuhnya, mengaitkan jari jemarinya bersamaan.


"Apa syaratnya?" tanya Rain yang tahu ini tak akan semudah itu.


"Syarat yang diminta oleh Paman Angga adalah Paman setuju untuk kembali ke negara Paman, dan paman akan dicekal untuk masuk ke negara ini lagi selamanya, aku rasa bukankah itu adalah penawaran yang cukup menggiurkan? paman bisa kembali menata hidup paman di sana, toh kekuasaan paman di sana jauh dari pada di sini, dan menurutku dari pada harus mendekam di sini terus, itu adalah jalan terbaik," kata Archie.


Rain mengetuk-ngetuk meja dengan kuku ibu jarinya yang cukup terlihat panjang, mungkin tak terurus atau sengaja dia panjangkan demi bertahan di sel penjara yang setiap saat bisa terjadi perang antar napi dan juga pembunuhan, para sipir tak peduli, pembunuh dibunuh, hukuman setimpal menurut mereka.


"Bagaimana kabar Ceyasa?" suaranya terdengar melembut menyebutkan nama Ceyasa, Archie diam sejenak, rahangnya terasa keras, bagaimana Rain masih memikirkan Istrinya, Archie tahu sekarang, ternyata perasaan pamannya ini pada istrinya bukan sekedar obsesi belaka, pamannya ini benar-benar jatuh cinta pada istrinya.


"Dia baik-baik saja, dia sedang mengandung anakku," Archie mempertegas batas antara Rain dan Ceyasa, mendengar hal itu Rain menghentikan ketukannya, melirik tajam pada Archie yang menerimanya dengan bergeming, saat ini mereka saling bertentang mata, "Aku juga ingin mengatakan kami akan melangsungkan pernikahan ulang Minggu depan, sebagai waliku yang sah, sesungguhnya aku ingin paman bisa menghadirinya," Ujar Archie.

__ADS_1


Rain menekan giginya, perasaannya sekarang tercabik, bagaimana wanita yang ada di dalam hatinya itu akan jadi istri sah keponakannya, dengan kata lain Ceyasa adalah menantunya, Rain tak bisa menyembunyikan emosi yang tampak jelas di matanya, tangannya mengepal erat, namun dia mencoba menahannya, melampiaskannya pada Archie bukanlah hal yang tepat sekarang, lagi pula, Ceyasa sudah memilih, dan Keponakannya sendirilah yang telah mencuri hati wanita itu.


Entahlah, entah masih adakah kesempatannya untuk mendapatkan Ceyasa, rasanya sangat kecil pastinya.


"Kalau begitu jangan cabut tuntutanmu padaku jika kau masih ingin bahagia bersama dia, saat ini aku akan berbaik hati mengizinkanmu bersamanya, tapi jika aku keluar dari tempat ini selangkah saja, aku pastikan aku akan kembali merebutnya darimu, itu saja," kata Rain berdiri, dia memasang wajah seriusnya, hanya tembok penjara ini yang bisa menahannya untuk tak bisa bersama Ceyasa, jika tidak, dia tak akan peduli siapa Ceyasa sebenarnya, bahkan merebutnya dari Keponakannya sendiri akan dia lakukan tanpa ragu.


Archie terdiam, dia hanya melihat Rain yang segera menyerahkan dirinya lagi ke polisi yang membawanya, sebelum dia berjalan melewati Archie, Archie menahan lengannya.


"Lepaskan dia, Dia milikku," kata Archie.


"Waktumu paling cepat 5 tahun, dan paling lama adalah 15 tahun, ingat kata-kataku itu," ujar Rain tak bisa, dia tak bisa melepaskan Ceyasa begitu saja, wanita itulah yang membuatnya bisa bertahan walau di tempat sebuas penjara ini.


Archie terdiam, ternyata memang darah keluarga mereka masih begitu kental pada tubuh Rain, jika menginginkan sesuatu, mereka harus mendapatkannya bagaimanapun caranya.


"Akan aku ingat, Tapi aku yakin, aku tak akan memberikan kau celah sama sekali untuk bisa merebutnya," ujar Archie melirik pamannya itu seolah menerima tantangan dari Rain, jika dia mengikuti darah seorang Huxley, Archie pun seorang Huxley.


Rain hanya menyeringaikan senyuman sinisnya, kalau begitu artinya perang belum juga selesai.

__ADS_1


Polisi segera mendorong Rain, Archie tak lepas memandang pamannya itu hingga menghilang di balik pintu, Archie tak langsung keluar, dia masih terdiam memikirkan semua, jika begini artinya, dia harus terus menjaga keluarganya dari Rain dan pasti dia akan melakukannya.


Archie segera keluar, berjalan mantap dari penjara itu, niat baiknya ternyata tak mendapat respon yang sepantasnya, kalau begitu biarkan saja Pamannya itu membusuk di penjara, pikirnya dengan wajah serius namun juga terselip kekesalan.


__ADS_2