Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
114 -


__ADS_3

Jared yang tak sadar Suri sudah berhenti dari tadi, dia sedikit melirik ke arahanya, tidak menemukan Suri di sampingnya, dia lalu melihat ke arah belakang, Suri menatapnya dengan wajah tak percaya, Jared langsung mengerutkan dahinya.


Suasana di sana sudah mulai menggelap, saat mereka saling terdiam, lampu-lampu di sekitarnya mulai hidup, membuat suasana di sana semakin indah bertabur lampu-lampu yang disusun sedemikian rupa, ada yang melilit diantara pilar-pilar jalan setapak itu, ada pula yang menghiasi tembok-tembok tanaman – taman bunga, dan yang lain menjadi lampu taman yang membuat semua area ditaman itu lebih hidup dan tentu saja bertambah romantis.


"Ada apa?" ujar Jared dengan suara lembut yang tetap berwibawa, membuat Suri sadar seketika akan detak jantungnya yang berburu, menatap sosok pria yang tampak bersinar bermandikan cahaya lampu yang kuning, sosok itu sangat tampan, wajah tegas dan tatapan yang bisa meluluhkan hati siapa pun, alisnya yang tebal, hidungnya yang mancung, bibirnya yang tampak merah, tubuhnya tinggi dan tegap, pria ini punya segalanya.


Semilir angin mulai mengikuti malam, berhembus dengan pelan namun membawa dinginnya untuk menusuk pori-pori. Jared mendekati Suri perlahan, melepas jas hitam yang dari tadi digunakannya, melepaskannya dan meletakkan pada tubuh Suri yang kurus, Suri hanya bisa melihat perlakuan dari Jared.


"Kenapa kau selalu begini?" tanya Suri pada Jared yang baru saja merapikan jasnya agar cukup tertutup dan bisa menghalau angin untuk menyentuh tubuh Suri.


"Selalu begini bagaimana?" kata Jared dengan lembut menatap wajah Suri yang seolah bertanya-tanya.


"Selalu bertingkah seperti ini, memberikan segalanya namun tak pernah meminta apa-apa, tak menggoda, tapi perbuatanmu lebih dari itu semua, kenapa tidak bisa cukup katakan, Suri aku menyukaimu," kata Suri sedikit kesal dengan tingkah Jared yang jelas-jelas menunjukkan betapa sayangnya dia pada Suri, tapi seolah-olah tak ingin dengannya.


Jared sedikit tersenyum melihat wajah kesal Suri, membuat Suri mengerutkan dahinya, melihat tingkah Jared ini.


"Sebenarnya pertanyaannya adalah apakah kau bisa menyukaiku?" tanya Jared yang langsung membuat Suri kaku, dia tak tahu apa yang harus dia jawab atas pertanyaan Jared ini. Jared yang melihat wajah bingung Suri mengembangkan kembali senyumannya, "Itulah alasanku, Kau mungkin tidak akan bisa menyukaiku, tapi sesuai janjiku, aku akan ada disaat kau sedih dan membutuhkanmu, sampai kau tidak membutuhkanku, aku baru akan pergi dari sampingmu," ujar Jared dengan sangat lembut, membuat jantung Suri semakin berdetak kencang.

__ADS_1


"Ayo, bukannya kau ingin melihat labirin, kita harus ke sana sebelum Raja dan Ratu sadar karena putri kecil mereka tidak ada di istana," ujar Jared lagi memengang tangan Suri lalu menariknya, membuat Suri menjadi kaget, Jared menarik Suri dengan lembut, melihat perilaku Jared yang walaupun memaksa sama sekali tidak terasa paksaannya itu semakin membuat Suri tersanjung, karena itu Suri membalas pegangan tangan Jared, membuat Jared berhenti, merasakan jari lentik Suri ditangannya.


"Ayo, Atau Raja dan Ratu akan akan menghukummu karena sudah menculik seoarang putri," ujar Suri lagi semakin mengenggam erat tangan Jared. membuat Jared tersenyum dan mengikuti langkah Suri yang sekarang malah ada di depannya.


Mereka berjalan dan akhirnya menemukan  pintu masuk ke dalam labirin tumbuhan yang bahkan lebih tinggi dari pada tubuh  Jared, Jared melihat itu sedikit mengerutkan dahinya.


"Kau yakin masuk ke dalam?" kata Jared lagi melihat hari sudah menggelap dan siapa yang tahu berapa banyak waktu untuk menyelesaikan labirin ini, dia jadi khawatir, "Ayo masuk bersama, dan keluar bersama.”


"Tidak, ini kan untuk dua orang, aku akan masuk dari sana, dan kau akan masuk dari sini, kita berjumpa ditengahnya, yang duluan sampai di tengah dia yang menang," ujar Suri berjalan ke arah tempat masuknya dan langsung masuk tanpa berpikir apapun, membuat Jared langsung menekuk dahinya, namun dia mengikuti keinginan Suri, dan masuk ke dalam labirin yang tampak cukup remang.


"Ya!" Jawab Suri membuat hati jared sedikit lebih tenang.


"Kau tidak apa-apa!" Teriak Jared lagi.


"Ya, ayo cari jalan ke tengahnya, Aduh!" Jawab Suri tiba, membuat Jared kaget.


"Suri! Suri! Suri!" kata Jared kebingungan, dia dengan panik mencoba untuk mencari di mana  jalan untuk ke tengah, apa lagi Suri tidak menjawab teriakkannya, Jared berjalan mengelilingi labirin itu, mencari setiap sudut yang dia bisa agar menemukan Suri, dia sangat khawatir, apa lagi mendengar suara Suri berteriak tadi. Dia berteriak beberapa kali namun Jared juga tidak menemukan Suri di mana pun, hingga akhirnya dia menemukan jalan dibagian tengahnya, dan dia terhenti, dengan napas tersengal, dan juga wajah yang tampak berkeringat, dia menatap sosok Suri yang sudah menunggunya di sana.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku hanya pura-pura jatuh," kata Suri dengan senyum sungkan, dia segaja mengecoh Jared agar dia bisa sampai ke tengah itu duluan dari labirin itu, dan juga ayahnya sudah memberitahukan cara keluar dari labirin itu, untuk selalu mengambil 2 belokan ke kanan dan 2 belokan ke kiri, setiap belokan hingga keluar dari labirin itu, melihat jared tampak mengatur napas dan juga basah akan keringat, pasti pria itu sangat buru-buru di dalam, Suri jadi takut Jared akan memarahinya karena sudah membuatnya khawatir, Suri sudah terbiasa dengan sifat Archie yang selalu marah jika Suri melakukan hal ini, karena itu dia kira Jared pun akan memarahinya.


Jared melihat ke arah Suri, sedikit mendekatinya, dan segera memeluk tubuh Suri, tadi 30 menit paling menyiksa dalam hidupnya, mencari dengan sangat cemas, memikirkan bahwa terjadi sesuatu pada Suri, dia jadi teringat perasaannya saat mencari Suri di malam penuh salju itu.


Suri yang mendapatkan pelukan dari Jared kaget, kenapa Jared malah memelukanya? Bukannya di sini yang salah adalah Suri.


"Maafkan aku, apa kau menungguku lama? Apa kau tidak apa-apa?" tanya Jared lagi yang kembali membuat Suri hanya bisa terpaku, perbedaan sifat dan perlakuan ini membuat Suri benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Jared hanya takut terjadi apa, membiarkan Suri menunggu di tengah labirin yang cukup gelap.


"Aku … tidak apa-apa, tadi, maaf, aku hanya bermain-main denganmu, kau tidak marah?" ujar Suri setelah Jared melepaskan pelukannya menatap Suri dengan penuh rasa khawatir.


"Tidak, untuk apa marah? aku kalah, kau menang," ujar Jared sedikit tersenyum, menenangkan diri bahwa Suri ternyata tidak apa-apa. Suri mendengar hal itu hanya bisa merasakan rasa cinta yang benar-benar ditunjukan oleh Jared, rasa sayang benar-benar tanpa pamrih dan tanpa paksaan, Suri tanpa sadarnya hanya menatap Jared.


"Putri kecil, ayo, kita pulang, tugasku sudah selesai,"ujar Jared mengelus kepala Suri.


"Bisakah besok kau kembali bertugas?" kata Suri menatap harap pada jared, membuat Jared tertawa mendengarnya.


"Baiklah, aku akan siap bertugas setiap kali Anda memintanya, " ujar Jared di antara tawanya, Suri yang mendengar itu langsung tersenyum bahagia, dengan sadarnya mengenggam tangan Jared kembali, terlalu nyaman dengan kehangatannya.

__ADS_1


__ADS_2