Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
273 - Ikut Aku.


__ADS_3

"Sebelum Tuan Jofan dengan Nyonya Aurora menikah, Tuan Jofan pernah berhubungan dengan seorang wanita bernama Sania, Nona Sania adalah mantan wanita milik Pangeran Aksa, Ayah Archie, karena dituduh merencanakan pembunuhan Pangeran Aksa maka dia dijatuhi hukuman mati, namun Tuan Jofan menolongnya dengan keadaan yang mengenaskan," kata Asisten mencoba untuk menjelaskan apa yang dia dapatkan dari penelitiannya, Gerald yang mendengar itu sedikit kaget, ini sama seperti yang pernah dia beritahu pada Archie. Jared yang mendengar hal itu juga merasa kaget, dia tahu pamannya memiliki hubungan dengan wanita lain, namun tak tahu tentang ceritanya, ternyata semengenaskan itu.


"Karena kedudukan Tuan Jofan yang saat itu menjabat menjadi seorang presiden, Tuan Abraham tidak menyetujui anaknya untuk berhubungan dengan Nona Sania dan memutuskan untuk menyekap Nona Sania di ruang bawah tanah di markas militer khusus, ternyata Nona Sania mengandung dan berhasil melahirkan seorang anak dengan gantinya dia jatuh koma, anak itu tidak pernah diakui oleh keluarga Downson, dan di serahkan pada orang lain, Tuan Jofan baru mengetahui dia memiliki anak baru-baru ini saja," kata Asisten melanjutkannya, membuat Jared bahkan tak bisa berkedip mendengarkannya, bagaimana bisa kakeknya begitu kejam memisahkan pamannya dengan wanita yang dia cintai dan parahnya bahkan tidak memberitahu pamannya bahwa pamannya memiliki anak, pantas saja dia begitu menyayangi Siena, ternyata perjalan mereka begitu menyedihkan dan panjang.


"Dilihat dari yang dikemukakan oleh Ceyasa tadi, jika diumur 3 tahun dia sudah diculik dan diselamatkan oleh jendral Indra, maka kemungkinan anak kandung Jofan adalah Ceyasa," kata Angga lagi memberikan kesimpulan yang ada di kepalanya, membuat Jofan dan Gerald makin kaget.


"Tapi anak pamanku adalah Siena, bukti DNAnya ada padaku," kata Jared tak percaya.


"Rain menculik Ceyasa beberapa kali, jadi bisa saja dia mendapatkan DNA Ceyasa dengan mudah dan menukarkannya dengan Siena, dengan kata lain, bisa saja Siena juga bekerja sama dengan Rain," kata Angga menjelaskan, melirik Jared yang kaget.


"Itu alasannya kenapa pamanku ingin menemui Ceyasa di istana," kata Jared mengemukakan apa yang ada dikepalanya, Angga mengangguk-angguk, Gerald yang hanya mendengar itu juga semakin mengerti semua ini.


"Nona Ceyasa selalu mengatakan bahwa Rain menculiknya karena Rain menganggap Nona Ceyasa sebagai sebab ibunya terbunuh," kata Gerald lagi.


"Itu bisa saja menjadi motifnya untuk menculik Ceyasa," kata Angga melirik ke arah Gerald.

__ADS_1


"Tapi jika memang dia hanya mengincar Ceyasa, untuk apa dia mengirimkan Siena, dan aku makin yakin dia yang membakar rumah kami dan juga hampir mencelakakan bibiku, dengan kata lain dia juga bertujuan untuk mencelakai keluarga kami," kata Jared menatap Angga dan Gerald bergantian, mereka seperti sedang berdiskusi.


"Itu yang masih menjadi misteri, dalam pengakuan Ceyasa, wanita itu mengatakan ingin membunuh Ceyasa karena ingin membalas dendam suaminya, karena suaminya dibunuh oleh keluarga Ceyasa, yang berarti Jofan atau kakekmu, tapi jika Rain adalah anak Raja Leonal, Jofan atau keluargamu bukanlah pembunuh Raja Leonal," kata Angga yang membeberkan semuanya sambil berpikir keras.


"Lalu siapa yang membunuh Raja Leonal?" tanya Gerald yang penasaran.


"Pangeran Aksa," kata Angga melirik ke arah Gerald yang langsung membuat Gerald terlonjak kaget, dia sampai memundurkan tubuhnya hingga menyentuh sandaran sofa, mengaitkan kedua tangannya sambil menopangkannya ke belakang kepalanya, dia sudah tidak peduli dia bicara dengan siapa sekarang, nama yang terlontar dari mulut Angga benar-benar membuatnya tak habis pikir, Pangeran Aksa, Ayah Archie?


"Bagaimana bisa, maksudku adalah Pangeran Aksa adalah anak dari Raja Leonal, bagaimana ada anak yang tega membunuh ayahnya?" kata Gerald kaget.


"Lalu bagaimana bisa wanita itu malah berpikir keluarga kami yang membunuh suaminya?" tanya Jared lagi.


Angga memandang Jared, dia menggigit bibirnya sedikit, menyandarkan pungungnya yang dari tadi tegak, masih mencoba mencari celah, dimana hubungan ini bisa di dapatkannya.


"Asisten Lin, Aku ingin kau mencari semua hal tentang Nona Annabelle, aku ingin tahu siapa dia, bagaimana dia bertemu dengan raja Leonal dan apa yang dia lakukan setelah kematian raja Leonal, juga bagaimana cara kematiannya, juga semua tentang Rain," kata Angga kembali mencecar Asisten Lin dengan banyak perintah.

__ADS_1


"Siap Tuan," kata Asisten Lin yang segera melakukan hal yang diminta oleh Angga.


"Gerald, bagaimana keadaan Archie?" tanya Angga melirik ke arah Gerald yang wajah kagetnya dari tadi sangat terlihat.


"Keadaan masih sama, tidak ada perubahan," kata Gerald lagi.


"Kau masih menyimpan lencana ku?" kata Angga lagi.


"Masih Tuan," kata Gerald.


"Ikut aku, kita harus melakukan sesuatu dengan itu," kata Angga lagi sambil berdiri, "tolong jaga istri dan anakku di sini, Rain orang yang sangat licik, dia bisa saja melakukan sesuatu pada mereka jika tahu aku akan turun tangan untuk melawannya, jadi aku serahkan keselamatan mereka padamu, Jared," kata Angga melirik menantunya dengan cukup tajam, Jared mendengar hal itu segera berdiri, mengangguk dengan mantap.


"Aku akan melakukan sekuat tenagaku," kata Jared lagi.


Angga sedikit menepuk pundak Jared seolah dia memberikan mandatnya pada Jared, lalu dengan cepat dia berjalan, Gerald mengikutinya dari belakang, Angga memberikan isyarat agar Asisten Lin tidak mengikutinya, Asisten Lin hanya mengangguk mengerti dan melanjutkan pekerjaannya yang cukup banyak.

__ADS_1


__ADS_2