Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
275 -


__ADS_3

"Apa yang kau maksud itu terowongan Belatrix?" tanya Angga menatap Gerald.


"Saya rasa begitu Tuan," kata Gerald sambil mengangguk.


"Apa itu terowongan Belatrix?" tanya Jendral Ferdinan.


"Aku kira terowongan ini hanya mitos, pada abad ke 18, ada seorang raja membuatkan semacam terowongan untuk menyimpan harta dan juga persediaan senjata, tempat itu juga sebagai bunker untuk melarikan diri jika mana terjadi pemberontakan di istana, sebagai jalan keluar untuk anggota kerajaan," kata Angga lagi menjelaskan.


"Jadi tempat itu bisa kita jadikan sementara untuk markas?" tanya Jendral Ferdinan.


"Tentu, jadi kita bisa menyusupkan orang-orang dari sana, juga bisa memasuk beberapa kebutuhan untuk penyelamatan dari sana, ruangannya cukup luas, dan semua belokan menghubungankan banyak tempat," kata Gerald menjelaskan.


"Komandan, data yang Anda minta," kata Ajudan David, menyerahkan file yang tersedia dalam tabletnya, David segera mengambilnya.


"Terima kasih," kata Jendral David, dia segera melihat semua data yang dia dapat, matanya langsung menuju berkas yang dia cari, "Siapa nama ibu Rain?" tanya Jendral David.

__ADS_1


"Annaballe," kata Gerald yang melirik surat nikah dan berkas yang tadi diberikan oleh Asisten Lin.


"Annaballe Challote, satu-satunya orang yang mengunjungi Aksa di sel tahanan, dia bertemu dengan Aksa seminggu sebelum dia melarikan diri dari tahanan, Aku rasa dia punya kaitan dengan kaburnya Aksa, aku rasa dia yang membayar polisi korup untuk membebaskan Aksa," kata Jendral David memberikan tablet itu pada ajudannya agar ajudannya menyambungkan tablet yang berisi berkas itu pada proyektor. Ajudan itu langsung melakukannya. Sebuah berkas tampak di sana, semua orang mengerutkan dahinya.


"Tunjukkan mereka video rekaman CCTVnya," perintah Jendral David, ajudannya hanya mengangguk, dia lalu menunjukkan video yang langsung terputar.


Dalam video itu terekam sosok Aksa yang sedang menunggu di ruangan pembesukkan, tak lama seorang wanita masuk dengan seorang balita yang terlihat berumur 2-3 tahun, wanita itu segera duduk, dari keadaan yang terlihat sepertinya mereka juga belum pernah bertemu karena wanita itu tampak canggung dan tak akrab dengan Aksa, selain itu juga ada seorang wanita yang tampak sebagai penjaga anak balita itu.


 


Mereka tampak ngombrol cukup lama, namun sayangnya CCTV itu hanya menampilkan gambar tanpa suara.


 


 

__ADS_1


"Itu Akibat dari polisi korup yang membantu Aksa untuk keluar, dia menghapus video tentang pertemuan ini, namun berhasil dipulihkan, namun hanya gambarnya saja yang bisa kami dapat, sedangkan suaranya tidak dapat dipulihkan," kata Jendral David.


"Wanita itu yang bersama Annaballe, bisa Anda lacak siapa dia?" tanya Angga lagi.


"Aku akan mencarinya di database kepolisian," kata Jendral David, ajudannya segera melakukan hal itu tanpa di minta.


"Tolong cari dia, aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan, apa ada hubungannya dengan hal ini?" tanya Angga muncul sebuah pemikiran, dia ingin memastikan hal itu benar atau tidak. "Jendral Ferdinan, aku serahkan misi penyelamatan padamu, aku minta untuk menyiapkan semua yang kita perlukan unutk menyelamatkan Tuan Jofan dan putrinya juga Ibunda Ratu, saat ini sesuai perintahku, Istana tak terlarang untuk militer dan sebisa mungkin aku menginginkan Rain dalam keadaan hidup," kata  Angga menyodorkan Lencana Wewenang Raja yang kekuasaannya bahkan setara dengan Presiden.


 


"Siap Tuan," kata Jendral Ferdinan dan Jendral David serempak.


"Kita butuh seseorang yang bisa memantau istana, di istana punya begitu banyak ruangan baik yang terlihat maupun tidak, kita harus tahu jalan pikiran Rain dan juga dimana dia menyekap  Tuan Jofan, kita butuh seseorang yang juga mengerti seluk beluk istana, karena kita lebih baik menyelamatkan semua sandera dahulu baru kita membekuk Rain, kaki tangan Rain adalah orang yang begitu setia padanya, bahkan bertaruh nyawa pun mereka tak takut, jika kita menyergap Rain duluan, sudah pasti dia  memerintahkan untuk membunuh semua sandera, karena itu kita butuh orang yang bisa membuatnya percaya," ujar Jendral Indra pada Angga


"Aku tahu siapa yang bisa melakukannya kita hanya menunggu dia untuk sadar," kata Angga lagi melirik ke arah Gerald, Gerald langsung tahu siapa yang dimaksud oleh Angga.

__ADS_1


 


 


__ADS_2