Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
32 - Ayo berjalan denganku.


__ADS_3

Di foto itu memperlihatkan Ceyasa yang tersenyum sangat manis duduk bersebelahan dengan pria yang tadi malam dia lihat, ehm, Nathan? Jika tidak salah ingat, itu nama pria yang ada di foto ini, mereka sama-sama terlihat mengunakan seragam sekolah yang sama, tersenyum sangat manis dan yang paling mencolok adalah pria itu merangkul bahu Ceyasa, sepertinya dulu mereka punya hubungan, pikir Archie.


Pintu kamar tiba-tiba terbuka, Archie yang kaget langsung memasukkan foto itu ke dalam saku celananya, dia tidak bermaksud mengambil foto itu, namun karena dia kaget, dia malah melakukan hal itu dengan tidak sengaja.


Ceyasa yang melihat Archie berdiri di dalam kamarnya langsung kaget, matanya langsung membesar, apa lagi dia baru saja mandi, untungnya dia sudah berpakaian lengkap, kalau dia hanya mengunakan handuk bagaimana?.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ceyasa dengan suara keras.


"Kau yang menyuruhku membersihkan kamar jadi ya aku kira kamarmu juga," kata Archie mencari alasan  membela dirinya sendiri.


"Maksudku hanya kamarmu saja, sudah sana bersihkan kamarmu! Jangan berani-beraninya lagi masuk ke kamarku tanpa izinku! Keluar! " kata Ceyasa kesal sekali bahkan dia membentak Archie, membuat Archie sedikit kaget melihat reaksi Ceyasa.


"Iya, iya, pagi-pagi saja sudah marah-marah, pantas saja wajahmu tak sesuai dengan umurmu," kata Archie asal saja sambil melangkah keluar dari kamar Ceyasa.


"Apa katamu?" kata Ceyasa yang mendengar kata-kata Archie yang sudah keluar dan mulai lagi menyapu ruang tengah itu.


"Yang mana?" kata Archie pura-pura tidak tahu, dia tahu hal ini akan membuat Ceyasa makin kesal dan itu memang tujuannya.


"Yang barusan kau katakan," kata Ceyasa.


"Tentang apa?" kata Archie lagi sambil melirik ke arah Ceyasa, Ceyasa yang mendengar kata-kata Archie semakin naik darah, dia mengepalkan tangannya kesal, dasar, pria ini berani-beraninya mempermainkan dia.

__ADS_1


"Ah!! Ya sudahlah!" kata Ceyasa segera membanting pintu kamarnya jika terus meladeni pria menyebalkan itu, bisa-bisa dia kembali terlambat kerja.


Archie melihat hal itu sedikit terkejut namun langsung tersenyum senang, akhirnya dia bisa menang melawan wanita aneh dan bar-bar itu, rasakan pembalasan dendamnya, dia benar-benar tertawa senang karenanya, akhirnya bisa tertawa begitu lepas dengan sejenak lupa kisah sedihnya yang tersimpan dalam hati.


Ceyasa yang mendengar tawa lepas Archie merasa sangat kesal, bagaimana pria itu bisa tertawa begitu senang melihat Ceyasa kesal, karena itu setelah dia bersiap-siap, dia segera membuka pintu kamarnya,  Archie yang melihat Ceyasa keluar segera menahan tawanya, namun tetap saja dia sangat senang karena bisa membuat Ceyasa berwajah ketat seperti itu, saat Ceyasa ingin memarahi Archie, tiba-tiba pintu rumah Ceyasa di ketuk seseorang.


Ceyasa dan Archie langsung melihat ke arah pintu itu, Ceyasa melirik Archie yang masih sedikit senyum-senyum yang membuat Ceyasa makin kesal.


"Kita selesaikan nanti, aku akan membuka pintu dulu," Ancam Ceyasa pada Archie, Archie yang mendengar itu menunjukkan wajah pura-pura takut, namun dia kembali tertawa kecil.


Ceyasa berjalan ke arah pintu itu sambil sesekali melihat ke arah Archie yang masih mencoba mengejeknya, membuat Ceyasa ingin ******* pria itu sekarang juga, tapi ketukan di pintu terdengar lagi, dia segera membukakan pintunya, karena Ceyasa dari kecil tinggal sendiri, dia tidak terbiasa membuka pintu terlalu lebar, jadi hanya cukup celah untuk mengintip siapa yang ada di depan pintu, takut ada orang jahat atau apalah yang bisa langsung mengganggunya jika dia membuka pintu terlalu lebar.


"Yasa," kata Nathan dengan senyum manisnya melihat wajah Ceyasa yang mengintip di balik pintu, terlalu terlambat untuk menarik dirinya. Archie yang mendengar suara pria dari balik pintu itu sedikit penasaran.


"Oh, hai, eh, sedang apa kau di sini? " tanya Ceyasa gugup, dia tidak membesarkan celah pintunya.


"Iya, aku ingin berbicara padamu, kau ingin pergi ke sekolah kan? Aku akan mengantarmu, kita bisa bicara selagi pergi ke sana," kata Nathan terdengar ramah.


"Siapa?" bisik Archie sedikit berbisik pada Ceyasa, membuat Ceyasa kaget dan sadar bahwa ada Archie di dalam, kalau Nathan tahu ada pria yang tinggal bersamanya, pasti nanti Nathan akan berpikir yang tidak-tidak.


"Oh, iya, sebentar, aku harus siap-siap, pakaianku tidak pantas sekarang, tunggu sebentar ya," kata Ceyasa menutup pintu itu dengan cepat membuat Nathan sedikit terkejut.

__ADS_1


"Kau, cepat sembuyi ke kamarmu, aku punya tamu dan aku tidak mau jadi bahan pembicaraan satu desa karena tinggal bersama pria," kata Ceyasa pelan pada Archie yang melihatnya dengan kerutan wajah.


"Itu hal yang biasa sekarang, kenapa harus takut?" kata Archie mulai ingin lagi membuat gara-gara dengan Ceyasa.


"Iya, tapi tidak di sini, ayo masuk, aku mohon, aku sudah menolongmu, sekali ini jangan membuat masalah untukku," kata Ceyasa berbisik, dia menarik tangan Archie mengarahkannya ke kamar Archie.


"Baiklah, baiklah, tak perlu menarikku seperti itu, aku akan bersembunyi sekarang, kau senang? " kata Archie segera mambuka pintunya dan memasang wajah kesalnya.


"Tentu, kalau menurut begini kan kau terlihat sangat manis," kata Ceyasa dengan wajah senang yang di buat-buat yang membuat Archie tertawa aneh melihatnya sambil melangkah masuk ke dalam kamarnya, setelah melihat Archie menutup kamarnya, Ceyasa lalu membukakan pintu untuk Nathan.


"Maaf, membuatmu menunggu lama," kata Ceyasa lembut dan manis, mendengar kata-kata Ceyasa yang begitu manis membuat Archie mengerutkan dahi, dia sebenarnya dari tadi mengintip sedikit dari celah pintu kamarnya, bagaimana dia bisa bicara begitu manis dan lembut pada orang lain, tapi selalu emosi dengannya, Archie hanya mengintip dari celah pintu itu, dia mengamati pria itu dan seketika sadar pria itu pria yang ada di foto, Archie meraba sakunya ingin memastikannya pria yang ada di foto itu, dan benar, itu pria yang sama.


"Oh, tidak apa-apa, apakah kau sudah siap?" kata Nathan dengan senyum manis, memperlihatkan wajahnya yang manis, ketampanannya jauh di bawah Archie, namun jika dia tersenyum, dia terlihat sangat manis.


"Oh, iya sudah, tapi sebentar, aku ingin mengambil barang-barangku dulu," kata Ceyasa yang ingat ada Archie di dalam sana.


"Baiklah, aku akan menunggu di depan ya," kata Nathan kembali tersenyum, membuat wajah Ceyasa memerah.


"Iya. " Ceyasa lalu segera berjalan menuju kamar Archie.


Archie yang melihat itu langsung pura-pura mengambil buku di tasnya, namun saat dia membuka buku itu, foto Suri jatuh ke lantai, Archie langsung terdiam melihat wajah Suri itu, dia mengambil foto itu dari lantai.

__ADS_1


__ADS_2