
Pintu lift itu tertutup, Suri langsung menatap ke arah Jared, Jared melirik ke arah Suri sebentar, mengerutkan dahi, menatap wajah Suri yang sepertinya ingin menunjukkan bahwa dia ingin mengatakan sesuatu.
"Kau lihat itu tadi?" kata Suri lagi.
"Melihat apa?" kata Jared yang langsung mengerutkan dahi.
"Tangannya, ditangan kanannya ada luka memerah seperti terkena api? Apa dia masih ada di rumah saat kebakaran itu?" kata Suri melirik ke arah Jared, Jared yang mendengar itu sedikit kaget, dia bahkan tak melihat hal itu.
"Aku rasa tidak, dia pergi belumnya bersama paman, kalau dia ada di rumah itu saat kebakaran, pasti saat aku datang, dia juga terjebak di sana, tapi dia datang dengan paman, berarti dia juga pergi dengan paman," kata Jared lagi.
"Aku tak tahu, tapi sepertinya ada yang aneh, karena dia dari tadi selalu mencoba menutupi tangannya itu," kata Suri lagi dengan wajah berpikir, Jared terdiam, tampak dia sedang berpikir sesuatu, namun tak lama pintu lift itu terbuka.
"Kita bicarakan nanti," kata Jared lagi, kembali meletakkan tangannya di belakang pinggang Suri, tak menyentuh namun seolah melindunginya dari belakang. Jared dan Suri segera berjalan, Jared tampak mencari seseorang, dan dia segera menemukannya, Asistennya bediri di antara para pasien di ruang tunggu itu, Suri mengikuti Jared.
"Ini Tuan surat yang Anda ingin saya ambilkan," kata Asisten Jared.
"Baiklah terima kasih," kata Jared sedikit tersenyum, lalu segera menarik tangan Suri kembali ke lift, membuat Suri sedikit bingung dengan apa yang dilakukan oleh Jared sekarang.
Mereka segera menuju ke lift itu, begitu pintu itu tertutup, Jared segera membuka berkas yang masih tersegel itu, dia segera membuka dan melihat isinya, membacanya dengan perlahan dan dia tampak terdiam sejenak.
"Apa itu?" tanya Suri sedikit penasaran, kenapa wajah Jared berubah?
__ADS_1
Jared menatap wajah Suri yang masih tampak sedikit penasaran, dia tampak sedikit berpikir sambil melihat Suri, dia lalu menutup berkas itu.
"Hasil tes DNA dari Siena," kata Jared pada Suri, membuat Suri sedikit kaget menatap Jared, dia jadi benar-benar penasaran dengan apa hasilnya.
"Jadi apa hasilnya?"
"Menurut hasilnya … " kata Jared yang terhenti ketika lift mereka terbuka, dan terdengar suara teriakan yang membuat kaget Jared dan Suri yang masih di dalam lift, Jared melihat adiknya sedang ditahan oleh Liam, sedangkan Siena hanya berdiri melihat ke arah Jenny.
"Jenny! Apa yang terjadi!" kata Jared yang merasa pasti adiknya yang duluan mencari masalah. Jenny langsung melihat kakaknya yang sedikit membentaknya, Suri saja tak tahu ternyata Jared bisa bersuara keras seperti ini.
"Kakak! ini bukan salahku, dia yang duluan bertanya kenapa aku tidak munyukainya," kata Jenny dengan emosinya, "lihatlah, dia bahkan pura-pura menangis untuk mencari simpati. "
Jofan yang mendengar suara teriakan dari luar, segera keluar dari ruangan Aurora, dan segera melihat keadaan diluar yang lagi-lagi menegang.
"Ada apa ini?" tanya Jofan dengan suara beratnya.
"Ayah, aku ingin pergi saja dari sini, aku sudah tidak tahan di sini," ujar Siena yang langsung mendatangi ayahnya yang berdiri di dekat Jared.
Jofan tampak mengepalkan tangannya, tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi semuanya, serasa dunia kali ini benar-benar memusuhinya, belum ada 3 hari wanita yang selama ini dia tunggu meninggalkannya selamanya, lalu istrinya sedang meregang nyawa dibalik ruangan ini, dan sekarang anaknya dan keponakannya tidak bisa mengerti keadaannya.
"Siena, boleh aku lihat kenapa dengan tanganmu kananmu?" kata Jared melirik ke arah Siena, mendengar itu semua tatapan jatuh ke arah Siena, Siena yang tadi berlindung di belakang Jofan segera memasang wajah kagetnya, dia memindahkan tangannya kanannya ke belakang.
__ADS_1
Jenny mendengar hal itu sedikit geram melihat tingkah Siena, dia segera berjalan cepat ke arah Siena dan segera merampas tangan Siena dengan kasar, melihat ke lengan dalam bagian bawah Siena, terlihat memerah seolah habis terkena sesuatu yang panas, melepuh. Semua mata yang ada di sana tampak kaget, Jared hanya terdiam.
"Apaan sih?" kata Siena yang langsung ingin menarik tangannya, namun Jenny benar-benar menggenggam tangan Siena dengan sangat erat, hingga bagaimana pun Siena menarik tangannya, Jenny berusaha untuk menahannya.
"Kenapa tanganmu? jangan-jangan kau yang melakukan pembakaran rumah untuk mencelakai bibiku, aku sudah tahu pasti ada yang kau sembunyikan," kata Jenny lagi dengan nada suara yang begitu keras.
"Apa maksudmu! aku tidak melakukannya! Kalian begitu jahat hingga menuduhku seperti itu, aku tidak mungkin melakukan hal itu!" kata Siena lagi balik histeris karena semua mata seolah memandangnya dengan tak percaya namun juga menghakimi, "lepaskan!" teriak Siena lagi menghempaskan tangan Jenny yang akhirnya terlepas.
"Siena ada apa dengan tanganmu?" tanya Jofan menatap Siena, Siena yang melihat ayahnya pun memandangnya curiga langsung tampak sedih, air matanya segera turun.
"Tadi pagi aku ingin membuat makanan karena aku sangat lapar, Ayah tahu aku makan hanya sedikit tadi malam, tapi aku tidak sengaja membakar tanganku, dari tadi aku mencoba menutupinya karena tiba-tiba rumah kebakaran, dan aku tahu, pasti kalian semua akan menuduhku karena aku adalah orang luar bagi kalian, dan benar bukan! kalian semua menuduhku melakukannya! Sudah aku katakan kalau memang aku tidak diinginkan di keluarga ini, aku akan pergi saja dari sini," histeris Siena berderai air mata, dia lalu menghapus air matanya keras, menatap ayahnya dalam, membuar Jofan tak tahu harus apa. Pandangan Siena tiba-tiba teralih ke arah tangan Jared, dia lihat tulisan bagian depannya berkas yang di bawa Jared, HASIL TES DNA.
Siena segera mengerutkan dahinya, dan dengan cepat dia merampas berkas yang ada di tangan Jared, membuka berkas itu, Jared yang tak sempat mempetahankan file itu hanya bisa memandang kaget.
Siena tersenyum sinis, menatap ke arah Jared lalu setelah itu menatap semua orang yang ada di ruangan itu.
"Apa kalian puas dengan hasilnya!" ujar Siena melemparkan hasil tes DNA itu ke lantai, membuat semua orang di sana menjatuhkan pandangannya pada berkas yang di buang oleh Siena.
Jenny dengan sigap mengambilnya, membuka berkas itu lalu membacanya, dia tampak kaget dengan apa yang ada di sana, Jared hanya memandang Siena yang memandangnya dengan tatapan kebencian.
Jofan langsung menarik berkas yang ada di tangan Jenny, membuka berkas itu lalu membaca hasil tes DNA itu.
__ADS_1