Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
186 - Saya akan membantu Anda.


__ADS_3

Asisten Qie menunggu cukup lama di dalam ruang perawatan itu, dia melihat jam tangannya, sudah hampir malam dan keadaan Ceyasa masih sama, masih terbaring dan belum membuka matanya sama sekali.  Asisten Qie belum mendapat kabar bahwa Rain sudah kembali, jadi pasti dia masih berada di luar.


 


Asisten Qie yang sedang duduk sedikit memperhatikan Ceyasa yang mulai tampak bergerak, dia langsung mendekati tubuh Ceyasa, dan benar saja tak lama Ceyasa membuka matanya.  Asisten Qie menatap wajah Ceyasa yang jauh lebih segar, dia sudah tidak lagi terlihat pucat, mungkin obat-obatan dari dokter itu benar-benar bekerja dengan baik untuknya.


"Nona Ceyasa? Nona, Anda mendengar saya?" tanya  Asisten Qie yang tampak cukup senang Ceyasa akhirnya bisa sadar.


Ceyasa membuka matanya, melihat cahaya yang menyilaukan, apakah dia sudah mati? Apa itu cahaya menuju surga? Ceyasa merasa sedih sekaligus senang hingga cahaya itu mulai tampak lebih jelas, itu dari sebuah lampu ruangan dan ruangan itu bukan penjaranya, sayup-suyup juga mendengar suara, lalu menangkap sosok  Asisten Qie yang ada di dekatnya, dia ternyata belum mati, dia baru tahu ternyata mati itu sangat susah.


Dia lalu memberikan sedikit senyuman pada  Asisten Qie,  Asisten Qie langsung tampak begitu senang.


"Nona Ceyasa, bagaimana kabarmu?" tanya  Asisten Qie langsung.


"Jauh lebih baik," kata Ceyasa serak, dia memang merasa tubuhnya lebih segar, rasa sakitnya jauh lebih tak terasa, mungkin karena obat penahan nyeri yang di berikan dokter.


"Baguslah," kata  Asisten Qie dengan senyuman senang.


Ceyasa menatap kesekeliling, menatap ruang perawatan itu, dia mengerutkan dahi, bagaimana dia bisa di sini? Ceyasa mengira sekarang dia ada di sebuah rumah sakit.

__ADS_1


"Bagaimana aku di sini?" kata Ceyasa, melihat hal ini dia langsung berpikir, apakah dia bisa keluar dan kabur dari sini?


"Ini ruang perawatan di kediaman Tuan Rain, Nona, Tuan Rain membawa Anda ke sini untuk mendapatkan perawatan," jelas  Asisten Qie pada Ceyasa, Ceyasa semakin mengerutkan dahinya, sedikit merasa kecewa karena ternyata dia masih saja di tempat itu, padahal dia kira dia sudah keluar dari neraka itu, namun ada yang mengganjal pikirannya, jika Rain tak menyukainya, kenapa dia harus merawat Ceyasa? dia bisa saja membiarkan Ceyasa membusuk di penjaranya.


Asisten Qie melihat raut wajah kecewa di wajah Ceyasa, melihat itu dia menjadi ikut merasakan perasaan itu.


"Nona, aku akan membantumu untuk keluar dari sini," kata  Asisten Qie langsung, dia sudah membulatkan tekat, bahkan jika dia harus tertangkap, dia hanya ingin mengeluarkan Ceyasa sekarang, dia sudah cukup tertekan mengikuti semua keinginan Rain yang sering kali bertentangan dengan hati nuraninya, apalagi dia tahu bahwa Rain terkadang melakukan hal yang sama sekali tidak ada sisi kemanusiaannya.


"Asisten Qie, tapi Rain akan menghukummu," kata Ceyasa perlahan.


"Tidak masalah, aku sudah cukup berdosa, tak ingin menambahnya dengan membiarkanmu disiksa olehnya," kata  Asisten Qie dengan senyuman tulus.


"Nona, apakah kau ingat nomor yang bisa aku hubungi? seluruh alat komunikasi kami disita agar tak bisa dilacak sebelum memasuki pulau ini, Selain itu aku harus mencari cara agar mereka mengetahui dimana kita? pulau ini ada di tempat yang sangat terpencil, bahkan pulau ini berada sangat jauh dari lepas pantai, dan tak ada namanya sama sekali di peta," kata  Asisten Qie tampak berpikir.


"Koordinat, berikan mereka koordinat kita," kata Ceyasa, dia berusaha untuk duduk, sedikit meringis, untungnya rasa sakitnya sudah tak separah seperti kemarin,  Asisten Qie membantu Ceyasa sejenak, "terima kasih,  Asisten Qie."


"Sama-sama Nona, tapi aku tidak punya koordinat tempat ini," kata  Asisten Qie kembali berpikir.


"Kemarin aku tidak sengaja membuka aplikasi peta di ponselku, dia menyediakan koordinat dimana kita berada, kita juga bisa menggunakan plus code untuk mempermudahnya, " ujar Ceyasa yang berpikir, berusaha berbicara dengan jelas walaupun terdengar lemah dan lemas, mengingat saat dia kemarin tidak bisa tidur, dia tak sengaja mempelajari tentang itu.

__ADS_1


"Tapi disini kita tak punya jaringan internet, hanya ada telepon satelit, hanya Tuan Rain yang bisa mengakses internet dengan satelitnya, dan aku yakin itu terlindungi dengan kata kunci yang terus diganti, tapi …." kata  Asisten Qie yang langsung mengangkap sesuatu dikepalanya, "Di ruang dokter pribadi Tuan Rain, dia  memiliki jaringan internet satelit yang sama seperti Tuan Rain untuk kepentingan medisnya, aku akan memanggil mereka ke sini untuk memeriksamu, Nona, jika mereka datang bertingkahlah seperti kau sangat merasakan sakit agar mereka lebih lama bersamamu dan aku akan mengaksesnya untuk mendapatkan koordinat dan juga plus code untuk kita, Nona berikan aku nomor yang kau ingat, aku akan melakukannya untukmu," kata  Asisten Qie langsung ceria.


"Ya, 08xxxxxxxxxx,  Asisten Qie sekali lagi terima kasih," kata Ceyasa dengan senyuman bercampur wajah meringis menahan sakit,  untung saja dia sempat mengingat jelas nomor telepon terakhir yang meneleponnya sesaat sebelum ponselnya belum dibuang dan untungnya nomor itu sangat mudah dihapal karena memiliki banyak nomor yang ganda, Asisten Qie yang selesai mencatat nomor ponsel itu segera tersenyum.


"Nona, aku pergi dulu," kata  Asisten Qie, Ceyasa hanya membalasnya dengan senyuman, masih terlalu lelah bahkan hanya untuk duduk sebentar, karena itu dia putuskan kembali berbaring perlahan.


Asisten Qie segera keluar dari ruangan itu, dengan wajahnya yang serius dia segera berjalan ke arah ruang kerja dokter pribadi Rain, dia segera mengetuk pintu itu dengan sangat cepat, dan tak lama dokter beserta 1 perawatnya keluar.


"Dokter, Nona Ceyasa sudah sadar, namun dia mengatakan bahwa tubuhnya sangat sakit, kalian harus melihatnya, Tuan Rain sangat khawatir padanya, jika terjadi sesuatu padanya, kita akan mendapatkan masalah, dia sangat kesakitan," kata  Asisten Qie terlihat panik membuat dokter itu pun terlihat cemas.


"Benarkah?" kata dokter itu, dia tahu bagaimana pentingnya Ceyasa bagi Rain setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Rain tadi. Benar, jika terjadi apa-apa pada Ceyasa, dia bisa kena getahnya.


"Ya, cepatlah," kata  Asisten Qie lagi.


"Baiklah, ayo!" kata dokter itu segera bergegas pergi, dia bahkan tidak menutup pintu ruangannya, tak menaruh curiga pada  Asisten Qie, toh dia adalah  Asisten Qie Tuan Rain.


Setelah mereka pergi,  Asisten Qie segera masuk ke dalam ruangan itu, melihat sebuah komputer yang ada di sudut ruangan dokter itu, dia tak ingin membuang waktu, dan untungnya komputer itu sudah hidup dan siap di akses.


Asisten Qie segera melakukan tugasnya, membuka aplikasi peta digital dan segera mencari lokasi dimana mereka sebenarnya, dia mengikuti apa yang dikatakan oleh Ceyasa, koordinat akan susah untuk diberitahu, namun plus code ternyata lebih singkat dan mudah,  Asisten Qie tersenyum senang ketika mendapatkan plus code  itu, selain begitu kuat, ternyata Ceyasa sangat cerdas.

__ADS_1


__ADS_2