Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
195 - Bagaimana persiapan pertunangan?


__ADS_3

Archie baru saja menggunakan kemeja putihnya, mengancingkannya satu per satu sambil sedikit melirik Ceyasa yang masih tak sadarkan diri di ranjangnya yang megah, kamarnya memang sengaja disulapnya untuk menjagi tempat perawatan Ceyasa, tadi pagi begitu dia keluar dari markas militer, dia meminta Ceyasa untuk segera di bawa ke istana, dan untungnya Gerald memang melakukan semua yang diminta oleh Archie sehingga semua keperluan Ceyasa sudah ada saat dia tiba.


Dokter mengatakan keadaan Ceyasa cukup baik, dia hanya lemas karena sebelumnya tidak makan dan juga syok yang berlebihan tadi, selain itu mungkin dia depresi karena harus ditahan dan juga di siksa sebelumnya, luka di punggungnya pun sudah tampak meninggalkan luka kering yang mulai menghitam.


Archie sebenarnya belum tidur 1 malaman, saat dia tiba diistana sudah pukul 4 pagi dan waktunya dia habiskan di samping Ceyasa menunggu wanita itu bangun.


Tadi pagi dia diberitahu bahwa Raja dan seluruh keluarganya menunggu dirinya untuk makan pagi bersama, bahkan William yang menginap di East Park pun sudah datang, tentu dia tidak membawa Nadia, karena ini acara formal keluarga kerajaan.


Pintu kamarnya terketuk saat dia barus selesai memakai jasnya, dia berjalan ke arah pintu kamarnya, lalu mempersilakan siapa pun itu masuk, tak ingin membuat Ceyasa terbangun hanya karena teriakkannya.


"Yang Mulia Raja Angga dan seluruh keluarga kerajaan sudah menunggu Anda di ruang makan utama di istana utama," kata Gerald yang juga tidak tidur semalaman, cemas menunggu kepulangan Archie, dia sudah sangat takut terjadi apa-apa pada Archie, jika itu terjadi, apa yang akan dia katakan pada keluarga kerajaan, Putra mahkota satu-satunya tewas karena dirinya.


"Baiklah," kata Archie, sesaat sebelum dia keluar dari kamarnya, dia kembali melihat ke arah Ceyasa yang masih saja tenang tertidur dengan infus yang tergantung di sampingnya, tak punya kepercayaan meninggalkan Ceyasa kembali sendirian di rumah sakit.


"Perintahkan Lusy untuk menjaganya, kali ini jangan ada kelalaian sama sekali, jangan izinkan dia keluar, tanpa izin dariku, hubungi aku  jika dia sudah sadar," kata Archie lagi dengan serius pada Gerald, Gerald langsung mengangguk mantap.


"Baik, Pangeran."


Archie keluar dengan gayanya yang berwibawa, berjalan menyusuri ruangan demi ruangan di dalam istananya untuk sampai pada lorong penghubung istana pangeran dengan istana utama, sebulah jalan yang membelah taman, tak lama kemudian dia sampai di pintu utama istana utama, para penjaga segera membukakan pintu untuk Archie.


"Selamat datang Yang Mulia Pangeran Mahkota," teriak mereka memberitahukan pada pelayan urusan rumah tangga istana untuk menyambut Archie.


"Selamat datang, Pangeran Mahkota Archie, Yang Mulia Raja Angga dan semua sudah menunggu Anda di ruang makan utama," kata kepala pelayan urusan rumah tangga itu pada Archie.

__ADS_1


Archie mengangguk mengerti, kembali dengan langkahnya yang tegas dia masuk ke dalam istana utama itu, menyusuri ruangan untuk sampai ke ruang makan utama istana ini, saat dia masuk, benar saja semua orang sudah berkumpul  di sana.


"Yang Mulia Pangeran Mahkota Archie sudah datang," kata Pelayan yang ada di sana, memberitahukan kehadiran Archie, semua orang segera melihat ke arahnya.


"Maafkan saya membuat Yang Mulia Raja dan Ratu menunggu," ujar Archie dengan salam sempurnanya, dia tidak terlambat, namun mememang semua orang sudah berkumpul di sana kecuali dirinya, Keluarga Jared pun tidak ikut di sana karena mereka belum resmi menjadi keluarga kerajaan.


"Bangikitlah dan duduk di tempatmu," kata Angga tegas.


Archie meneggakkan tubuhnya, mengangguk tanda patuh lalu berjalan dengan wajah yang datar serius, ketika dia duduk di tempat duduknya yang berada di ujung berhadapan langsung dengan Angga, acara makan pagi itu di mulai dalam hening dan sesuai peraturan.


Setelah acara makan pagi itu selesai, semua tetap tinggal karena Angga tidak beranjak dari sana, mereka dilarang beranjak dari tempat duduknya jika Angga masih ada di dalamnya, namun suasana sudah cukup mencair, mereka sudah bebas untuk saling berbicara.


"Bagaimana persiapan untuk acara nanti malam?" tanya Ibunda Ratu Ayana pada Bella yang duduk di depannya.


"Benarkah? apa akan ada pesta lainnya?" tanya Suri lagi, dia kira pertunangan itu hanya sampai malam ini saja.


"Ya, tentu, ini adalah pertunangan pertama yang terjadi di sini, jadi harus ada pesta dan pengumumannya, bagaimana dengan pernikahan?" jelas Ibunda Ratu Ayana.


"E? haruskah begitu buru-buru?" tanya Suri yang kaget, dia belum berpikir untuk melakukan pernikahan dalam waktu dekat ini.


"Apa kau tidak ingin menikah?" tanya Bella pada anaknya.


"Bukan begitu, hanya kaget terlalu cepat," kata Suri, Angga dan yang lain hanya mendengarkannya saja.

__ADS_1


"Tidak baik menunda terlalu lama setelah melakukan pertunangan, bagaimana 3 bulan setelahnya?" tanya Ibunda Ratu Ayana pada Bella dan Angga.


Suri kaget mendengarkannya, 3 bulan bukannya terlalu cepat?


"Aku rasa 3 bulan merupakan waktu yang baik," kata Bella lagi, Angga hanya mengangguk-angguk saja.


Archie yang ada di sana tidak terlalu mendengarkan apa yang  mereka katakan, pikirannya terbang jauh mengingat Ceyasa, hampir setiap menit dia memeriksa ponselnya, padahal itu dilarang.


"Bagaimana Archie?" tanya Angga tiba-tiba saat Archie masih tak fokus ke sana.


Melihat Archie yang tampak tidak menjawab dan tidak merespon, semua orang di ruangan makan itu langsung memandang Archie.


"Archie?" tegur Daihan yang duduk di dekat anaknya, Archie yang mendapatkan teguran langsung kaget, melihat seluruh orang yang ada di sana melihat ke arahnya.


"Oh, ya? maaf? Ada apa?" kata Archie yang tidak tahu apa yang dipertanyakan oleh siapa pun yang bertanya tadi, semua orang mengerutkan dahi menatapnya.


"Bagaimana, apa kau sudah siap untuk melakukan penyerahan nanti malam?" tanya Angga dengan wajah yang masih bertanya-tanya, tak biasanya Archie begitu tidak fokus, apa dia masih tidak rela menyerahkan Suri pada Jared?


"Oh, ya, aku siap," kata Archie langsung saja, seolah tampak tak begitu peduli.


"Baiklah," kata Angga yang masih sedikit ragu, orang-orang yang ada di sana pun merasakan sedikit kasihan melihat Archie, merasa kebingungan dan ketidakfokusan Archie karena Archie masih berat melepaskan Suri.


Saat mata masih tertuju padanya, tiba-tiba mereka kaget dengan suara ponsel yang berdering, bagaimana Archie mengaktifkan ponselnya saat pertemuan ini? Namun Archie tak memperdulikannya, dia segera mengangkat telepon itu dan segera mematikannya.

__ADS_1


Belum selesai rasa kaget mereka melihat Archie yang sudah melanggar peraturan, tiba-tiba Archie bangkit, dia segera memandang semua mata yang memandangnya juga, dengan wajah cemasnya dia memberikan salam formalnya, tanpa menunggu Angga untuk mempersilakannya bangkit, dia langsung bangkit dan berjalan hendak keluar dari ruang makan utamanya.


__ADS_2