Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
216 -(S-J) Jangan Bermain-main dengan ku seperti ini.


__ADS_3

Jared berjalan melewati lorong istana itu, dia melihat jam di tangannya, menatapnya, dia sudah harus pergi untuk ke perusahaan, tapi tidak seperti biasanya Suri sama sekali tidak mengabarinya atau mengiriminya pesan sama sekali, apa Suri sedang membalasnya karena sebelumnya dia mengabaikan Suri sebelum hari pertunangan?


Jared lalu menghentikan langkahnya, terlalu tak tenang jika tak tahu kabar dari tunangannya itu, dia lalu memutar tubuhnya dan kembali berjalan, kali ini menuju ke kamar Suri, saat dia sampai di depan pintu kamar Suri, dia segera mengetuk pintu kamar itu.


Tidak ada jawaban sama sekali, Jared mengerutkan dahinya, apa dia belum bangun, tapi biasanya Suri sudah bangun jam segini, Jared lalu berpikir mungkin Suri sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan, jadi dia memutuskan untuk kembali menuju ke arah ruang makan, namun belum beberapa langkah, tiba-tiba langkahnya terhenti, melihat Bella yang berjalan mengarah ke arahnya.


"Selamat Pagi Yang Mulia Ratu," salam Jared pada Bella.


"Selamat Pagi Jared, apa kau melihat Suri? Tadi malam dia meminta izin untuk tidur lebih cepat dan sekarang aku sudah menunggunya di ruang makan, namun tidak seperti biasanya dia belum juga datang," kata Bella bertanya pada Jared.


"Aku baru saja ingin menjemputnya di kamarnya, aku mengira dia sudah ada di ruang makan, ehm, aku akan mencoba melihat ke kamarnya," kata Jared.


"Ya, aku meminta tolong padamu, karena Angga membutuhkan sesuatu, tolong lihat Suri ya," kata Bella lagi.


"Baik Bi," kata Jared dengan sedikit senyuman.


"Terima Kasih," kata Bella lagi, dia segera kembali untuk menemui Angga di ruang kerjanya.


Jared kembali berbalik arah, berjalan menuju ke kamar Suri, dia kembali mengetuk pintu kamar itu, mencoba untuk sekali lagi memanggil Suri, namun sama saja tidak ada jawaban sama sekali, Jared mengerutkan dahinya.


Jared lalu mencoba membuka pintu kamar Suri, tidak dikunci, dia membuka kamar itu perlahan, melihat keadaan kamar yang masih remang karena hampir semua lampu di matikan, bahkan lampu kamar utama pun dimatikan, aneh, itu artinya Suri masih tidur.

__ADS_1


Jared lalu memasuki kamar tidur Suri, dia melihat ke arah tempat tidur, menyalakan lampu baca yang ada di sudut ruangan, Suri masih meringkuk di bawah selimutnya, Jared mengerutkan dahinya, Suri bukan orang yang suka telat bangun seperti ini.


Dia lalu mendekati Suri, melihat wajah wanita yang sebentar lagi akan menjadi pengantinnya, tampak tenang tertidur, Jared lalu duduk di samping ranjangnya, memengang pundak Suri yang ada di balik selimut, sedikit menggoncangkannya.


"Suri, sudah pagi," kata Jared dengan suara beratnya, Suri bergeming, membuat Jared semakin mengerutkan dahinya, rasa cemasnya langsung bangkit, "Suri?" goncang Jared semakin keras, kali ini Suri bereaksi, dia tampak susah untuk membuka matanya. Saat dia melihat Jared yang membangunkannya Suri langsung tersenyum dan mencoba untuk bangkit.


Jared menatap Suri, melihat wajah wanita yang selalu tampak sempurna itu, namun entah kenapa kali ini Jared melihatnya sedikit pucat, bibirnya yang selalu merah merona kita memutih.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Jared yang merasa Suri sedang sakit.


"Aku tidak apa-apa, hanya terlalu lelah," kata Suri dengan suara sedikit serak.


"Ingin ke dokter?" tanya Jared khawatir.


"Jangan terlalu dipikirkan, bukankah semuanya sudah di atur, lagi pula itu hanya pesta, bukankah kita sudah bertunangan," kata Jared lagi melihat ke arah mata Suri yang tampak lemas.


"Ya, mungkin semua yang terlalu mendadak membuat aku merasa seperti ini, tidak perlu takut, aku hanya butuh istirahat," ucap Suri lagi melihat Jared yang khawatir, senang melihat hal itu darinya.


"Kita undur saja pestanya bagaimana?" kata Jared lagi, takut Suri akan memaksakan tubuhnya nanti.


"Tidak, jangan, jangan memundurkan pestanya, kau sudah mengatakan bahwa semua sudah di siapkan bukan?" kata Suri memegang tangan Jared, wajahnya yang manja itu langsung dikeluarkan olehnya. Jared hanya memandangnya dengan matanya yang tajam namun penuh perhatian, tak mengiyakan namun juga tak menolak.

__ADS_1


Jared langsung mengambil ponsel yang ada di dalam saku jasnya, dia lalu bangkit dan menelepon seseorang, Suri yang melihat itu hanya mengerutkan dahinya, siapa yang di telepon oleh Jared?


"Halo, Ya, aku ingin kau membatalkan semua jadwalku hari ini, ada hal yang lebih penting yang harus aku lakukan," ucap Jared langsung, Suri melihat itu mengerutkan dahi dan langsung tersenyum manis, sebegitu cemaskah hingga membatalkan pekerjaannya? Ternyata Jared begitu peduli padanya, "baiklah, terima kasih," kata Jared lagi sambil melihat wajah senang dari Suri, dia lalu memutuskan panggilan teleponnya.


"Jadi kau punya waktu 1 harian untukku?" tanya Suri manja.


"Ya, jadi aku ingin kau untuk istirahat seharian ini," kata Jared serius.


"Tapi kau tidak boleh kemana-mana, di sini saja ya," kata Suri lagi menyandarkan tubuhnya di kepala ranjangnya.


"Baiklah, aku akan meminta sarapan untukmu," kata Jared lagi, walaupun dari tadi Suri tersenyum, dia hanya memandang wanita itu dengan tatapan serius.


"Ya, aku akan mencuci muka dan mengosok gigi dulu," kata Suri menyibakkan selimutnya dan mulai menurunkan tubuhnya ke lantai, namun saat dia ingin berpijak, entah kenapa rasanya kakinya sangat gontai, dia langsung ingin terjatuh.


Jared yang tadinya ingin melangkah keluar untuk mengambil sarapan langsung kaget dan untungnya dia cepat, segera menangkap tubuh Suri yang hampir saja jatuh dan lunglai.


"Suri?!" kata Jared sedikit besar karena khawatir. Suri tersenyum, lalu berwajah manja.


"Aku hanya main-main saja, kau kena jebakanku," ujar Suri lagi segera berdiri tegak, Jared melihat itu menghembuskan napasnya, bagaimana Suri bisa mempermainkannya dengan hal seperti ini, apa kah dia tidak tahu Jared begitu khawatir dengannya?


"Jangan bermain-main seperti ini padaku," kata Jared dengan suara seriusnya.

__ADS_1


"Yah, jangan berwajah masam seperti pagi-pagi, kalau kau terus begitu aku tidak akan mau ditemani oleh mu sepanjang hari," kata Suri dengan senyuman nakalnya, dia langsung melepaskan dirinya dari Jared dan segera berjalan ke arah kamar mandinya.


Jared melihat itu, Suri berjalan dengan normal, tak gontai seperti tadi, apa benar dia hanya sedang menggoda Jared. Jared lalu melihat Suri masuk ke kamar mandinya, dia langsung berbalik dan menuju keluar untuk mencari seseorang yang bisa dia mintai tolong membawakan sarapan untuk Suri, untunglah dia menemukannya tak jauh dari kamar Suri, dia langsung kembali ke kamar Suri setelah dia memberikan perintah itu.


__ADS_2