
Archie terdiam memandang ke arah rembulan yang terlihat mengeluarkan bentuk sabitnya namun cukup indah untuk dinikmati, semilir angin menerpa wajahnya yang putih seolah memberikan sentuhan lembut untuk menghiburnya.
Hari ini adalah hari paling berat baginya, rasa sakit ini datang bertubi-tubi, belum selasai masalahnya dengan wanita aneh itu, dia malah harus menerima kenyataan yang lain, kalau dipikir-pikir nasibnya benar-benar pahit, dalam satu hari dia harus kehilangan dan juga merelakan, Archie sempat berpikir, apa yang salah dari dirinya? Apa dia pernah berbuat sesuatu yang salah?
Semilir angin kembali berbisik padanya di atap tempat dia dan Suri pernah berdansa terasa semuanya tenang, namun tidak perasaannya, dia bahkan tak tahu bagaimana perasaannya sekarang, terlalu kacau untuk bisa di deskripsikan.
Ceyasa belum juga ditemukan, tak ada kabarnya sama sekali, kemana wanita aneh itu pergi? Benahkan dia tidak ingin Archie mengetahuinya? Bagaimana dia bisa begitu kesal padanya? Bagaimana ada begitu banyak tentang Ceyasa di dalam pikirannya sekarang?
Suara langkah kaki terdengar sedikit mengusik Archie dari pikirannya yang mengembara jauh,
Archie menatap ke arah pintu menara itu, menangkap sosok Anggun yang berjalan ke arahnya, Archie sedikit mengerutkan dahi, tak kaget hanya bingung kenapa Suri datang kemari begitu malam. Herannya, dia hanya diam menatap wanita itu, bukan Suri yang ingin ditemuinya sekarang.
"Untuk apa datang kemari?" tanya Archie, sekian lama akhirnya bisa melontarkan kata-kata pada Suri.
Suri yang tak langsung menjawab, berjalan mendekat ke arah Archie, lalu berdiri di sampingnya, semerbak wangi manis yang lembut tercium oleh Archie, membuat kenangan akan wangi itu terngiang.
"Mama menyampaikan sesuatu padaku, tentangmu yang akan menyerahkanku pada Jared saat acara penerimaan pinangan, jadi aku rasa aku harus datang padamu untuk mengucapkan, terima kasih," ujar Suri, suaranya lembut, tutur katanya sangat teratur dan sopan, Archie mengerutkan dahi, entah kenapa sekarang merasa hal ini terlalu formal untuknya, apakah dia sudah terlalu biasa dengan gaya bicara Ceyasa yang meledak-ledak dan tak tahu peraturan itu.
Archie membasahi bibirnya sejenak, tak melihat ke arah Suri yang terlihat begitu cantik walaupun diremangnya cahaya bulan yang bahkan tak menyentuh bumi. Kata terima kasih dari Suri itu sedikit menambah nyeri hatinya.
"Itu memang tugasku, jika tidak esok, suatu hari aku tetap harus menyerahkanmu pada yang lain," kata Archie tersenyum sedikit putus asa.
Suri mendengarkan hal itu hanya mengulum senyumnya, cukup canggung setelah sekian lama tidak berbicara, pembicaraan mereka yang terakhir malah berakhir dengan pertengkaran dan air mati.
"Bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" kata Suri lagi, memecah suara angin yang semakin bergeriliya disana. Archie akhirnya berani menatap wajah Suri yang juga menatapnya. "Jangan terperangkap oleh perasaan padaku," kata Suri menatap Archie sendu. Archie terdiam sesaat.
"Bagaimana caranya bisa melupakan begitu cepat?" tanya Archie lagi, sebuah pertanyaan yang cukup menanggu pikirannya.
__ADS_1
Suri yang mendengarkan kata-kata Archie sedikit kaget, tatapan mata Archie yang sendu itu membuat Suri cukup salah tingkah, Suri lalu membuang pandangannya ke pemandangan yang ada di depannya.
"Tidak, aku tidak melupakanmu, tidak akan," kata Suri terdiam sejenak, ingin mengatur kata-kata yang akan dia katakan, "Aku tidak akan lupa bagaimana aku mencintai dan tergila-gila padamu, bukan kerena aku tahu apa alasan kita tidak bisa bersama dan juga ternyata banyak hal yang dulunya kau tutupi dariku lalu aku melupakanmu, aku hanya mencoba untuk berdamai dengan keadaan, aku berdamai dengan diriku, dan aku berdamai dengan dirimu, tak lagi ingin memaksa, menerima bahwa kita berdua tidak akan pernah bersatu, bukankah itu yang kau katakan padaku terakhir kalinya? tapi kenapa kau yang masih terjebak?" tanya Suri menatap wajah Archie dengan sangat dalam.
"Berdamai ya?" kata Archie yang merasa tak masuk akal, bagaimana berdamai dengan cinta yang tak sampai?
"Ya, berdamai, kita bukan seperti pasangan yang lain, ketika berpisah kita bisa melepaskan semuanya, bagaimana pun kau menolak, aku tetap adikmu, kita adalah keluarga, seumur hidup kita, kita akan tetap punya hubungan, jadi cobalah untuk berdamai, berdamailah dengan dirimu, berdamailah denganku, dan berdamailah dengan perasaanmu, mungkin setelah itu kau baru akan sadar, mungkin kau akan menemukan bahwa perasaanmu padaku sudah berubah, bisa saja tiba-tiba kau sadar ada seseorang yang tawa dan tangisnya bisa menjadi prioritasmu, yang hanya dengan tatapan matanya saja membuatmu behagia," kata Suri menerawang jauh, mengingat bagaimana dia sadar, perlahan dan pasti perasaannya berganti, tergeser oleh segala kelembuatan dan tatapan dingin yang meluluhkan hatinya.
Archie terdiam, menerawang jauh, entah kenapa tiba-tiba otaknya memunculkan kilasan wajah Ceyasa yang tampak aneh itu, pipi menggembung dan mata yang membesar, melotot padanya, suaranya yang melengking, cerewet dan juga tak pernah takut apapun, wajah kesal yang menjadi hiburan sendiri bagi Archie, wajah merajuknya yang jelek sekali, tingkah anehnya dan konyolnya, juga amukkannya setiap kali Archie menciumnya, entah kenapa sekarang wanita itu selalu ada dalam pikirannya, aneh bukan? gadis sekonyol itu memenuhi pikirannya, membuatnya tersenyum hampir tertawa kecil hanya dengan membayangkannya.
Suri memandang Archie yang tampak tertawa kecil, merasa sedikit aneh dengan tingkah Archie, dia kira Archie tak akan bisa menerima kata-katanya, namun pria yang penuh dengan emosi ini, sekarang malah tertawa manis.
"Siapa dia?" tanya Suri penasaran, pasti ada alasannya Archie bisa tertawa seperti ini.
"Hanya gadis aneh dari desa kecil, terkadang terlalu polos, namun terkadang terlalu menyebalkan, suka melakukan hal-hal aneh, namun terkadang konyol hingga membuatku tertawa, gadis yang selalu ceria dalam setiap kondisi, namun juga sangat keras kepala," kata Archie yang awalnya tersenyum namun tiba-tiba suaranya melambat, perasaannya sekarang terasa sangat sakit, terasa kehilangan, bagaimana dia bisa merasa seperti ini? kenapa dia baru sadar, dia sangat merindukan sosok aneh itu.
"Hari ini dia meninggalkanku karena menganggap aku hanya melampiaskan perasaanku padamu kepadanya," kata Archie, tatapan sendu itu terlihat.
"Lalu?" kata Suri yang memandang Archie dengan lekukan di dahinya.
"Hmm?" kata Archie yang tak mengerti.
"Lalu bagaimana? apa kau mencarinya? semua gadis akan pergi dan marah jika merasa begitu," kata Suri.
"Jika ingin pergi, biarkan saja pergi," kata Archie mengatakan hal yang sangat bertentangan dengan hatinya, bibir terucap, hati tak ingin kehilangan.
Suri diam mendengarkannya, kenapa Archie bisa mengatakan hal itu? padahal jelas terlihat di matanya, pria ini tampak sangat kehilangan. Suri akhirnya menyadari, Archie tak sedih karnanya, tapi karena ditinggal oleh wanita itu, dia hanya tak menyadarinya, mencampur adukkan perasaan dengan kenyataan yang sebenarnya tak seperti itu.
__ADS_1
"Kakak, kau ini yang sebenarnya bodoh, wanita itu bisa membuatmu tersenyum, kau begitu senang membicarakannya bahkan di depanku, lalu kau masih tidak menyadarinya? Aku saja tahu kalau kau menyukainya," kata Suri tak habis pikir, bagaimana Archie tidak menyadarinya.
"Aku? tidak mungkin," kata Archie masih menolak, namun wajahnya tampak berpikir.
Suri memandang Archie dengan tatapan yang kesal, pria memang seperti ini, apa salahnya mengakui bahwa mereka menyukai seseorang.
"Kakak, Jangan bodohi dirimu sendiri dengan menolaknya dan tetap menyakinkan dirimu bahwa akulah yang kau cintai, wanita itulah yang sekarang ada dipikiranmu, gadis aneh itu sudah berhasil menempati hatimu, sekarang, carilah dia, mungkin dia sedang menunggumu di suatu tempat," kata Suri lagi menjelaskan dengan suara sedikit kesal, padahal Suri sudah merasa sangat bersalah, padahal pria ini juga sudah tidak mencintainya.
Archie memandang Suri dengan kerutan di dahi, masih tak mengerti, bagaimana dia bisa menyukai gadis bar-bar yang bahkan tak ada sisi wanitanya sama sekali.
"Begini saja, jika sampai besok kau masih memikirkan dirinya, maka berjanjilah untuk membawanya ke acara pertunanganku, aku sangat ingin bertemu dengan wanita yang sudah membuatmu seperti ini," kata Suri dengan senyuman manisnya, seperti biasa suaranya manja.
Archie terdiam sejenak, lalu bibirnya menyunggingkan sedikit senyuman tipis, dia lalu sedikit melihat ke arah belakang Suri.
"Sepertinya kau harus kembali, Jared sudah menunggu cukup lama di sana," kata Archie sedikit menunjuk ke arah dimana Jared menunggu di sana, Suri langsung memalingkan wajahnya, melihat Jared yang tampak mulai memunculkan dirinya, tak menyangka Archie mengetahui dia di sana.
"Baiklah, berjanjilah," kata Suri lagi sedikit menuntut pada Archie.
"Aku berjanji," kata Archie yang sebenarnya masih tidak percaya dia bisa menyukai gadis aneh itu.
"Ya, aku pergi dulu," kata Suri segera membalikkan tubuhnya menuju ke arah Jared yang memberikan senyuman tipis di bibirnya, namun baru beberapa langkah, Suri sedikit mengembangkan senyuman dan berbalik lagi ke arah Archie yang telah kembali menatap ke arah pemandangan di depannya.
"Kau tahu, dia membuatmu berubah, dan itu sangat bagus, aku bahkan tak bisa merubahmu, " kata Suri lagi menatap ke arah Archie, dia kenal Archie dari dulu, seseorang yang penuh dengan emosi, apa yang dia tidak suka pasti membuatnya marah, tapi melihat Archie begitu tenang berbicara dengannya bahkan Archie terus tersenyum, perubahan itu sangat terasa bagi Suri.
Archie menatap Suri, benarkah dia berubah?
Suri melanjutkan perjalanannya mendekati Jared, Suri memberikan senyuman manisnya pada Jared yang langsung merangkul pinggal kecil Suri, Archie melihat kemesraan keduanya, entah kenapa? rasanya tak sesakit yang dia bayangkan, hanya tinggal perasaan canggung.
__ADS_1
Jared menganggukkan kepalanya, menandakan dia ingin permisi, Archie membalas dengan anggukan kepala juga, dan sepasang kekasih itu meninggalkan Archie yang sekali lagi terdiam menatap rembulan.