Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
235 - Apa kau menginginkan anak dariku?


__ADS_3

"Nenek, aku rasa kali ini kita tidak bisa mengikuti peraturan kerajaan," kata Archie yang tahu neneknya kesal dengan semua ini.


"Kenapa?" kata Ibunda Ratu Ayana, dia orang yang paling tak bisa jika tidak sesuai dengan peraturan kerajaan.


"Suri mengalami penyakit keturuan itu," kata Archie melihat neneknya, mendengar itu Ibunda Ratu Ayana tampak kaget, dia bahkan sampai menutup mulutnya dengan jemari-jemarinya yang sudah penuh dengan keriput, tak menyangka Suri terkena penyakit itu.


"Lalu? Bagaimana keadaannya?" kata Ibunda Ratu Ayana.


"Saat ini keadaannya normal, dia sudah mendapatkan serum darah dari ku, tapi …. " kata Archie yang bingung harus menjelaskan bagaimana tentang keadaan Suri sebenarnya.


"Tapi apa? bukankah jika sudah mendapatkan darah darimu, dia seharusnya sudah sembuh?" tanya Ibunda Ratu Ayana lagi, wajahnya tampak cemas dan bertanya, Ceyasa dan Nakesha hanya bisa diam mengamati percakapan ini.


"Dalam kasus Suri tidak, dia tidak bisa sembuh karena darahku," kata Archie, membuat Ibunda Ratu Ayana, Nakesha dan Ceyasa langsung kaget mendengarkannya, bagaimana bisa?


"Bukannnya nenek bilang penyakit itu lebih ganas pada wanita, selain itu penyakit itu sudah beradaptasi dengan darah kami, Suri lahir membawa darah paman Angga, selain itu aku juga mendapatkan kekebalan ini dari paman Angga sehingga penyakit itu seolah sudah terbiasa dengan darah kami, sehingga darah kami tidak lagi bisa menyembuhkan dirinya, sementara ini, darah kami hanya bisa dipakai untuk menenangkan penyakit itu, jika efek serum itu hilang, dia akan kembali mengganas dan kita tak tahu kapan hal itu akan terjadi, lagi pula aku tidak bisa memberikan semua darahku padanya, bahkan ada kemungkinan darahku tak bisa menolongnya lagi," kata Archie menjelaskan pada 3 orang wanita yang duduk di dekatnya itu, perlahan menatap mereka satu persatu, melihat perubahan wajah mereka dari yang tak percaya menjadi tampak sedih karena kata-katanya.


"Apa benar-benar tidak bisa lagi diobati?" tanya Ceyasa, merasa nasib Suri sangat jelek, bagaimana gadis sesempurna itu harus mengalami hal separah ini.

__ADS_1


"Sampai sekarang belum diketahui caranya," kata Archie menatap wajah Ceyasa.


"Karena itukah mereka ingin melangsungkan pernikahan?" tanya Nakesha yang tak bisa menerima hal ini, bagaimana pun dia juga melihat Suri tumbuh, gadis manja dan ceria itu, tak disangka pada akhirnya harus terkena penyakit seperti ini.


"Jared yang memintanya langsung pada Paman, aku paham, Jared pasti ingin menjaga Suri, dia juga ingin ada bersamanya pada masa seperti ini, lagi pula, bisa dikatakan kondisi Suri sangat kritis, kapan pun penyakit itu bisa merenggutnya, jadi Jared pasti ingin secepatnya menikahi Suri," kata Archie lagi, di bawah meja pertemuan itu tangannya mengenggam tangan Ceyasa, meremasnya sedikit erat, menyalurkan rasa sedih mereka bersama.


"Jadi Jared juga sudah tahu akan penyakit ini?" tanya Ibunda Ratu Ayana dengan suaranya yang bergetar, sedih merasakan penderitaan Suri.


"Ya, Jared tahu, tapi aku rasa mereka akan menyembunyikannya dari Suri, karena Suri tidak boleh stress atau pun kelelahan, jadi, kita akan mengikutinya, jangan terlihat sedih atau menyinggung hal ini di depannya," kata Archie menatap nenek dan ibunya, Nakesha bahkan sudah mengelurakan air matanya, bagaimana dia harus berpura-pura bahagia di depan Suri jika dia sudah tahu apa yang terjadi.


"Karena itu aku minta nenek dan ibu, kita harus membuat acara pernikahannya sesuai dengan keinginannya, jangan lagi terikat dengan peraturan kerajaan, jika memang tak sesuai, biarkan saja, karena ini adalah momennya Suri dan Jared, bersiaplah untuk acara nanti sore," kata Archie lagi memberikan perintah namun dengan suara yang lembut agar bisa setidaknya menenangkan neneknya yang sudah renta ini, kali ini kembali terlihat lemah lagi.


"Ya, Nakesha, tolong aku mencari gaun untuk nanti malam, kita harus membuat acara nanti malam begitu indah," kata Ibunda Ratu Ayana pada Nakesha. Nakesha mengehampus air matanya, tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya hati kakak angkatnya dan Angga sekarang, namun dia hanya bisa memendamnya, dia tak boleh terlihat sedih, Nakesha lalu berdiri, membantu Ibunda Ratu Ayana untuk berdiri dan berjalan, sekali lagi terlihat lemah keluar dari ruangan itu, meninggalkan Archie dan Ceyasa berdua.


Archie memandang Ceyasa yang berwajah sedih, Archie pun menunjukkan hal yang sama, cukup lama mereka hanya diam, hening di ruangan itu, Archie beberapa kali meremas tangan Ceyasa.


"Dia akan baik-baik saja," kata Ceyasa dengan suara lemahnya.

__ADS_1


"Ya, mudah-mudahan, aku hanya bisa membantunya seperti ini," kata Archie lagi, ternyata hanya bisa mengeluarkan kesedihannya di depan Ceyasa, "Ceyasa, aku memikirkan sesuatu," kata Archie menatap Ceyasa dengan sendu.


"Apa?" kata Ceyasa yang tak suka tatapan itu.


"Apa kau menginginkan anak dariku?" tanya Archie menatap Ceyasa dengan wajah diamnya, tatapannya tak tajam, namun tampak serius. Ceyasa mendengar itu mengerutkan dahinya, pertanyaan macam apa ini?


"Apa maksudmu?" tanya Ceyasa pada Archie, ini bukan saatnya bercanda bukan?


"Aku sudah memikirkannya semenjak tahu tentang penyakit Suri, Ceyasa, aku rasa lebih baik kita tidak memiliki anak," kata Archie memandang sedih pada Ceyasa, semua orang yang menikah pasti ingin memiliki keturunan, begitu juga Archie dan pasti juga Ceyasa, apalagi dia ingat Ceyasa begitu menyukai bayi dan anak-anak, tapi dia tidak bisa membayangkan Ceyasa harus menanggung beban yang sama seperti bibinya, bagaimana jika anak-anak mereka pun sama seperti Suri, mereka kebal akan darah ayahnya dan dia tidak bisa menolong mereka, anak mereka akan meninggal begitu saja.


"Kenapa harus begitu?" tanya Ceyasa yang menarik sedikit tangannya, kenapa Archie tak ingin memiliki anak dengannya?


"Aku punya penyakit itu juga, dalam darahku aku membawa penyakit mematikan dan akan menurunkannya pada anak-anak kita nantinya, aku hanya tak sanggup melihatmu berduka dan yang paling parah menyaksikan anak-anak kita meregang nyawa namun aku tidak bisa membantunya padahal aku selamat dari penyakit itu, aku tidak ingin itu terjadi, aku tak akan sanggup," kata Archie memegangi kepalanya yang penuh, matanya basah membanyangkan kilasan-kilasan kematian itu.


Sekarang dia baru bisa menumpahkan semua hal yang ada dalam pikirannya selama ini, sejak dia pulang dari rumah sakit itu, hanya itulah yang dia pikirkan, bagaimana jika dia ada diposisi pamannya sekarang? itu juga jika dia bisa melihat anaknya tubuh sebesar Suri, bagaimana jika anaknya masih berumur 2 atau 3 tahun, atau semuda saat dia terkena penyakit itu, melihat tubuh mungil mereka kejang dan berlumuran darah? Siapa yang akan sanggup melihatnya.


"Aku yakin akan ada jalannya, semua penyakit pasti ada obatanya," kata Ceyasa tersekat, melihat suaminya yang sekarang tampak begitu tertekan, namun dia juga ingin memiliki anaknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2