
"Sebenarnya dia sakit apa?" tanya Ibunda Ratu Ayana melirik ke arah Ceyasa lalu melihat ke arah Archie, ingin tahu dan tak ingin istri dari cucu kesayangannya ini adalah orang yang gampang sakit-sakitan
"Hanya kelelahan karena baru menikah," kata Archie santai saja sambil mengelus-gelus pundak Ceyasa, membuat Ceyasa membesarkan matanya menatap pria itu.
Ibunda Ratu Ayana yang mendengar itu sedikit malu dan jadi salah tingkah, apa yang dilakukan oleh pengantin baru yang bisa membuat kelelahan, dia jadi berpikir yang tidak-tidak karenanya.
"Baiklah, akan aku tunggu kalian di sana," kata Ibunda Ratu Ayana yang tidak ingin melanjutkan hal ini, sudah tak sesuai dengan umurnya lagi untuk meladeni pembicaraan seperti itu, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan pasangan itu kembali.
Ceyasa langsung melirik ke arah Archie yang menurutnya asal bicara saja hingga membuatnya malu, Ceyasa langsung kembali mencubit pinggang Archie.
"Au, sakit tahu, " kata Archie yang tampak kesal dengan kelakuan Ceyasa.
"Kau ini bicara apa sih?" kata Ceyasa kesal pada Archie yang langsung tersenyum nakal.
"Kenapa? aku kan mengatakan yang benar, apa kau mau merasakan kelelahannya? kita hampir melakukannya semalam," kata Archie dengan suara menggoda pada Ceyasa yang langsung memerah wajahnya meningat apa yang mereka lakukan semalam, jantungnya kembali tak karuan, sepertinya dia harus kedokter, mungkin saja sekarang dia punya penyakit jantung, pikir Ceyasa.
"Ah, kau ini apa-apan, aku tidak ingin, aku mau pergi mandi dulu," kata Ceyasa dengan salah tingkah.
"Benarkah? aku janji tak akan membuatmu terlalu kelelahan, aku yakin kau akan menyukainya," kata Archie yang tidak ingin melepaskan Ceyasa, mengikuti Ceyasa hingga dia masuk ke dalam kamar mereka lagi.
"Tidak! sudah sana, aku ingin mandi, kau pergi!" kata Ceyasa lagi mendorong Archie untuk jangan mengikutinya lagi.
"Aku ingin pergi ke mana, ini kamarku dan kenapa kau terus mengatakan ingin mandi, kau ingin mengajakku mandi bersama dirimu?" tanya Archie lagi dengan wajah polos dibuat-buat, belum puas melihat Ceyasa begitu salah tingkah, merasa tingkah itu lucu dan menggemaskan, wajah Ceyasa yang memerah bagaikan udang bercampur rona wajah kesal itu terlihat imut sekali. Archie senang sekali melihat itu semua.
__ADS_1
"Apaan sih? Tidak, kau ini, sekali lagi mengatakan hal yang tidak-tidak, aku akan mencubitmu lagi hingga biru," kata Ceyasa mengancam, dia sudah tidak tahu lagi bagaimana cara menghentikan Archie.
Tiba-tiba Archie langsung membuka bajunya, membuat Ceyasa langsung kaget dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi, dari suaranya dia terdengar mengunci kamar mandi itu, hal itu membuat Archie tertawa lepas.
"Hahaha, dasar, aku hanya menggodamu, mandilah, aku ingin pergi untuk berolahraga dulu," teriak Archie lagi akhirnya berhenti menggoda istrinya, mengambil baju olahraganya dan memakainya, melihat Ceyasa masih mengunci dirinya di kamar mandi.
Archie segera berjalan dan keluar dari kamarnya sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah istrinya, meninggalkan Ceyasa yang akhirnya bisa bernapas dengan lega karena dari tadi semua kata-kata Archie benar-benar membuat Ceyasa merasa sesak napas.
---***---
Archie baru saja selesai berolahraga, dia menutupnya dengan berlari mengelilingi taman yang ada di dekat istananya, setelah dia selesai dia langsung mendatangi Gerald yang sudah menunggunya di dekat pintu belakang istananya.
"Selamat pagi Pangeran, Anda bangun sangat pagi hari ini, silakan," kata Gerald memberikan air minum dan handuk untuk Archie dan sedikit sindiran halus. Archie segera mengambil air minum dan handuk itu, mencoba untuk mengatur napasnya yang terengah-engah.
"Yang Mulia Raja Angga menginginkan Anda untuk datang ke perusahaan pagi ini dan memulai rapat pukul 10 pagi ini," kata Gerald memberitahukan kabar bahagia itu pada Archie, namun Archie langsung mengerutkan dahinya, kenapa tiba-tiba dia diperintahkan kembalil memimpin perusahaan?
"Kenapa begitu tiba-tiba?" tanya Archie dengan wajah bertanya.
"Aku tidak tahu alasan pastinya, mungkin Yang Mulia Raja sudah yakin kepada Anda," kata Gerald lagi.
"Baiklah, aku akan kesana, tolong kosongkan jadwalku pada sore hari, aku sudah berjanji pada Ceyasa untuk mengajaknya bertemu dengan Nadia di East Park," kata Archie pada Gerald.
"Baik Yang Mulia Pangeran, tapi aku diperintahkan untuk menyusun beberapa kepeluan Anda di rapat nanti karena rapat ini akan dilakukan di luar, jadi mungkin aku akan pergi terlebih dahulu, dan akan kembali menemui Anda setelahnya," kata Gerald lagi.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan pergi sendiri ke sana," kata Archie lagi.
"Baik Pangeran, permisi," kata Gerald lagi memberikan salam kepada Archie.
Archie mengangguk dan segera berjalan menuju kamarnya dan menemukan istrinya sudah siap dengan gaun putih sederhana namun tampak begitu anggun dan cocok dengannya, Archie jadi tahu, Ceyasa memang lebih cocok menggunakan gaun.
"Wah, sudah lama menunggu?" tanya Archie yang melihat Ceyasa sedang menyisir rambutnya yang terurai.
Archie akhirnya sadar kamarnya tidak cocok untuk statusnya sekarang, kamar ini penuh dengan barang-barang pria namun tidak satu pun barang untuk wanita. Archie berdiri di belakang Ceyasa, Ceyasa melihat pantulan Archie dari belakang, melihat pria itu basah akan keringat, namun aromanya sama sekali tidak kecut, malah menabur wangi maskulin.
"Tidak juga, mandilah, aku tidak ingin terlambat sarapan karena dirimu," kata Ceyasa membalikkan tubuh menghadap Archie yang tampak penuh peluh. Lalu tiba-tiba Archie tersenyum nakal, melihat itu Ceyasa langsung membesarkan matanya, merasa ada ide gila di kepala Archie.
"Hei, jangan coba-coba ya," ancam Ceyasa yang melihat Archie sudah merentangkan tangannya ingin bersiap memeluk Ceyasa. Archie langsung ingin mendekap Ceyasa, namun Ceyasa langsung berjongkok, mengelak dari pelukan Archie. Archie yang melihat itu hanya mengerutkan dahi.
"Kau ini, cepat mandi, kau kotor sekali, cepatlah, nanti kita akan terlambat, " kata Ceyasa langsung cerewet melihat tingkah jahil dari Archie. melihat wajah Ceyasa yang memarahinya Archie langsung tertawa kecil, hidupnya sekarang penuh dengan tawa dan bahagia.
"Baiklah putri, aku akan mandi, tunggulah sebentar," kata Archie patuh, lagi pula dia harus cepat bersiap untuk pergi ke perusahaan, "oh ya, kita akan pergi ke East Park nanti sore, paman memintaku kembali bekerja di perusahaan, jadi tunggulah aku pulang baru kita akan ke sana," jelas Archie sebelum dia masuk ke kamar mandinya.
"Benarkah? jadi sekarang kau sudah dipercaya lagi oleh pamanmu?" tanya Ceyasa yang bahagia karena Archie akhirnya mendapatkan kepercayaan pamannya lagi.
"Yah, aku rasa itu kerenamu, jadi terima kasih," kata Archie dengan suara lembut yang tiba-tiba, seketika kembali membuat Ceyasa tersipu malu, Archie ini apa-apaan? Sikapnya bisa berubah setiap saat.
"Sudah, mandilah," kata Ceyasa dengan wajah yang salah tingkah, lagi-lagi begitu menggemaskan bagi Archie dan dia segera masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1