
Hamparan pantai dan laut terlihat indah tertimpa dengan cahaya keemasan, memantulkannya bagaikan kaca yang menari-nari di permukaannya, Suri segera membuka pintu mobil itu, angin laut yang hangat menerpa wajahnya, wangi khas pantai itu tercium oleh hidungnya yang mancung terasa familiar dan memunculkan kenangan indah saat dia kecil, seketika menentramkamnya.
Suri tersenyum sedikit sambil memperbaiki anak rambutnya yang berterbangan di sekitar wajahnya yang putih, suara deburan ombak yang datang dan pergi begitu saja, membasahi bibir-bibir pantai dengan pasir coklat yang terlihat halus saling mengulung manja meninggalkan buih-buihnya yang dengan ikhlas diterima oleh pantai walau seberapa seringnya ombak menampar dirinya.
"Kau sudah bangun? Sudah lama menunggu?" suara Jared terdengar memecah kesenduan nyanyian lautan. Suri yang terpaku melihatnya segera melihat sumber suaranya.
"Ehm, tidak, aku baru bangun, apakah aku tertidur lama?" tanya Suri.
"Tidak, perjalanan ke sini memang cukup lama, saat sampai aku melihat sebuah toko es krim tak jauh dari sini, aku membelikannya untukmu," kata Jared menyerahkan es krim dengan Cone es krim, Suri melihat es krim yang ada di tangan Jared. "Tenang saja aku tidak menambahkan apa pun di dalamnya, kau tidak akan keracunan," kata Jared sedikit bercanda namun nadanya tetap saja datar, mendengar hal itu membuat Suri sedikit tersenyum.
"Terima kasih," kata Suri mengambil es krim itu, Jared mengulas senyuman tipis, dia lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan mematikan mesin mobilnya, Suri segera menikmati es krim yang di bawa oleh Jared, dia sedikit kaget, ini rasa kesukaannya, es krim kacang pistachio.
Setelah mematikan mobilnya, Jared segera mendekati Suri, namun dia tidak menatap wanita itu, hanya melihat lurus ke arah lautan, dia bersandar di depan mobilnya.
"Apa es krim itu cocok denganmu?" tanya Jared sambil melirik ke arah Suri, matanya yang sangat indah bahkan saat melirik itu tampak mempesona dibawah matahari sore keemasan yang tak lagi meninggalkan jejak panasnya.
"Ya, ini rasa kesukaanku, bagaimana kau tahu?" tanya Suri masih menikmati es krim itu, suasana pantai, hembusan angin sepoi yang membuai, sejuknya es krim dan nikmatnya rasa pistachio benar-benar membuat mood Suri yang tadinya buruk perlahan-lahan menenang sejenak. Suri bergerak mendekat ke arah Jared ikut menyandarkan tubuhnya di depan mobil seraya menikmati pemandangan indah di pantai yang sepi itu.
__ADS_1
"Syukurlah jika masih belum berubah," kata Jared tanpa melirik pada Suri meminum air mineral yang juga tadi di belinya.
Mendengar jawaban itu Suri sedikit terkejut, apa maksudnya belum berubah? apakah Jared sudah tahu rasa kesukaan Suri dari dulu? kenapa Suri tidak tahu Jared sepengertian itu?, Suri tergoda untuk melirik pria di sampingnya ini, terlalu misterius hingga tak bisa ditebak, sikap dan kelakuannya bertolak berlakang, sikapnya yang dingin dan acuh tak acuh, sedangkan kelakuannya pada Suri terasa sangat hangat. Wajah Jared yang tampak tegas namun juga tampan itu benar-benar sempurna terlihat dari sudut pandang Suri sekarang.
Mungkin karena susana pantai yang panas dan memang sejenak Suri lupa dengan es krim di tangannya, es krim itu meleleh ke tangannya, membuat Suri kaget akan dinginnya.
"Aduh," kata Suri yang melihat jari jemarinya penuh dengan lelehan es krim, es krim itu jatuh dari tangannya, Jared yang melihat itu segera berdiri. "Maafkan aku, aku memang tidak pernah bisa makan es krim dengan cone secara benar, selalu saja meleleh seperti ini," kata Suri yang merasa adap makannya itu memalukan, seorang putri tidak boleh makan dengan berantakan seperti ini.
"Tidak perlu minta maaf, terkadang kau tak harus terus menjadi putri yang sempurna dan melakukan apa yang kau ingin lakukan," Jared mengambil tangan Suri yang berlumur es krim dan menyiramnya dengan air mineral, dia lalu mengambil sapu tangan dari sakunya dan mengelap tangan Suri perlahan, satu persatu jari Suri yang lentik itu bersihkannya hingga tak ada yang tersisa bagian yang basah dari tangan halus Suri.
Suri yang melihat hal spontan yang dilakukan oleh Jared hanya bisa terdiam, dia merasa kelakuan Jared ini terlihat sangat tulus, dia hanya bisa terdiam dan menerimanya, sebagai seorang wanita, dia tersanjung dengan kelakuan Jared ini.
"Oh, tidak, ini sudah tidak lengket lagi, terima kasih," ujar Suri yang lumayan salah tingkah akibat kelakuan Jared tadi.
Jared melepaskan tangan Suri, melipat kembali sapu tangan itu dan segera kembali dalam posisi semula, menatap lautan yang tak berujung.
"Kenapa kau membawaku ke sini?" tanya Suri.
__ADS_1
"Karena kau ingin pergi ke tempat sunyi dan sepi, aku ingat kau tumbuh di pantai, jadi aku mencari pantai yang tidak ramai paling dekat dari kota ini agar kau bisa menikmatinya."
"Oh begitu."
"Ya."
Jared kembali menatap lautan, diam tak bergeming, Suri pun larut kembali dengan suasana hening yang tercipta, perlahan-lahan dia kembali memikirkan Archie yang ada entah di mana? perasaannya yang tadi mulai tentram kembali bergejolak, suasana yang mulai menggelap malah membuat hatinya juga menggelap, betapa rindunya dengan sosok pria itu, senyumnya, tawanya, kadang sikap jahilnya, dia merindukan seluruh hal yang ada di padanya.
"Suri … " kata Jared memecah lamunan Suri. Namun Suri tak menjawab, hanya memalingkan wajahnya ke arah Jared yang masih menatap lautan yang menelan matahari sejengkal demi sejengkal.
"Aku tahu aku tidak akan pernah bisa menggantikan kehadiran Archie di sampingmu dan aku memang tidak pernah berniat melakukannya, aku tahu kalian saling mencintai dan aku juga sudah berjanji pada Archie tidak akan menganggu kalian berdua," Jared menatap ke arah Suri, matanya yang biasanya tajam terlihat sendu.
"Aku tidak tahu sakitnya ditinggal orang yang dicintai itu bagaimana? tapi aku tahu rasanya kehilangan kedua orang tua, di sana, di rumahmu, saat ini ayah dan ibumu begitu mencemaskan dirimu, melihatmu muram dan tak lagi tersenyum, mereka sangat khawatir, mereka tidak tahu harus melakukan apa untukmu, karena itu bisa kah kau tersenyum untuk mereka? hal itu akan membuat mereka bahagia,"
Suri terdiam mendengarkan kata-kata Jared yang terdengar berat di iringi suara gemuruh angin yang semakin kencang. Sedikit menghantam perasaannya.
"Aku tak tahu apakah ayahmu sudah mengatakannya atau tidak, tapi Ayahmu dan Pamanku punya rencana untuk menjodohkan kita berdua," ujur Jared menatap Suri dalam dan tajam, Suri tidak tahu tentang hal itu, dia hanya bisa kaget mendengarkan kata-kata Jared.
__ADS_1
"Benarkah? kau menyutujuinya? Aku …. " kata Suri benar-benar kaget.
"Tenanglah, aku bukan pria yang suka memaksa, jika di hatimu hanya ada Archie, aku pun tak akan pernah menerima perjodohan ini, saat ini aku ada di sini hanya untuk menemanimu melewati masa ini dan membuat orang tuamu senang, jika kau sudah tak sanggup lagi tersenyum di depan mereka, kau boleh datang padaku untuk menangis, itu akan lebih melegakan, kau jangan takut, aku tidak akan mengambil kesempatan ini untuk mengodamu," ucap Jared lagi, Suri yang mendengar hal itu awalnya hanya bisa terdiam namun tak lama Suri tersenyum.