Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
229 - Apa Anda Mengizinkannya?


__ADS_3

"Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Jared yang sekarang baru melihat ke arah dokter itu, rasanya dia sudah cukup mendengarkan semua penjelasan ini.


"Keadaan Putri normal, untuk saat ini keadaannya stabil, namun seperti yang dikatakan, dia tak boleh terlalu stress atau kelelahan, hal itu bisa membuat daya tahan tubuhnya turun dan penyakit itu kembali mengganas," kata dokter itu menjelaskan,


Jared kembali menggigit bibirnya, sejak tadi saat Suri sadar, Suri terus menerus meminta pesta pertunangan mereka, Jared jadi bingung harus apa? melanjutkannya akan membuat Suri kelelahan, tapi membatalkannya akan membuatnya sedih, dua-duanya memperburuk keadaanya.


"Tuan Jared satu hal lagi yang harus aku katakan padamu," kata dokter itu ketika menatap wajah berpikir Jared, mendengar itu bukan hanya Jared  yang menatap dokter itu, Archie dan Angga pun tampak memajukan tubuh mereka, bersiap mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh dokter itu, membuat dokter itu segera gugup.


"Ada apa?" tanya Jared dengan suara beratnya.


"Selama penyakit itu belum bisa diobati secara total, maka kehamilan adalah situasi yang sangat berbahaya bagi Putri Suri, dalam kasus itu, Putri Suri akan terus menerus mengalami keguguran dan selain itu, kehamilan pada trimester pertama akan menurunkan kekebalan tubuh dan dengan kata lain, kehamilan adalah hal yang sangat membahayakan bagi Putri Suri, dapat mengancam nyawanya" dokter itu menarik napasnya sejenak, berita ini pasti sangat menyakitkan untuk diterima, bahkan dia yang menyampaikannya saja merasa begitu berat.


"Dan tak mungkin bagi Putri Suri untuk terus disuntikkan Serum itu setiap hari karena ada kemungkinan, suatu saat dimana penyakit itu terus diberikan serum, yang  paling kita takutkan terjadi adalah penyakit itu kebal akan serum dan tidak ada yang bisa menolongnya lagi setelah itu," kata dokter itu dengan perlahan, suaranya semakin lama semakin sungkan dan lemah, apalagi melihat wajah Jared yang semakin berubah tak percaya, bukan saja Jared, Angga dan Archie yang mendengarnya pun tak percaya, ternyata walaupun bukan dengan Archie, Suri tetap akan mengalami hal itu. Hal ini seperti mendengar vonis kematian Suri.


Jared terdiam, dia hanya melihat ke arah wajah dokter itu, tatapannya tajam, matanya tampak memerah namun perlahan basah, tangannya yang dari tadi menggenggam tampak makin kuat menggenggam, seperti menumpahkan seluruh sakit batinnya pada fisiknya, bagaimana bisa begini? Kepalanya terasa sangat panas sekarang, terlalu banyak yang diterimanya saat ini.


"Jared," kata Angga dengan suara begitu berat, Angga bahkan menarik napasnya panjang dan berat. Jared hanya memalingkan wajahnya yang tampak penuh dengan kesedihan itu, memandang Angga yang juga tampak sangat terpukul dengan berita yang baru dia dengarkan, "Jika kau ingin membatalkannya, kami akan menerimanya dengan lapang dada," kata Angga tersekat, sebuah keputusan yang sangat akan menyakitkan bagi putrinya, namun dia juga tidak akan bisa memaksa Jared untuk bersama dengan Suri, selama penyakit itu masih ada, Suri tak akan bisa memberikan masa depan pada Jared, dan Jared tidak harus menanggung sakitnya putrinya itu.


"Tidak, tidak ada yang perlu di batalkan," kata Jared menggelengkan kepalanya perlahan, dia menatap ANgga  dengan tatapan tegasnya dengan mata memerah menahan air mata yang membasahi matanya, suaranya terdengar cukup bergetar, namun dia tetap terlihat tegar, Archie bahkan hanya bisa terdiam melihat Jared dengan semua emosinya itu, rasa pedihnya benar-benar tersalurkan hanya dengan tatapannya itu.


"Yang Mulia Raja, aku ingin menikahi putri Anda hari ini, izinkan aku juga menjaganya, apakah Anda mengizinkanku?” kata Jared kembali dengan suara tegasnya, di matanya tampak keseriusan yang sangat.

__ADS_1


Angga terdiam, wajahnya menampakkan raut tak percaya mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Jared, perasaannya yang tadi ragu seketika menjadi yakin, dia lalu memandang dokter itu.


"Sejauh ini keadaannya memungkinkan," kata dokter itu yang juga cukup kaget dengan semua hal ini.


"Baiklah, Aku memberikan izinku padamu, aku akan memerintahkan untuk mempersiapkan pernikahan kalian hari ini," kata Angga.


Jared menarik napas panjang, sedikit lega terasa, jika dia sudah menikah dengan Suri, dia bisa menjaga wanita itu lebih baik, dia benar-benar akan ada di samping Suri setiap saat, dan tidak ada lagi pembatas antara mereka berdua, jika memang harus kehilangan, maka Jared menghabiskan seluruh waktunya untuk wanita itu hingga mereka tak lagi bisa bersama.


"Kalau begitu aku akan membantu untuk memberitahu pihak istana akan hal ini, aku rasa Suri tidak akan ingin menikah dengan keadaan biasa saja, lagi pula harus ada yang membujuk Ibunda Ratu, bukan?" kata Archie berdiri, merasa terlalu banyak bicara dan berdiskusi  akan membuang-buang waktu saja, karena saat ini bagi Suri waktu adalah yang terpenting.


"Ya, paman serahkan urusan dikerjaan padamu," kata Angga yang juga ikut berdiri, di ikuti oleh Jared dan dokter itu.


"Terima kasih," kata Jared sedikit mengulum senyumnya.


"Dokter, terus kabari aku tentang perkembangan penelitiannya," kata Angga menatap dokter itu.


"Baik Yang Mulia," kata dokter itu.


"Ya, aku harus memberitahu pada Bella tentang hal ini, tentang Suri aku serahkan padamu," kata Angga dengan wajah yang masih tampak seperti punya banyak beban berat.


"Baik paman," kata Jared.

__ADS_1


Angga melangkah keluar di ikuti oleh Jared dan Archie, mereka segera menuju lift, Archie menunggu untuk liftnya yang selanjutnya dan membiarkan Angga dan Jared untuk pergi dahulu, karena tugas mereka lebih berat dari pada dirinya.


"Kemana kita akan pergi?" tanya Gerald.


"Istana, kita harus menyiapkan sebuah pernikahan," kata Archie tenang saja.


"Kau akan menikah sekarang?" tanya Gerald yang kaget.


"Bukan, Jared dan Suri," kata Archie melirik ke arah Gerald, Gerald melihat hal itu kaget, dia bahkan ternganga, membuat Archie sedikit bingung, "kau demam?" ejek Archie yang melihat wajah tercengang Gerald.


Lift mereka akhirnya sampai dan terbuka, Archie masuk ke dalamnya, Gerald mengikutinya dengan wajah masih tak percaya.


"Aku salut padamu," kata Gerald lagi.


"Hm?" kata Archie yang masih tak mengerti.


"Ya, kau sudah menyerahkan wanita yang kau cintai pada pria lain pada saat pertunangannya, dan sekarang mereka menikah pun kau yang akan menyiapkannya, kau tahu, mungkin hanya kau di dunia ini manusia yang mau mengurusi pernikahan mantan kekasihmu, terlepas mantanmu itu  adalah sepupumu sendiri ya, apa tidak sakit?" kata Gerald yang geleng-geleng kepala.


"Hanya itu yang bisa aku berikan pada Suri, lagi pula dia selalu bercerita tentang bagaimana pernikahannya nanti padaku, akan ku buat sesuai keinginannya, walaupun bukan bersamaku, lagi pula, itu pertanyaan yang bodoh, aku sudah punya istri," kata Archie sedikit tersenyum melihat tingkah Gerald, bagaimana pun dulu dia pernah juga berjanji pada Suri untuk selalu menjaga adiknya itu.


"Untung saja dulu aku tidak serius ingin mengambil Ceyasa darimu, kalau tidak … " kata Gerald yang langsung berhenti melihat Archie menatapnya dengan tajam,"hanya berandai," kata Gerald lagi dengan wajah yang tampak sungkan melihat tatapan Archie yang bagai pedang, saat Archie memalingkan wajahnya, Gerald baru bernapas lega, sahabatnya ini tidak bisa lagi di ajak bercanda tentang Ceyasa.

__ADS_1


__ADS_2