Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
282 - Tanpa Cinta


__ADS_3

"Kau dengar, dia tidak mengenalmu, kau tahu, dia Amnesia," kata Rain menarik Ceyasa mendekat, berbisik ke telinga Ceyasa dan membuat Ceyasa mendekatkan bahunya ke telinganya akibat bisikan Rain.


"Kau pasti bohong, kau apakan dia sampai di begini? Archie, aku Ceyasa," kata Ceyasa yang mencoba menyakinkan Archie yang tampak tak peduli.


"Oh, kau yang bernama Ceyasa, apa hubunganmu denganku? semua orang menanyakan tentangmu saat aku bangun," kata Archie dengan nada dingin hanya raut wajahnya yang sedikit berubah bertanya.


 


"Dia tidak punya hubungan apapun dengan mu," kata Rain yang langsung membekap mulut Ceyasa, takut Ceyasa akan mengatakan sesuatu dan membuat Archie mengingat sesuatu, Ceyasa berontak membuat Archie semakin megerutkan wajahnya.


 


"Sepertinya dia liar sekali, " kata Archie yang akhirnya berdiri melihat Ceyasa.


"Kau benar-benar tak ingat dengannya," kata Rain dengan senyuman sinis yang mengembang.

__ADS_1


 


Sebelum Archie menjawabnya, Rain segera menarik Ceyasa kasar, membalikkan tubuhnya menatap  Rain, Rain lalu segera memposisikan tangannya ke belakang kepala Ceyasa, dan dengan kasar dan langsung menarik kepala Ceyasa, dan tanpa sadar tiba-tiba bibir Rain sudah menyentuh bibir Ceyasa, Ceyasa yang baru sadar keadaan itu langsung membelalakkan mata, dia langsung berontak dan  mendorong tubuhnya dengan kasar, berontak  seperti orang gila, namun tenaga Rain tentu lebih kuat dari pada tenaga Ceyasa, karena itu Ceyasa mencoba untuk menggigit bibir Rain hingga terasa rasa anyir darah menyeruak dalam ciuman paksaan itu namun Rain tetap menekan kepala Ceyasa, seolah tak ingin wanita itu lari darinya, malahan dengan rasa sakit itu Rain semakin ganas mencium Ceyasa.


Ceyasa terus berontak, namun dia tahu semakin dia berontak semakin Rain seperti kesetanan karena itu Ceyasa akhirnya diam, dia tak lagi melakukan perlawanan, hal ini malah membuat Rain mengerutkan dahinya, Ceyasa yang pasrah itu malah membuatnya menghentikan ciuman ganasnya, dia melihat Ceyasa yang matanya sudah berair, air matanya turun sudah membasahi pipinya, Ceyasa hanya menatapnya dengan tatapan putus asa yang mengerikan, Rain jadi takut nebak isi pikiran Ceyasa.


"Apa kalian sudah selesai melakukannya?" tanya Archie yang santai saja seakan tak ada masalah dengan adegan yang baru saja dia lihat, Rain lalu melihat ke arah Archie, pria itu benar-benar tak tepancing sama sekali, benar-benar hanya seperti melihat pertunjukan.


 


Ceyasa melirik ke arah Archie, dia melihat pria itu tampak tenang saja, tidak ada kilatan cemburu atau pun emosi yang terlihat, tenang bagaikan Rain tidak melakukan apapun pada Ceyasa tadi, kenapa Archie bisa begitu tenang, apa benar dia tidak mengenal Ceyasa lagi? apa kali ini dia benar-benar hilang ingatan?


 


 

__ADS_1


Ceyasa melihat itu hanya bisa terdiam, Archie adalah orang yang sangat emosional, dia tak bisa menahan emosinya jika sudah terpancing, tapi pria di depannya ini bahkan tak punya emosi sama sekali melihat Rain mencium Ceyasa, Ceyasa tak mengenal pria yang ada di depannya ini sekarang, Ceyasa menangis lirih, sakitnya hingga menghujam jantung, perihnya bagaikan jantung yang diremas, sesaknya bagaikan tercekik, entah kenapa rasanya seperti terkoyak dari dalam.


Pria yang dia harapakan untuk menolongnya sekarang bahkan seakan tak pernah mengenalnya,  apa lagi dia mengatakan nama Suri, Archie bisa mengingat Suri, tapi kenapa tak mengingat dirinya? kenapa?  bukannya Archie berjanji untuk selalu melindunginya, selalu akan datang untuknya? Archie memang datang, namun bukan untuknya, lalu untuk apa lagi dia hidup jika harus terus di siksa dan direndahkan bagaikan mainan seperti ini? karena satu-satunya yang dimiliki Ceyasa di dunia ini hanyalah Suaminya, namun sekarang suaminya bukan lagi suaminya.


 


Rain menaikkan sudut bibirnya, kali ini dia yakin kalau Archie benar-benar sudah kehilangan ingatannya, jika tidak, bagaimana pintarnya pun Archie berakting untuk lupa ingatan, dia akan terpengaruh dengan hal ini.


 


"Bawa dia kembali ke kamar," kata Rain yang mengelap bibirnya yang bedarah karena gigitan Ceyasa.


Ceyasa bergeming, matanya menatap pungung Archie yang pelahan menjauh, yang pergi dengan santainya meninggalkan dirinya, Ceyasa menatap pria itu menghilang di balik dinding, dia hanya pasrah ketika para penjaga menariknya keluar dari sana dan mengembalikannya ke kamarnya.


 

__ADS_1


Ceyasa hanya diam, entah sudah berapa lama dia hanya berdiri di belakang pintu itu, pikirannya kosong, sekosong hatinya, benarkah cintanya sudah tak ada? tak adakah sedikit saja ingatan Archie padanya? Tak adakah sedikit perasaan itu terpercik di hati Archie?


Perasaan Ceyasa benar-benar kosong, hanya ada rasa sakit yang semakin lama semakin berdenyut, berdarah dan memerih, membuat tubuhnya serasa tak memiliki tenaga, serasa seluruh tenaganya telah hilang entah kemana, serasa semangat hidupnya meredup perlahan, Ceyasa terjatuh ke lantai dan menangis sejadi-jadinya, malam itu Ceyasa habiskan dengan menangis hingga lelah, dan tertidur di lantai yang dingin itu, sendirian tanpa harapan, tanpa cinta.


__ADS_2