
Jared melepaskan jas resmi kerajaannya perlahan, dia duduk di tepian ranjang kamar pengantin mereka, Jared membawa Suri ke sebuah private villa milik keluarganya yang ada di tepian laut yang indah, sayang sekali mereka sampai di tempat itu sudah cukup larut malam, hingga birunya laut hanya tinggal terlihat berwana hitam saja.
Dia seakan sedang melihat ke arah dinding kamar mereka yang terbuat dari kaca, menyuguhkan pemandangan laut malam yang tetap mempesona, apalagi diterangi bulan yang tampak malu sembunyi di antara awan. Namun sebenarnya pikiran Jared sudah jauh dari sana, dia meletakkan beberapa serum yang sengaja di bawa untuk berjaga-jaga jika saja Suri kembali kumat.
Pintu kamar mereka diketuk, Jared berjalan ke arah pintu itu.
"Maaf mengganggu Anda, Tuan, tapi saya hanya ingin memberitahukan bahwa dokter pribadi dan beberapa perlengkapan yang anda minta sudah tiba di sini," kata asisten pribadi Jared memberitahukan.
"Baiklah, terima kasih," kata Jared tersenyum.
"Sama-sama Tuan, selamat atas pernikahan Anda," kata Asisten Jared sambil memberikan salamnya, dia segera pergi meninggalkan pengantin baru itu.
Jared menutup pintunya, segera kembali ke ruangan tidur utama kembali, menunggu istrinya siap untuk membersihkan dirinya.
Pintu kamar mandi itu terbuka, Jared segera melihat ke arahnya, Suri keluar dengan jas mandi putihnya, sudah terlihat melepaskan segala pernak pernik pernikahan mereka, namun seberapa polosnya pun wajahnya tanpa make up, dia tetap saja cantik menggoda.
Jared tersenyum pada Suri, dia lalu melangkah mendekati Suri, Suri hanya menatap suaminya itu, membuat jantung Suri semakin berdebar melihat perawakan Jared yang tampak begitu gagah mendekatinya.
"Aku akan membersihkan diri, istrihatlah dulu jika kau ingin, pasti kau sangat kelelahan," kata Jared lagi tersenyum sebelum melangkah untuk masuk ke dalam kamar mandinya. Suri hanya melihat Jared yang menghilang di balik pintu itu.
__ADS_1
Suri segera menggunakan baju tidurnya yang terlihat cukup menggoda berwarna putih dengan bahan satin, rambutnya dibiarkan terurai bergelombang dengan indah, dia memoleskan sedikit lipstik berwarna pink yang membuat wajahnya tidak terlalu pucat.
Dia bingung harus apa? terlalu gugup menunggu Jared keluar dari kamar mandinya, bagaimana pun ini adalah malam pertama mereka sebagai suami istri, dia ingin Jared melihatnya semenarik mungkin, karena itu pula dia berulang kali melihat cermin untuk memastikan penampilannya sempurna.
Mendengar pintu kamar mandi itu terbuka, membuat jantung Suri berdetak kecang dan pipinya merasa panas, tak perlu blast on untuk membuatnya bersemu merah. Dia melihat suaminya keluar dengan balutan baju tidur, Jared belum melihat ke arahnya.
Jared menjejakkan kakinya ke kamar mereka, mencium semerbak wangi bunga lavender yang menenangkan, dia lalu melihat istrinya yang sudah menunggunya duduk di ranjang pengantin mereka, terlihat begitu cantik dan tentu saja menggodanya.
Jared tersenyum manis, mendekati istrinya yang tampak tersipu malu, wajah Suri semakin memerah melihat Jared yang sudah sangat dekat dengannya, Jared hanya tersenyum sedikit, terpesona melihat istrinya itu, dia segera duduk di ranjang mereka, namun dia hanya memandangi Suri saja.
Suri mendekatkan tubuhnya ke arah suaminya, Jared memandang Suri dengan penuh perasaan, mendekatkan tubuhnya hingga bisa mencium bau lavender itu lebih jelas lagi, mata mereka saling terpaut, membuat Suri bahkan kesusahan untuk bernapas, tatapan Jared yang tajam namun juga lembut dalam waktu bersamaan itu membuatnya terhipnotis seketika.
Namun tiba-tiba Jared melepaskan ciuman yang sudah memanas itu. Membuat Suri menggigit bibirnya sambil menatap Jared.
"Suri, apa kau lelah?" tanya Jared lagi pada Suri, Suri langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak lelah, aku tidak lelah sama sekali, aku baik-baik saja, kenapa kau terus menanyakan hal itu?" kata Suri mengerutkan dahinya, sedikit kesal karena berpikir Jared terlalu khawatir karena sakitnya kemarin.
"Karena hari ini aku sangat lelah," kata Jared lagi tersenyum menenangkan melihat ke arah Suri.
__ADS_1
"Benarkah?" kata Suri dengan wajah sedikit kecewa, perasaan di dalam dirinya sudah cukup menggebu.
"Yah, semua ini terlalu mendadak, kemarin aku tidak tidur dengan baik, sekarang aku merasa sangat lelah, bolehkah aku istirahat sekarang?" tanya Jared pada Suri.
Suri memasang wajah kecewanya, namun dia tak bisa memaksa, alasan Jared memang masuk akal, pasti kemarin dia seharian panik dan cemas menjaga Suri, hari ini pun tidak ada istirahat sama sekali karena harus menyiapkan pesta pernikahan mereka, jadi pantas jika Jared mengatakan dia lelah.
"Baiklah, tidak apa-apa jika memang kau merasa lelah," kata Suri dengan wajah ngambeknya yang selalu saja terlihat imut.
"Kemarilah," kata Jared meminta Suri untuk masuk ke dalam pelukannya, Suri melihat itu tersenyum sedikit, dia lalu segera bersandar di dada Jared yang bidang, bisa mendengarkan suara napas dan juga detak jantung Jared yang menenangkan.
"Maaf jika mengecewakanmu malam ini," kata Jared berbisik pada istrinya ini, tangannya mengusap lengan atas Suri mencoba untuk menenangkan istrinya.
Jared bukannya tak ingin melakukannya, tentu sebagai pria normal dia sangat ingin menyentuh istrinya, apalagi ciuman tadi cukup mengusik sisi kejantanannya, namun dia tak ingin malah membuat keadaan Suri memburuk, apalagi Suri baru sembuh dan juga lansung menghadapi acara pernikahan mereka, jika mereka melakukannya sekarang, dia takut akan membuat keadaan Suri kembali kritis, dia tidak ingin mengambil resiko untuk hal itu walaupun dia punya serumnya sekarang. Dia harus menahannya demi Suri.
"Tidak apa-apa, jika lelah, tidur lah, kita masih punya banyak waktu bukan? dan sebenarnya aku juga baru merasa lelah setelah berbaring seperti ini, mari tidur, suami," kata Suri lagi sambil mengangkat sedikit kepalanya menatap wajah Jared yang sangat dekat dengannya sekarang.
"Ya, selamat malam," kata Jared singkat sambil mecium dahi Suri lalu Suri segera memposisikan tubuhnya senyaman mungkin di dalam pelukan suaminya.
Jared terdiam menatap kelambu yang menghiasi ranjang pengantin mereka, mencoba untuk menahan dirinya sendiri sebenarnya cukup menyiksanya, tak apalah, dia juga harus membiarkan Suri untuk tidur dahulu dan memastikan keadaan Suri aman agar dia bisa meninggalkannya tidur.
__ADS_1