Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
226 - Tentang Jendral Indra.


__ADS_3

"Setalah seluruh pemeriksaan selesai, Anda pasti saya izinkan pulang jika keadaannya memungkinkan, Putri Suri," kata Kepala dokter itu melihat sampel darah yang di ambil dari Suri, dia mengangguk seolah memberikan pembenaran, dokter yang lain segera keluar dari ruangan itu, seakan mereka punya banyak tugas yang harus dikerjakan dengan sampel darah Suri itu.


"Baiklah, Putri, tunggulah, kami akan memeriksannya dengan cepat, " kata Kepala dokter itu melihat Suri yang masih meringis merasakan perih di tangannya, lalu melihat ke arah Jared, Angga dan Bella, Angga menganggukkan kepala mempersilakan dokter itu untuk keluar dari ruangan rawat Suri.


"Kenapa sampai begitu cemas, aku tidak apa-apa," kata Suri lagi bersekukuh.


"Ya, apa Suri lapar? Suri belum makan seharian bukan? Mama akan menyuapimu," kata  Bella yang sekarang membantu Suri untuk duduk di ranjangnya, Jared menyelipkan sebuah bantal di belakang tubuh Suri. Suri memperhatikan wajah tunangannya itu, senyum jahilnya terlihat muncul.


"Tidak, biar Jared saja yang menyuapiku, kemarin dia berjanji untuk ada di sampingku terus menerus," kata Suri yang bahkan tak tampak sakit padahal keadaannya kemarin begitu parah, mendengar itu Jared hanya menaikkan sudut bibirnya, Bella hanya menarik napas pelan, senang melihat sikap anaknya yang sudah kembali seperti biasanya.


"Baiklah, aku akan meminta makananmu untuk segera di bawakan ke mari, setelah itu aku akan menyuapimu," kata Jared.


"Ya," kata Suri senang, Jared langsung tersenyum, berjalan meninggalkan ruangan itu untuk meminta makanan.


"Paman, keadaan Suri sudah membaik, hari ini aku harus melanjutkan pekerjaan yang tertunda kemarin, jika kalian membutuhkanku, aku akan datang kembali," kata  Archie pada Angga setelah melihat keadaan Suri yang tampak baik-baik saja.


"Ya, baiklah," kata Angga pada Archie, Archie memberikan senyuman tipisnya, lalu segera ingin pergi meninggalkan pamannya, "Archie, " kata Angga lagi yang seketika menghentikan langkah Archie.


"Ya, Paman?" kata Archie melihat pamannya yang tampak sangat berwibawa, berdiri tegak di depannya itu.


"Terima kasih banyak atas bantuanmu," kata Angga, Archie terdiam, seumur hidupnya pamannya belum pernah mengucapkan hal sebaik ini dengan nada selembut itu pula, membuat Archie merasa senang namun juga cukup asing mendengarkannya, dia hanya tersenyum tipis.


"Sama-sama Paman," kata Archie merasa sangat senang, seolah hanya dengan kata-kata lembut itu rasanya dia sudah di terima oleh pamannya.


Archie memasuki kamar tidurnya, senyumannya tampak terus mengembang, menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya, ternyata begini rasanya diterima, walaupun hanya kata-kata lembut, tapi tanpa adanya tatapan tajam menusuk dan suara dingin itu, rasanya sudah cukup.


"Kau kenapa?" kata Ceyasa yang baru saja keluar dari kamar mandi, sedikit membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


"Tidak, ayo bereskan barang-barangmu, kita akan pulang ke istana karena Suri sudah membaik, aku harus kembali ke perusahan dan kau harus kembali dengan pelatihanmu, tinggal beberapa hari lagi sebelum pernikahan kita dan kau harus sudah bisa menyakinkan nenekku kau sudah bisa mejadi Ratu yang baik," kata Archie mendekati istrinya itu.


"Benarkah? apa aku harus meletakkan buku lagi di kepalaku?" tanya Ceyasa dengan wajah sedikit keberatan, mendengar hal itu membuat Archie sedikit tertawa kecil.


"Sepertinya, jangan lupa belajar berdansa karena aku tidak mau menginjak kakiku terus menerus," kata Archie lagi.


"Biar saja, toh untuk apa  acara berdansa seperti itu sih?" kata Ceyasa menggerutu kesal, dia bahkan sudah lupa dia harus melakukan pelatihan itu, menikah dengan Archie ternyata ada yang tak enakknya juga.


"Biasakanlah, kau akan selalu melakukannya nanti," kata Archie melirik wajah kesal istrinya.


"Ehm, kapan kita akan mendapatkan kabar tentang Jendral Indra?" tanya Ceyasa lagi.


"Secepatnya, tak perlu cemas, aku akan mencarinya, aku berjanji, baiklah, ayo pergi sekarang," kata Archie. Ceyasa hanya menganggukkan kepalanya, mereka segera keluar dari sana.


Archie dan Ceyasa keluar, melihat Jared yang sedang menyuapi Suri yang terlihat sangat senang.


"Baiklah, terima kasih," kata Bella tersenyum melihat pasangan baru ini.


"Sama-sama," kata Archie.


"Suri, kami pulang dulu," kata Ceyasa menatap Suri yang sedang menimati makanannya.


"Ya, terima kasih sudah menjagaku tadi malam, Kakak dan Kakak Archie harus datang di acara nanti malam ya, " kata Suri dengan senyuman manis melihat Archie yang baru bergabung, melingkarkan tangannya kembali ke pinggang Ceyasa.


"Apa pestanya masih akan dilaksanakan?" tanya Archie pada Jared, sekarang dia terbatas untuk berbicara dengan Suri karena statusnya.


"Itu …. " kata Jared yang bingung bagaimana harus mengatakannya.

__ADS_1


"Tentu, pokoknya kalian harus datang," kata Suri lagi tampak masih memaksakannya.


"Baiklah, kami pasti akan datang," kata Ceyasa lagi yang tahu bagaimana pentingnya acara ini bagi Suri.


"Ya, aku harus pergi sekarang, kami permisi dulu," kata Archie lagi, kali ini menarik istrinya untuk keluar, karena dia harus mengantar Ceyasa sebelum dia pergi keperusahaan, tak punya kepercayaan membiarkan Ceyasa pulang sendirian.


---***---


Archie duduk di meja tempat kerjanya, dia sudah mengantarkan Ceyasa sampai di istana dan sudah memerintahkan Lusy dan beberapa penjaga untuk memastikan bahwa Ceyasa tidak akan keluar dari istana walau apapun yang terjadi kecuali atas seizinnya.


Dia juga sudah menyelesaikan beberapa urusan pekerjaannya, Archie sedang menunggu Gerald yang katanya akan melaporkan tentang Jendral Indra.


"Permisi, Tuan Archie," kata Gerald setelah mengetuk pintu ruangan Archie, mengintipnya sedikit, melihat apa yang sedang Archie lakukan dalam ruangannya.


"Masuklah," kata Archie.


Gerald segera masuk, di tangannya beberapa dokumen sudah dia siapkan, dia segera duduk di depan Archie dan menyerahkan dokumen itu pada Archie.


"Ini semua yang bisa aku dapatkan tentang Jendral Indra, beliau adalah pemimpin tertinggi di markas militer di era kekuasaan Tuan Jofan, dia yang memberikan dukungan penuh saat Tuan Jofan melakukan kudeta, memaksa turun presiden sebelumnya dan menjadikan Tuan Jofan sebagai presiden, selain itu dia punya catatan rahasia dimana dia beberapa kali memimpin penyelamatan Ratu Bella dari …. " kata Gerald yang sedikit tak enak melanjutkan perkataannya selanjutnya.


"Dari siapa?" kata Archie yang masih membaca tentang riwayat hidup Jendral Indra.


"Dari Pangeran Aksa, Ayahmu," kata Gerald.


Mendengar hal itu Archie sedikit mengerutkan dahinya, dia tahu ayahnya melakukan sesuatu yang sangat tidak bisa diterima oleh orang-orang, bahkan untuk keluarganya sendiri, tapi sebenarnya dia juga tidak tahu percis apa yang sudah dilakukan ayahnya hingga mereka semua bahkan tak ingin menyebut namanya.


"Untuk apa ayahku menculik Ratu Bella?" kata Archie mengerutkan dahi, untuk apa ayahnya harus menculik bibinya? Apa yang terjadi?

__ADS_1


"Apa kau tahu, jika ayahmu pernah menikahi Putri Bella?" tanya Gerald yang juga baru mendapatkan keterangan ini saat dia mencari tahu tentang Jendral Indra.


__ADS_2