Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
291 - Jangan ada yang mengunjungiku.


__ADS_3

"Raja Leonal meninggal bukan karena dibunuh oleh Jofan, kami juga kaget mendengar kabar kematian ayahmu yang sangat mendadak, dalam waktu 1 malam saja dia tiba-tiba dikabarkan meninggal, kami saat itu juga datang ke acara pemakaman ayahmu, dan inilah yang kami dapatkan dari hasil otopsi paman leonal," kata Angga menyerahkan sebuah berkas yang cukup usang namun tetap terawat.


Rain yang masih berwajah datar itu mengambil berkas dari tangan Angga, membuka berkas itu secara perlahan, memperhatikan setiap detail yang bisa dia baca dan pahami, dokumen ini tak pernah dia dapatkan, kenapa dia baru tahu bahwa ayahnya meninggal karena pendarahan hebat organ-organ dalamnya.


"Ini? apa ayahku meninggal karena penyakit yang kita miliki," tanya Rain melirik Angga.


"Ya, secara kasat mata memang dia meninggal karena hal itu, tapi dihasil otopsinya, terlihat ada luka jarum suntik di bagian lehernya, itu juga sama dengan hasil otopsi dari Ayah raja Leonal,  kakekmu, dan jika sama, maka kematian dari Raja Leonal bukan murni karena penyakit keturunan, melainkan dibunuh," kata Angga melirik ke arah Archie.


"Ayahku yang membunuhnya, " kata Archie melihat ke arah Rain, Rain jadi ingat bisikan Archie sebelum dia tak sadarkan diri, bahwa ayahnya, Pangeran Aksa lah yang sudah membunuh ayahnya, Raja Leonal. Kilatan amarah kembali menguasai Rain, matanya memerah dan wajah marahnya tak bisa dia sembunyikan, dia mengepalkan tangannya dengan erat, jika dia bisa sekarang, dia akan melampiaskan semua amarahnya pada Archie.

__ADS_1


"Pangeran Aksa sengaja memfitnahku mungkin karena aku sudah menjebloskannya ke penjara hingga dia ingin membalaskan dendam padaku, dan karena fitnah itu pula, ibumu harus meregang nyawa, padahal yang dilakukannya bukanlah hal yang benar, dia membalaskan dendam bukan pada orang yang sebenarnya," kata Jofan melirik ke arah Rain yang sudah terbawa emosi, dia melihat ke arah Jofan, namun kembali kearah Archie.


"Ayahku membunuh ayahmu karena Raja Leonal juga melenyapkan ayahnya dengan cara itu, Ayahku sangat dekat dengan kakeknya, tapi Raja Leonal dengan kejam membunuh ayahnya sendiri, Ayahku ingin membalaskan dendam karena selama dia hidup, Raja Leonal sudah menghancurkan hidup ayahku, hingga dia harus membunuh istrinya sendiri di malam pernikahannya karena Ayahku tahu bahwa Raja Leonal ingin mengambil istrinya, jadi kau tahu semua hal ini adalah masalah dendam, semua ini terjadi hingga saat ini karena dendam, aku tahu aku tak seharusnya dan tak akan bisa membela ayahku, aku tahu dia salah bahkan kesalahannya berefek hingga sekarang, kau dan aku adalah hasil dari kesalahannya," kata Archie perlahan menjelaskan pada Rain yang tetap memasang wajah marahnya, namun dari matanya terlihat amarah yang mulai meredup,


"Paman, jika kau ingin balas dendam, mungkin kau harus membalaskannya padaku, karena aku adalah anak dari orang yang sudah membunuh ayah dan ibumu, tapi aku pun tak pernah bertemu dengan ayahku, aku bahkan tak akan tahu bagaimana wajahnya tanpa melihat foto pria itu, aku juga tak tahu apapun yang sudah dia lakukan sebelumnya, jadi apakah itu salahku jika ayahku yang melakukan hal itu pada dirimu? hidup kita hancur hanya karena ingin balas dendam, untuk apa? kepuasaan sesaat, namun jika kepuasan itu telah kita dapat, apa lagi selanjutnya, tidak ada, kita hanya menambah panjang generasi yang harus menanggung dosa dan balas dendam itu akan berlanjut lagi dan lagi, terus saja seperti itu," kata Archie menatap pamannya itu dengan simpati, tahu pasti pria ini jadi begini karena dia terus dicekoki informasi yang salah. Saat Archie mengatakan hal itu, Jofan melirik ke arah Archie, tak seharusnya dulu dia juga menghakimi Archie karena benar katanya, dia bahkan tak tahu apapun tentang hal ini, dia tak pernah tahu apa yang sudah ayahnya lakukan, tak seharusnya melimpahkan dosa orang tua pada anak-anakknya. Jofan juga tak ingin jika dia berbuat salah dan Ceyasa yang menanggunggnya.


Rain terdiam, matanya yang tadi masih bisa menatap Archie sekarang di alihkannya ke depan, tak memandang siapapun, namun dia tampak berpikir dengan wajahnya yang dingin dan datar itu, tangannya mengepal dengan erat.


"Paman, aku sebagai anak dari Pangaran Aksa ingin mengucapkan maaf dan merasa sangat bersalah ayahku sudah menghancurkan hidupmu, tapi jika kau masih ingin membalaskan dendammu pada orang yang sudah menghancurkan hidupmu, aku lah orang yang tepat, dan keluarga Downson sama sekali tidak ada hubungannya, malah seharusnya kau berterima kasih pada mereka karena Paman Jofan yang sudah lebih dahulu membalaskan dendammu, Maafkan aku," kata Archie melirik Jofan.

__ADS_1


Rain terdiam, wajahnya tampak dingin, dia tak lagi melihat ke arah siapa pun, dia baru saja sadar namun dia harus menerima bahwa seluruh hidupnya dihabiskan untuk hal yang sia-sia, dia mengorbankan semuanya, cita-cita, keinginan, hanya untuk mengejar ambisi yang tak benar dan beralasan.


"Polisi, tolong borgol aku lagi," kata Rain lagi dengan suara dingin, tak menanggapi sama sekali orang-orang yang menyampaikan berita tadi padanya, polisi yang mendengar hal itu langsung bergegas mendatangi Rain, mengerutkan dahinya namun tetap melakukan kemauannya. Baru kali ini dia dapat tahanan yang memintanya memborgol dirinya sendiri.


"Kalian semua sudah bisa keluar dari sini, Apa aku dapat permintaaan yang bisa dikabulkan?" tanya Rain melirik polisi itu,


"Ya Anda boleh mengajukan permintaan yang jika menurut kami masuk akal, kami akan turuti," kata Polisi itu.


"Aku mau kalian jangan pernah ada yang mendatangiku lagi, Polisi, ini permintaanku, aku tidak ingin ada orang yang mendatangiku lagi, baik dari pihakku, maupun pihak lain," kata Rain ketus, datar, dingin, tetap memperhatikan posisinya untuk tidak menatap orang-orang yang mengerumuninya.

__ADS_1


Angga, Jofan dan Archie saling berpandangan, tak tahu harus apa lagi, setidaknya mereka sudah mengatakan dan meluruskan apa yang sebenarnnya terjadi saat itu, jika memang Rain tidak bisa menerimannya maka tak ada lagi yang bisa mereka lakukan. Angga, Jofan dan Archie segera meninggalkan Rain, Nyonya Melinda mengikutinya sesaat setelah memandang Rain yang hanya diam tanpa melihat dirinya, merasa semakin kasihan melihat sosok gagah itu.


__ADS_2