Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
341 -


__ADS_3

Ponsel Ceyasa berdering, dia sedang menikmati tidur paginya, lagi-lagi terasa begitu mengantuk pagi-pagi begini, dia lalu mendengus, melihat siapa yang sudah membangunkannya dari tidur nyenyaknya yang nikmat, melihat ke arah ponselnya, ternyata Archie.


"Halo?" sapa Ceyasa dengan nada sedikit kesal.


"Tak bisakah kau menyambutku dengan lebih ceria?" protes Archie, dia baru menelepon Ceyasa untuk menayakan kabarnya namun Ceyasa mengangkat teleponnya dengan sangat ketus.


"Tidak, karena kau sudah mengganggu tidurku," kata Ceyasa lagi berguling hingga tubuhnya terlentang.


"Kau tidur lagi? jangan terlalu banyak tidur, nanti anakku akan jadi pemalas," kata Archie pada Ceyasa.


"Kalau dia pemalas aku tahu dia keturunan siapa," kata Ceyasa asal saja.


"Maksudmu aku pemalas?" tanya Archie dengan suara sedikit meninggi, membuat orang yang ada di ruang rapat itu menatapnya seketika, Archie memang sengaja menelepon Ceyasa sebelum dia memimpin rapat, tapi ternyata sambutan Ceyasa luar biasa. Archie yang merasa ada yang sedang memperhatikannya segera melirik pada para peserta rapat yang langsung membuang pandangan mereka, takut Archie merasa diperhatikan.


"Kan kau yang paling susah untuk bangun pagi, kalau aku tidak," kata Ceyasa lagi.


"Sudah, aku hanya ingin tahu bagaimana kabarmu?" kata Archie.


"Masih sama seperti saat kau tinggalkan, kau baik-baik saja," kata Ceyasa seadanya saja, nadanya masih malas.


"Bagus jika begitu, ingin makan apa? aku akan menyuruh Gerald untuk membawakannya padamu," kata Archie tahu istrinya ini sekarang lebih banyak makan dari pada sebelum hamil, dia selalu saja mengeluh lapar pada Archie. Gerald yang baru saja ingin duduk di tempatnya segera memandang Archie dengan tatapan sedikit bertanya.


"Kalau aku bilang aku ingin makan mie instan, kau izinkan tidak?" tanya Ceyasa perlahan, mencoba merayu suaminya itu, sudah 2 hari ini ingin makan mie instan namun Archie terus saja melarang.


"Tidak, sudah aku bilang itu tak bagus untukmu," kata Archie lagi sedikit berisik, lagi-lagi mengundang perhatian orang-orang di ruang rapat itu.


"Tapi aku inginnya itu, bagaimana dong?" suara Ceyasa terdengar merajuk, merengek manja pada Archie.

__ADS_1


"Tidak, aku akan menyuruh Gerald membelikan mie yang lain, asalkan jangan makanan instan," kata Archie memutar kursinya yang semula miring, sekarang langsung berhadapn dengan para peserta rapat.


"Yah, ya sudah lah, aku tunggu ya," kata Ceyasa lagi.


"Ya, oh, satu lagi, hari ini aku akan pulang sedikit malam, ada tempat yang harus aku kunjungi setelah dari perusahaan," kata Archie lagi.


"Kemana?" tanya Ceyasa mengerutkan dahi, dia sudah berputar-putar di ranjangnya, membuat tubuhnya terlilit dengan selimutnya sendiri.


"Aku ingin bertemu dengan Rain," kata Archie


"Rain? Untuk apa?" tanya Ceyasa lagi sedikit mengerutkan dahi, untuk apa lagi Archie bertemu dengan Rain, bukannya keadaan sudah tenang setelah Rain di penjara.


"Aku hanya ingin melihat keadaannya, lagi pula dia pamanku, dia harus tahu bahwa minggu depan kita akan menikah bukan?" kata Archie lagi.


"Minggu depan?" kata Ceyasa yang belum tahu jika mereka akan menikah ulang minggu depan, cepat juga pikirnya.


"Ya, Keluargamu dan keluargaku sudah sepakat melakukan pernikahan minggu depan, apa ayahmu belum mengatakannya?" tanya Archie lagi, tak menghiraukan semua mata yang sesekali meliriknya, cukup penasaran dengan pembicaraan Archie apa lagi mereka mendengar pernikahan, pemimpin mereka ini akan menikah minggu depan? Kenapa mereka tak pernah tahu Archie sudah punya kekasih?


"Oh, baiklah, kalau begitu aku akan memimpin rapat sebentar lagi, tunggulah makananmu sampai datang, jika bisa jangan tidur lagi," kata Archie lembut sambil melihat jam tangan dipergelangan tangannya, membuat Ceyasa yang mendengarnya menyungingkan senyuman, suara lembut itu yang dia ingin dengarkan.


"Baiklah, selamat bekerja Papa, " kata Ceyasa sekali lagi menggoda, Archie hanya tersenyum manis melihatnya, lalu segera menutup panggilan telepon itu.


"Gerald," kata Archie melirik Gerald yang sudah menyiapkan apa saja yang ingin di rapatkan hari ini, dia segera menyerahkannya pada Archie, karena dia pikir Archie memintanya.


"Ini semua yang dibutuhkan untuk rapat ini," kata Gerald.


"Tidak, aku mau kau membelikan mie yang sehat untuk ibu hamil," kata Archie pada Gerald, membuat semua mata di sana sekali lagi melirik Archie, dalam hati mereka berkata, menikah minggu depan, namun sudah hamil sekarang, pemimpin mereka ini ternyata mencuri start. Archie yang sadar dengan semua mata yang tampak kaget mendengar kata-katanya langsung melirik mereka semua, "Kami sudah menikah sebelumnya," kata Archie seolah mengklarifikasi hal yang dia tahu ada dipikiran para peserta rapat itu, mendengar hal itu semua orang membuang kembali pandangan mereka walaupun banyak diantara mereka yang kaget ternyata Archie sudah menikah.

__ADS_1


"Mie yang bagaimana yang sehat untuk ibu hamil?" tanya Gerald bingung.


"Entahlah, kau cari saja, tak perlu ikut rapat ini, jika sudah dapat bawa langsung untuk Ceyasa," kata Archie lagi sambil membuka laptopnya, tampak bergegas untuk memimpin rapatnya.


Gerald menggaruk sisi keningnya yang tak gatal sama sekali, dia bingung mencari mie yang cocok untuk ibu hamil, ah, kenapa istri orang yang hamil tapi harus dia yang repot, mana lagi dia tak punya pengalaman sama sekali dengan ibu hamil, jangankan hamil, pacar saja dia tak punya, namun dia segera mengikuti apa mau atasannya ini.


----***---


Pintu kamar Ceyasa terketuk, Ceyasa langsung mengalihkan pandangannya ke sana, Ceyasa masih tinggal kamarnya di istana utama, Jofan belum mengizinkan Ceyasa untuk pindah ke istana pangeran karena dia tidak bisa mengawasi keadaan Ceyasa dengan baik jika di sana, karena itu Archie lah yang setiap malam akan datang menemani Ceyasa tidur. Ceyasa sedang malas untuk turun dari ranjangnya, karena itu dia hanya berteriak untuk mempersilakan masuk.


Ceyasa menunggu untuk  siapa yang muncul di balik pintu, dia tidak yakin itu Archie, karena dia baru saja berbicara dengan Archie dan pria itu sedang memimpin rapat sekarang,  tapi tetap saja pria itu bisa membuat Ceyasa terkejut sewaktu-waktu.


Ceyasa terus memperhatikan ambang pintu kamar Archie dan tak lama muncul sosok Aurora yang segera membuatnya tersenyum, Aurora membawakan susu dan juga beberapa makanan kecil yang langsung membuat Ceyasa semangat, ibunya ini seperti sangat tahu apa yang di perlukan oleh Ceyasa yang selalu lapar saat ini.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Aurora meletakkan bawaannya ke meja yang ada di kamar  Ceyasa, dia lalu duduk di ranjang Ceyasa, menatap anak tirinya yang tampak segar melihatnya.


"Aku baik-baik saja, Bu, hanya sedikit menjadi malas," kata Ceyasa melirik roti croissant yang di bawa oleh Aurora.


"Ingin?" tanya Aurora, Ceyasa mengangguk cepat.


"Biar ibu ambilkan," kata Aurora ingin bangkit, namun cepat di cegah oleh Ceyasa.


"Tidak apa-apa ibu, aku hanya mengandung, bukan sakit kok, aku juga harus banyak bergerak, sepertinya jika aku mengikuti keinginan tubuhku, aku akan sangat malals," kata Ceyasa yang menggeser kakinya, menginjak lantai berkapet yang sangat lembut itu, dia segera menuju tempat roti itu tersedia, setelah itu dia kembali ke ranjangnya, mulai makan di samping Aurora yang begitu senang Ceyasa memakannya dengan lahap.


"Apa masih terasa mual? " tanya Aurora lagi.


"Sedikit, aku mual terutama jika ada Archie di sini," keluh Ceyasa pada Aurora.

__ADS_1


"Aku baca semua akan berlalu nanti setelah masuk trimester ke dua, saat ini semuanya memang seperti itu, jadi sedikit bersabar ya," kata Aurora mengulas senyum keibuan mengelus perut Ceyasa yang sama sekali tidak berubah, ternyata bukan hanya Ceyasa dan Archie saja yang tak sabar melihat perut Ceyasa menggembung, Aurora pun begitu.


"Terima kasih ibu," kata Ceyasa yang merasa beruntung memiliki ibu sambung seperti Aurora ini, dia lalu memandang wajah cantik ibunya itu, membayangkan bagaimana wajah ibu kandungnya, ayahnya belum pernah menunjukkan bagaimana wajah ibunya itu.


__ADS_2